"Aditya Agustyana" <[EMAIL PROTECTED]> writes:

> maaf kalo sedikit OOT
>
> udah lama sebetulnya pengen kerja di rumah dengan gajinya gede,
> (halah ilmu cetek berharap gaji gede ^_^) mungkin aku agak telat
> tahu, baru bbrp minggu ini daftar di odesk.com, sebuah site penyedia
> pekerjaan2 freelance yang tentunya bisa dikerjekan anywhere cuma
> rada binun untuk melangkah, aku gak berharap muluk sih, dapet 1 aja
> projek rails dengan gaji terendah standar odesk.com aja udah bagus
>
> nah yg ingin aku diskusikan di sini adalah, mungkin ada teman2
> rubyist yg pernah homeshore/offsoher project2 rails di situs serupa,
> kalo iya ndak ada salahnya kan kalo pengalamannya di-sharing ...


Saya ada usul nih, entah mungkin atau tidak mungkin karena saya tidak
tahu situasi anda.

Saya melihat situs2x seperti odesk.com, rentacoder.com sebagai pilihan
yang lumayan drastis karena apa yang sering terjadi adalah bertarung
mode race to the bottom. Yang murah yang dapat. Yang paling bisa
menahan lapar yang menang. Baik untuk penerima (kalau dia sadar
consequence dari pilihan dia) dan pembuat, hal ini kedengarannya
menakutkan.

Apakah tidak ada alternatif lain yang local? Pertama2xnya pasti juga
bertarung menahan lapar melawan programmer2x sekitar, tapi
setidak2xnya ada kesempatan untuk networking.

Lagipula, menurut pengalaman saya yang pernah bekerja contract
kecil2xan, kerjaan local, atau di mana anda bisa datang ke tempatnya,
bisa mendatangkan lebih banyak uang apalagi jika anda yang masih
kejar2x order, bukan anda yang dikejar2x peminat.

Selagi anda masih mengejar2x order dan belum terkenal, leverage anda
kecil atau tidak ada. Kalau dapat order, mungkin cuma cukup untuk
break even atau mungkin malah merugi. Saya sendiri tidak pernah
berharap banyak pada kontrak original. Itu, sama seperti resumè, hanya
untuk membuka pintu.

Selagi saya mengerjakan kontrak original itu, saya secara teratur
datang ke tempat 'boss' untuk laporan. Selain laporan, ini adalah
kesempatan untuk mendirikan hubungan pribadi ke boss tersebut dan juga
melihat kebutuhan apa yang bisa dijual ke dia. Kalau dia membeli
sebuah kebutuhan yang saya jual, tebak siapa yang akan dia kontrak
untuk memenuhi kebutuhan itu? Saya berharap saya sendiri yang akan
dipilih apalagi boss sudah mulai kenal saya ini apa dan siapa. Itu
kontrak baru dengan harga baru yang tidak usah terlalu dimurahkan
karena anda sekarang ada sedikit leverage.

Saya susah melihat scenario ini terjadi jika si boss ada di tempat
yang tidak bisa dikunjungi secara teratur. Berkomunikasi melalui email
atau telephone tidak sama dengan berbicara langsung. Lalu anda juga
tidak bisa melihat dan membuat kebutuhan apa yang dia perlukan. Harus
memakai cara lain yang saya tidak ketahui di scenario ini untuk
mendatangkan profit.


YS

Kirim email ke