Noor . Jadi ingin lebih tahu
si Abah ________________________________ From: noor syarifuddin <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Monday, April 8, 2013 10:22 PM Subject: Re: [iagi-net] Siap-siap Net Import -->: [iagi-net] New Discovery - Malaysia Abah, Betul, banyak yg menjerit.... Tapi kita coba lht faktanya... Bbrapa konsumen gas itu produknya sebagian bsr utk ekspor tapi minta gasnya harga domestik... BOLEH TAHU PERUSAHAN MANA ITU ? Belum lg bisnis 'makelar'an ala prshaan gas kita... Berapa persen keuntungan mrk hanya dgn menjadi perantara...? yA , ITU BENAR , TAPI BUKANKAH RETAIL GAS ITU LEGAL , KARENA BAGI PERUSAHAAN e & p NYA , MARGIN NYA DIANGGAP (??) TERLALU KECIL. FYI, bahkan saking kreatifnya ada bbrp konsumen yg mau bikin ekstraksi LPG dari gas yg mereka beli.... Sangat cerdas menurut saya.... :-)MANA BOLEH TAHU PERUSAHAAN YA DAN DIMANA ? TAPI TETP LEGAL KAN ? Ini ibarat orang naik mobil mewah tapi gak setuju subsidi bbm dicabut... Salam, On Monday, April 8, 2013, Yanto R. Sumantri wrote: Noor > > >Dengan harga 6- 7 dollar , pelaku industri sudah menjerit lho. >Lihat koran koran minggu lalu. > > >si Abah > > > >________________________________ > From: noor syarifuddin <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Monday, April 8, 2013 2:38 PM >Subject: Re: [iagi-net] Siap-siap Net Import -->: [iagi-net] New Discovery - >Malaysia > >Rekans, > >Saya kira import gas akan menjadi solusi pragmatis yang paling mudah >dan sederhana (tinggal beli aja kok... :-) > >Tapi dengan mulai ditandatanganinya kontrak LNG ke Jepang oleh >produsen shale gas untuk delivery tahun 2015/2016 dengan harga yang >cukup tinggi dibanding harga HH (16$/mmbtu), maka sebaiknya kita mawas >diri.... > >kalau pasar internasional nantinya jenuh karena ekspor shale gas ini, >maka "berkah"nya adalah gas Indonesia harus masuk pasar >lokal/domestik.... tapi kalau harganya masih di bawah 7-8 $/mmbtu >apakah akan menjadi ekonomis untuk proyek-proyek di daerah >forntier?... kalau tidak, maka sudah pasti proyeknya akan tertunda >atau terhenti > >ibarat sakit jantung, ini adalah "pembunuh senyap" eksplorasi dan >eksploitasi migas kita..... silakan diterka akan berapa banyak >aktifitas eksplorasi dan pengembangan yang akan tertunda atau ditunda >karenanya... > > >salam, > > >On 4/8/13, H Herwin <[email protected]> wrote: >> Hallo Pak Rovicky, >> Saya rasa fokus ke shale business di Amerika lebih di dorong oleh >> kepentingan bisnis dibanding dengan sekadar nasionalisme. Keberhasilan >> shale gas memang membuat harga gas di sana (Henry Hub) menjadi sangat >> rendah, ini yang membuat industri di sana berpindah ke shale "wet gas" dan >> shale oil. Produksi liquid yang membuat shale industry di Amerika masih >> menarik walaupun harga gasnya sangat rendah. >> >> Iseng2 saya lihat draft corporate meeting HESS May ini di internet. >> http://www.transforminghess.com/ >> >> HESS mempunyai asset Shale Oil yang bagus di Bakken (17% prod, 23% reserves >> Hess group ada di sana) dan di emerging Utica Shale. Di Indonesia sendiri >> asset mereka relatif kurang baik dibanding asset2 HESS yang lain dan hasil >> ekplorasi mereka di tahun2 belakangan ini juga negative. >> Saya tidak punyak akses ke www.ogj.com. Apakah Pak Rovicky bisa kirim >> artikelnya. Export gas dari Amerika memang patut dicermati karena akan >> mempengaruhi harga jual gas di Asia ................... Well, seperti bapak >> bilang, bila harga gas sangat murah, tidak ada salahnya kita beli gas kan >> ?? :) >> >> Salam hangat, >> Henky >> 2013/4/5 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> >> >>> On Fri, Apr 5, 2013 at 2:24 AM, H Herwin >>> <[email protected]>wrote: >>> >>>> Abah, >>>> Kebetulan Newfield sedang berencana menjual portfolio mereka di Asia (Di >>>> Cina dan di Malaysia), walaupun mereka mungkin berubah pikiran setelah >>>> discovery ini :) Atau malah mengambil keuntungan karena nilainya jadi >>>> lebih >>>> tinggi .......... Strategi mereka ingin focul dgn shale asset mereka di >>>> USA. >>>> >>> >>> Wah kok strateginya mirip HESS juga ya. >>> Shale gas/oil di Amerika ini banyak menyedot perhatian investor lokal >>> untuk menanamkan di negerinya sendiri. Walau harga gas disananya jatuh >>> tetep saja mereka ingin mengembangkan negaranya sendiri dengan dana >>> sendiri >>> dan dipakai sendiri (setahu saya debat ijin ekspor masih berlangsung >>> seru). >>> Intinya Amerika sedang berusaha untuk mencari pasokan "energi" untuk >>> negerinya sendiri. >>> http://www.ogj.com/articles/print/volume-111/issue-4/special-report-lng-update/us-debate-on-lng-exports-centered.html >>> >>> Sementara saya sedang berpikir realis (walau sebagai explorer tetap harus >>> optimis), sedang concern kemungkinan Indonesia menjadi net importir LNG >>> (2016) dan menjadi net import energi (setelah 2025). Padahal kita >>> memiliki >>> insentive demografi atau Demography Bonus tahun 2020-2030 dimana akan ada >>> 180 juta tenaga kerja siap menjadi mesin yang perlu bahan bakar dan bahan >>> baku. >>> >>> Kalau pembangunan FSRU, Electric Plant, pipelines, jaringan kabel >>> distribusi dan infrastruktur lainnya tidak disiapkan maka akan terjadi >>> braindrain tenaga kerja Indonesia ke negara-negara yang mampu memberikan >>> "kerja". >>> >>> Doh piye iki ? >>> >>> RDP >>> >>> >

