On 9/29/07, Hendy Irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Yohanes Santoso wrote:
> > "Aditya Agustyana" <[EMAIL PROTECTED] <aditya.jamop%40gmail.com>>
> writes:
> >
> >
> >> maaf kalo sedikit OOT
> >>
> >> udah lama sebetulnya pengen kerja di rumah dengan gajinya gede,
> >> (halah ilmu cetek berharap gaji gede ^_^) mungkin aku agak telat
> >> tahu, baru bbrp minggu ini daftar di odesk.com, sebuah site penyedia
> >> pekerjaan2 freelance yang tentunya bisa dikerjekan anywhere cuma
> >> rada binun untuk melangkah, aku gak berharap muluk sih, dapet 1 aja
> >> projek rails dengan gaji terendah standar odesk.com aja udah bagus
> >>
> >> nah yg ingin aku diskusikan di sini adalah, mungkin ada teman2
> >> rubyist yg pernah homeshore/offsoher project2 rails di situs serupa,
> >> kalo iya ndak ada salahnya kan kalo pengalamannya di-sharing ...
> >>
> >
> >
> > Saya ada usul nih, entah mungkin atau tidak mungkin karena saya tidak
> > tahu situasi anda.
> >
> > Saya melihat situs2x seperti odesk.com, rentacoder.com sebagai pilihan
> > yang lumayan drastis karena apa yang sering terjadi adalah bertarung
> > mode race to the bottom. Yang murah yang dapat. Yang paling bisa
> > menahan lapar yang menang. Baik untuk penerima (kalau dia sadar
> > consequence dari pilihan dia) dan pembuat, hal ini kedengarannya
> > menakutkan.
> >
> > Apakah tidak ada alternatif lain yang local? Pertama2xnya pasti juga
> > bertarung menahan lapar melawan programmer2x sekitar, tapi
> > setidak2xnya ada kesempatan untuk networking.
> >
> > Lagipula, menurut pengalaman saya yang pernah bekerja contract
> > kecil2xan, kerjaan local, atau di mana anda bisa datang ke tempatnya,
> > bisa mendatangkan lebih banyak uang apalagi jika anda yang masih
> > kejar2x order, bukan anda yang dikejar2x peminat.
> >
> > Selagi anda masih mengejar2x order dan belum terkenal, leverage anda
> > kecil atau tidak ada. Kalau dapat order, mungkin cuma cukup untuk
> > break even atau mungkin malah merugi. Saya sendiri tidak pernah
> > berharap banyak pada kontrak original. Itu, sama seperti resumè, hanya
> > untuk membuka pintu.
> >
> > Selagi saya mengerjakan kontrak original itu, saya secara teratur
> > datang ke tempat 'boss' untuk laporan. Selain laporan, ini adalah
> > kesempatan untuk mendirikan hubungan pribadi ke boss tersebut dan juga
> > melihat kebutuhan apa yang bisa dijual ke dia. Kalau dia membeli
> > sebuah kebutuhan yang saya jual, tebak siapa yang akan dia kontrak
> > untuk memenuhi kebutuhan itu? Saya berharap saya sendiri yang akan
> > dipilih apalagi boss sudah mulai kenal saya ini apa dan siapa. Itu
> > kontrak baru dengan harga baru yang tidak usah terlalu dimurahkan
> > karena anda sekarang ada sedikit leverage.
> >
> > Saya susah melihat scenario ini terjadi jika si boss ada di tempat
> > yang tidak bisa dikunjungi secara teratur. Berkomunikasi melalui email
> > atau telephone tidak sama dengan berbicara langsung. Lalu anda juga
> > tidak bisa melihat dan membuat kebutuhan apa yang dia perlukan. Harus
> > memakai cara lain yang saya tidak ketahui di scenario ini untuk
> > mendatangkan profit.
> >
> >
> > YS
> >
> Setuju sekali dengan petuah ybs. (yang bersangkutan... Bpk Yohanes
> Santoso)
>
> Networking building is bery important... please try this at hom :)
>
> Saya sekarang meski sudah mengundurkan dari perusahaan saya
> sebelumnya... tapi "mantan klien" tetep suka 'datang' ke saya...
>
> Meski kliennya sendiri tahu kalo saya sudah "berpisah"... tapi ternyata
> ada beberapa orang yang lebih prefer saya ketimbang company.
> Tapi tidak tertutup kemungkinan juga sebaliknya...
>
> Whatever it is, "bersosialisasi" is important...
>
> However I have to add (if cannot be called disagree) a point, that
> dengan bekerja remote bukan berarti menutup kemungkinan sosialisasi,
> but it might be harder......
>
> Saya sendiri, mendapat network bukan dari orang2 "bos" saya..... tapi
> cuma dari sekedar teman........
>
> Gimana ceritanya saya bisa nongkrong di halaman acknowledgmentnya buku
> Beginning Ruby trus sempet jadi contributor ke Ruby Inside, saya sendiri
> agak lupa ceritanya...
>
> but yang jelas it's _not_ because sebelumnya dia bos saya :)
>
> Satu cara networking yang cukup ampuh dan 'gratis' adalah bergabung di
> milis, responding di blog2 mereka... dan mungkin sekedar 'cuap-cuap'
> saja juga gpp...
>
> Biasanya kalo dari ngobrol itu ada sesuatu yang 'cocok', pasti bakal
> 'terkunci' dalam pikirannya...
>
> Coba tanya Arie, kalo mau jadi astronot gimana caranya? Dia punya
> koneksi tuh........ :P
>
> Mbikin blog juga bagus lho... terutama kalo isinya bukan diary harian
> kita yang baru putus ama cewe (tiap hari!!!), tapi hal2 yang disukai
> oleh pembaca dan kalo bisa setopik jadi mereka nggak ragu2 untuk
> subscribe.
>
> Saat ini adaruby.com punya 483 subscriber, misalnya, nggak tahu juga
> dapetnya dari mana aja... but now I know that that number means that
> they have an expectation.. Saya nggak terlalu sering posting di situ,
> dan sepertinya nobody cares. But satu kali saja posting, it can't be
> "wrong"... Buktinya posting saya bahasa Indonesia langsung diprotes...
> So now I know a little bit better......
>
> Arie dulu pernah mbahas, (kalo gak salah dari Facebook questions) bagus
> nggak sih meniti karir secara "viral networking", dibanding
> traditional... gw +1 untuk viral networking..... this is good. having
> recommendations is also good stuff.
>
> people do like the things that you write. but being social creature,
> people seem to trust other human beings about what they think about
> you..... i think we have to accept this reality
>
> koq jadi ngelantur ya, sori
>




>



wah makasih atas sharingnya, saya sangat setuju networking penting sekali,
bahkan mungkin bisa jadi nilainya lebih berharga ketimbang skill ruby kita
^_^, namun yg jadi pikiran sy akhir2 ini adalah mengapa sih kita tidak bisa
menjadi seperti india ?, apakah skill kita kalah ?, mungkin memang benar
kata hendy bahwa "ngejar2" proyek di odesk.com spt itu butuh "pengorbanan
luar biasa" ketimbang ngerjain proyek lokal yg jelas2 kalo di lokal
networking value kita sudah ada (minimal qta sudah dikenal oleh boss)

apalagi jika kita membawa nama indonesia, mungkin orang2 asing itu agak
ragu... ?, apakah orang indo bisa dipercaya ?, apakah etos kerjanya ndak
bagus ?, hmm entahlah... namun jika kita bisa dipercaya oleh mereka
seenggak2nya kita juga bisa mengangkat nama bangsa indonesia di mata dunia
(halah PPKN bangetz sih)

eh btw, thread ini bukan hanya sekedar tentang odesk.com ajah, tapi kayak
linkedin de el el juga boleh.... jujur sy penasaran dengan homeshore... ,
karena ngeliat boss bisa dapet proyek rails dari linkedin, yang bahkan
ketika itu karyawannya hanya 2 bulan mengenal rails (ini yg aku maksud
networking value kadang bisa lebih penting dari skill ruby itu sendiri)

eniwei, ada pendapat dari teman2 yg laen lagee ?, maklum newbie butuh
pencerahan gmn sih sebetulnya suasana kompetisi di hutan lebat itu ?

*summon pak arie ^-^

-- 
blog : http://adityakircon.blogsome.com
ym : kirconboy
skype : adit_skype

Freedom is the right of all sentient beings (Optimus Prime)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke