Yohanes Santoso wrote:
> Hendy Irawan <[EMAIL PROTECTED]> writes:
> 
>> mungkin bang YS bisa menyambut sedikit tentang ini
> 
> 
> Hanya ingin menambahkan dua hal: pertama untuk tidak ragu. Nama
> Indonesia itu kurang terkenal dan kurang terkenal bukan berarti jelek.

beuh, ada tukang OT lewat, "good hacker katanya bisa diketahui, tapi
kalo great hacker nggak diketahui" =)) sembari siul-siul gw sebut gini
yang nyebut gembel cap pot jelek temen gw. ada lagi pepatah gini: "oh
jadi mossad agen rahasia yang rahasia gitu? hm sini gw ceritain kalo di
negara titik titik ada agen rahasia gitu tapi gak kedengaran sama gak
ketahuan, kan ya namanya juga rahasia". gw nggak sepenuhnya agree sama
dia lho, mck apaan sih heker aja dibahas... enakan belajar ruby lagi juga.

# kaburrr mo tidur

> Kedua mengenai pertanyaan AA sebelumnya:
> 
>> Aditya Agustyana wrote:
>>> apakah etos kerjanya ndak bagus ?, 
> 
> 
> Kalau ini benar2x tergantung individual. Di tempat saya bekerja, ada
> 22 software engineers. 4 dari India, 3 dari Indonesia (termasuk saya),
> 1 dari Malaysia, 1 dari UK, 6 dari mainland China, 7 dari US[1]. 
> 
> Semua, kecuali 1 Chinese dan 1 US-ian datang sekitar jam 0800-0830.  1
> dari Chinese sering datang telat jam 1030-1100, dan 1 US-ian datang
> pagi sekali sekitar jam 0630.

wah ngomong-ngomong soal jam keberangkatan dan jam kepulangan hihi asik
juga diobrolin =)) kalo disini ada indonesian yaitu saya sendiri satu
ekor biasa datang nggak pasti, yang jelas biasanya jam 10-an (terhitung
early nih) atau 11-an ya setelat-telatnya jam 1-an deh -_- trus
pulangnya ya jam 8-an (kalo diajak/ditarik2x dinner bareng dg bule
spanyol prancis dst huahahahah geli banget gw liat impresi reaksi temen
yang dulu pas di JKT bareng gw cerita gini) biasanya si jam 9-an malah
saya sukanya sendirian aja di kantor sementara yang lain pulang, mungkin
kisaran jam setengah sepuluhan gitu ato jam 10-an kali baru saya pulang.
Ada lagi Rusia, datengnya jam 9-an pulang jam 7-an. Ada lagi Iran,
datengnya jam 8-an pulang jam 6-an. Ada lagi India, datengnya jam ...
hmm nggak jelas juga nih orang sama kayak gw hehehe bisa bisa dia malah
datangnya jam 4 sore! Hm, ada lagi orang arab datangnya yaa telatan dia
biasanya jam 1-an gitu deh, pulang jam 8-an, orang Finland datang jam
10-an pulang jam 7 ato 8-an lah, orang Cina dateng jam 12-an pulang jam
8-an. orang jerman 3 biji eh 2 dateng jam 8-an pulang hmm.. jam 8-an
(gila emang nih pada kuat2x apa ya dikasi nutrisi apa tu penasaran gw
liatin makanan mereka sayur-sayuran jadi sehat2x + walau tiap hari ya
makan nasi juga ketemu kita kita ;-) ) ada orang polandia 2 biji dateng
jam 9-an pulang jam 6-an (ah ini mah teng tong normal kek sistim absensi
kemarin yak bleh) ada orang .... haduh capek ah! gak jadi reply -_-

> Yang bekerja rata2x lebih dari 10 jam[2] hanya ada 5 orang: semua orang
> Indonesia, 1 Indian dan 1 USian (dia yang teratur datang jam
> 0630). Sebenarnya yang 1 USian itu bekerja lebih keras dari
> semuanya. Mungkin setiap minggu dia kerja 65-75 jam. Sering kali saya
> coba untuk mengimbanginya tapi saya tidak mampu.
> 
> Yang paling sering ngobrol selagi berkerja adalah 3 orang dari
> China. Luar biasa annoying karena mereka hanya punya dua volume
> settings: loud and louder. 3 Chinese lainnya jauh lebih professional
> dari 3 yang pertama.
> 
> Menurut pengalaman saya sejauh ini, etos kerja adalah hal
> individual. Saya tidak pernah dengar boss atau teman sekerja yang
> pernah meng-generalise etos kerja seseorang dari
> nationality-nya. Jadinya tidak pernah saya dengar atau curi dengar ada
> yang berbicara seperti: kita hire orang2x India saja karena mereka itu
> pintar dan rajin. Tentunya juga tidak berarti tidak ada yang berpikir
> seperti itu...

+1, we don't judge a person by his nationality.

Damn, I miss the time when I can disagree with you again, Yohanes. Cos
it seemed like we got no different thought. Maybe next time lah.

> YS
> 
> 
> Footnotes: 
> [1]  Saya
> sengaja tidak memberitahu etnik dari orang2x ini karena saya yakin itu
> tidak ada hubungannya dengan etos kerja dan hanya akan jadi
> distraction. Saya memberitahu nationalities dari orang2x ini karena
> contextnya menyinggung classification by countries.



> [2]  Saya mengerti bahwa jumlah jam kerja bukan ukuran produktifitas dan
> ukuran etos kerja yang lengkap. Tapi menurut saya, orang yang secara
> _teratur_ rela mengorbankan jam pribadinya untuk melakukan sesuatu,
> kemungkinan besar mempunyai dedikasi tinggi dan serius terhadap
> sesuatu itu.

hm, menarik banget memang soal keteraturan tsb, saya pikir ada benarnya
juga ya, pasti punya dedikasi tinggi, serius, dicintainya benar dgn apa
yang dilakukannya itu.

-- 
arie
http://ariekusumaatmaja.wordpress.com
Ada Ruby di FaceBook! www.facebook.com



Kirim email ke