Barusan sadar salah ketik, Pak 8-D

LL
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Surarso Hardjono <[email protected]>
Date: Fri, 16 Nov 2012 09:55:17 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Tolong disimplify keputusan MK

Maaf apa betul tahun 2011 Presidennya Megawati ?
 
0710

--- Pada Jum, 16/11/12, [email protected] <[email protected]> 
menulis:


Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: [iagi-net-l] Tolong disimplify keputusan MK
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 16 November, 2012, 8:40 AM




Lin Che Wei mungkin sedang melamun, tapi kronologi ini mungkin menarik utk 
didongengkan:

Mei 2011: Megawati jadi presiden

November 2011: Cikal bakal BPMIGAS (?)

Juli 2002: BPMIGAS diresmikan

September 2002: Kontrak gas tangguh dengan Cina ditandatangani (diskusi dengan 
Pak Luthfi bisnis ini lewat BPMIGAS?)

2011-2014: Kwik Kian Gie menjabat sebagai Ketua Bappenas

Adalah aneh orang yang kritis seperti Kwik tidak menyadari bahwa BPMIGAS 
inkonstitusional dan produk asing selama 3 tahun menjabat.

Rizal Ramli selesai menjabat sebagai menteri kelihatannya di zaman Gus Dur, 
jadi gak terlalu yakin juga saya dengan argumen Lin Che Wei. Mahfud MD juga 
seingat saya stop di zaman Gus Dur. 

BTW, yang inkonstitusional sudah diselesaikan, good luck dengan transisinya 
karena kita juga perlu tetap bergerak ke arah yang lebih baik. 

LL
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> 
Date: Fri, 16 Nov 2012 07:09:32 +0700
To: IAGI<[email protected]>
ReplyTo: <[email protected]> 
Subject: Re: [iagi-net-l] Tolong disimplify keputusan MK

Siapa Lin Che Wei ?

Lin Che Wei memulai kariernya sebagai analis keuangan di beberapa perusahaan 
asing antara lain WI Carr, Deutsche Bank Group dan Societe Generale. Analisanya 
yang kontroversial di dalam membongkar skandal Bank Lippo menyebabkannya 
berurusan dengan pengadilan dan dituntut sebesar Rp 103 milyar oleh pengurus 
Grup Lippo. Kasus ini menyebabkan Lin Che Wei mendapatkan penghargaan Tasrif 
Award dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Lin Che Wei merupakan penerima 
penghargaan Indonesian Best Analyst dari AsiaMoney Magazine dan The Most 
Popular Analyst Award" untuk tahun 2002 dan tahun 2004. Sejak pertengahan 2007, 
ia menjabat sebagai CEO dari Sampoerna Foundation (filantropis terbesar milik 
keluarga Sampoerna di Indonesia yang berfokus pada pendidikan). Ia juga 
mendirikan lembaga riset Independent Research & Advisory Indonesia.
Lin Che Wei pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dari Danareksa 
(Perusahaan Investment Banking terbesar milik Pemerintah Indonesia) dari 2005 
sampai pertengahan 2007. Ia juga pernah menjabat sebagai staf khusus dari 
Menteri Negara BUMN, Sugiharto dan Staf Khusus dari Menko Perekonomian Aburizal 
Bakrie. Mulai terlibat dengan pemerintahan setelah menjadi salah seorang 
panelis di dalam debat Calon Presiden di tahun 2003. Lin Che Wei menjadi 
panelis dari pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. 
Lin Che Wei menjadi sekretaris team perundingan antara Pemerintah Indonesia 
dengan Exxon di dalam mencari penyelesaian ladang minyak di Cepu yang berhasil 
diselesaikan pada tahun 2006. Pendidikan S1 - Universitas Trisakti dan MBA dari 
Universitas Nasional Singapura.
Sejak Agustus 2007 sampai 2008, Lin Che Wei pernah menjabat ebagai CEO dari 
Sampoerna Foundation, sebuah yayasan pendidikan yang didirikan oleh Putera 
Sampoerna. Mendirikan perusahaan di bidang corporate advisory dan research di 
bawah bendera PT Independent Research Advisory Indonesia.Sumber : Wikipedia.

Semoga dia bukan bagian dari manusia lutju berhidung bulet 

RDP




2012/11/16 <[email protected]>


Wah wah wah... Pak Rus, kalau cerita Lin Che Wei diteruskan makin ke arah hulu, 
nanti terlihat deh mengapa ada presiden kita dilengserkan ditengah jalan. Waktu 
itu Martiono sebagai Dirut Pertamina menentang UU Migas yg diusulkan mentamben 
(pak Kuntoro), tokoh-tokoh Pertamina yang mengerti UU Perminyakan, rajin 
memberikan masukan ke DPRRI, sehingga DPRRI menolak menetapkan RUU Migas 
menjadi UU Migas.
Setelah Baihaki Hakim naik jadi Dirut Pertamina, ada usulan RUU Migas (era 
mesdm py dan ibu presiden). Standing Baihaki terhadap RUU Migas ini ikut kapal 
pemerintah, Pertamina menjadi pasif. Akhirnya RUU Migas ditetapkan sebagai UU 
Migas 22/2001. Makin terlihat peran asing yang kuat dalam proses kelahiran UU 
Migas 22/2001 melalui badut2 politik kelas tinggi yang disebut pak Rus..... Lha 
kan Buku Putih BPMIGAS yang tidak tell the truth.....dan iklan tanpa identitas 
yg diadukan ke Dewan Pers oleh Kwik Kian Gie.......terlihat peran Kwik seperti 
cerita yang diposting pak Rus.
Kalau dicermati pidato Presiden SBY terkait pembubaran BPMIGAS, pertama disebut 
bahwa UU Migas 22/2001 dibuat oleh Presiden Ibu Megawati (kalimatnya tidak 
persis seperti ini dalam pidato pak SBY), ya memang demikian adanya.
Sebagai bangsa melihat perjalanan industri migas yang dilandasi UU Migas yang 
sering kontroversial memang prihatin.


Lam Salam,


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


-----Original Message-----
From: "Ruskamto" <[email protected]>
Date: Thu, 15 Nov 2012 22:04:42
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Tolong disimplify keputusan MK


Kita bertengkar dan sebetulnya kita juga jadi korban permainan politik yang 
kurang bertanggunggjawab shg  negri ini semakin lucu:

Badut Politik dalam Kasus Pembubaran BP MIgas dan UU MIgas tahun 2001

 (Oleh Lin Che Wei)

Babak 1 - Proses pembahasan dan pengundang-undangan UU Migas 2001 terjadi 
antara tahun 1999 sampai 2001. UU MIgas di undang-undangkan pada bulan November 
2001. UU Migas ini merupakan produk pembahasan antara Pemerintah pada masa itu 
dan DPR pada masa itu.

Marilah Kita melihat siapa saja aktor politik tersebut.

Ketua MPR - Amien Rais (Mantan ketua Muhammadiyah -dari PAN)

Ketua DPR - Akbar Tanjung (Golkar - Mantan Aktivis HMI)

Ketua Komisi VIII - DPR - Irwan Prajitno (dari Partai Keadilan) Pada saat itu 
Poros Tengah (Koalisi dari beberapa partai berbasis islam seperti PAN, PKB, 
PBB, PPP) sedang naik daun dan sangat berpengaruh di Parlemen karena mereka 
adalah 'king maker' dari naiknya Gus Dur menjadi Presiden.

Yang menarik di dalam pembahasan tersebut dan perundang-undangan UU MIgas 
tersebut... adalah : Semua Fraksi di DPR (kecuali satu fraksi kecil), semua 
partai berbasis islam (termasuk Partai Keadilan, PAN, PPP, PBB, PKB) dan juga 
partai besar (PDI-P dan Golkar) mendukung ratifikasi dari UU Migas.

Sangat ironis karena satu-satunya partai yang justru menyatakan keberatan 
adalah Fraksi Demokrasi Kasih Bangsa (Partai kecil yang berbasis agama kristen).

Pada saat tersebut (1999-2001 periode - periode pembahasan dan ratifikasi)

- Kwik Kian Gie adalah Menko Perekonomian (PDI-P) dan kemudian menjadi Ketua 
Bappenas. - Rizal Ramlie adalah mantan Menkeu/Menko Perekonomian waktu zaman 
Gus Dur.

- Mahfud MD adalah Menteri Pertahanan dan sempat menjadi Menteri Hukum Dan 
Perundangan-Undangan zaman Gus Dur. Semua komponen pemerintah dan parlemen pada 
waktu itu setuju untuk meratifikasi UU Migas 2001 dan melahirkan BP MIgas.

Berdasarkan rekomendasi dari Kwik Kian Gie, ketika terjadi penggantian Dirut 
Pertamina, Martiono Hadianto (yg menentang RUU Migas pada saat itu). Kwik 
sangat merekomendasi Baihaki Hakim untuk menggantikan Martiono. Di masa Baihaki 
inilah Pertamina melepaskan wewenangnya dan mengalihkannya ke BP Migas.

Babak ke 2 - Adegan Mahkamah Konstitusi tahun 2012.

Para Pemohon di pengadilan konstitusi : 1. Muhamadiyah 2. Hasyim Muzadi dari NU 
3. Ormas-ormas islam seperti Hizbut Thahir. 4. Kwik Kian Gie 5. Rizal Ramlie 
dan yg lain-lain.....menuntut UU Migas 2001.

Ketua Mahkamah Konstitusi : Mahfud MD (mantan Menteri Pertahanan era Gus Dur). 
Putusan : 7-1, MK menyatakan UU Migas 2001 cacat dan BP Migas dibubarkan. BP 
Migas tidak sesuai dengan UU.

Catatan :

Mengapa partai-partai tersebut justru menyetujui RUU tersebut menjadi UU?

Pak Kwik Kian Gie, mengapa anda tidak ribut-ribut ketika anda justru sangat 
berkuasa sebagai Menko Ekuin.

Pak Rizal Ramlie, mengapa anda tidak menyatkan keberatan anda justru dizaman 
reformasi dimana anda adalah Menkeu dan Menko.

Pak Mahfud MD - mengapa kita tidak membahas soal Energy Security issue ketika 
anda menjadi Menhan? Oh ya saya juga baru sadar bahwa anda adalah ketua 
kehormatan ikatan alumni NU yang juga ikut di dalam menggugat putusan tersebut.

Partai-partai ini sekarang membatalkan produk hukum yang justru merupakan 
persetujuan produk legislative process. Ada baiknya kita melepaskan attribut 
keagamaan apabila kita berdebat soal kebijakan publik. Tidak arif orang 
menggunakan attribut agama untuk pro dan con terhadap kebijakan publik. Jangan 
pernah lupa akan rekam jejak dari politik. Dan jangan biarkan politician (atau 
lebih tepatnya Badut-badut politik) berakobrat danmencari popularitas semata. 
Untuk membentuk tatanan hukum migas dan struktur migas yang baik diperlukan 
bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Untuk menghancurkannya hanya butuh sekejap.

Saya tidak terlalu mempermasalahkan dan tidak beropini apakah UU Migas 2001 
benar atau salah. Yang saya sedih adalah melihat kelakuan orang yang ikut 
bertanggung jawab dalam pembentukan tersebut dan sekarang bersama-sama 
menghancurkannnya By Lin Che Wei



-- 
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"

Kirim email ke