Hendy Irawan <[EMAIL PROTECTED]> writes:

> mungkin bang YS bisa menyambut sedikit tentang ini


Hanya ingin menambahkan dua hal: pertama untuk tidak ragu. Nama
Indonesia itu kurang terkenal dan kurang terkenal bukan berarti jelek.


Kedua mengenai pertanyaan AA sebelumnya:

> Aditya Agustyana wrote:
>> apakah etos kerjanya ndak bagus ?, 


Kalau ini benar2x tergantung individual. Di tempat saya bekerja, ada
22 software engineers. 4 dari India, 3 dari Indonesia (termasuk saya),
1 dari Malaysia, 1 dari UK, 6 dari mainland China, 7 dari US[1]. 

Semua, kecuali 1 Chinese dan 1 US-ian datang sekitar jam 0800-0830.  1
dari Chinese sering datang telat jam 1030-1100, dan 1 US-ian datang
pagi sekali sekitar jam 0630.

Yang bekerja rata2x lebih dari 10 jam[2] hanya ada 5 orang: semua orang
Indonesia, 1 Indian dan 1 USian (dia yang teratur datang jam
0630). Sebenarnya yang 1 USian itu bekerja lebih keras dari
semuanya. Mungkin setiap minggu dia kerja 65-75 jam. Sering kali saya
coba untuk mengimbanginya tapi saya tidak mampu.

Yang paling sering ngobrol selagi berkerja adalah 3 orang dari
China. Luar biasa annoying karena mereka hanya punya dua volume
settings: loud and louder. 3 Chinese lainnya jauh lebih professional
dari 3 yang pertama.

Menurut pengalaman saya sejauh ini, etos kerja adalah hal
individual. Saya tidak pernah dengar boss atau teman sekerja yang
pernah meng-generalise etos kerja seseorang dari
nationality-nya. Jadinya tidak pernah saya dengar atau curi dengar ada
yang berbicara seperti: kita hire orang2x India saja karena mereka itu
pintar dan rajin. Tentunya juga tidak berarti tidak ada yang berpikir
seperti itu...

YS


Footnotes: 
[1]  Saya
sengaja tidak memberitahu etnik dari orang2x ini karena saya yakin itu
tidak ada hubungannya dengan etos kerja dan hanya akan jadi
distraction. Saya memberitahu nationalities dari orang2x ini karena
contextnya menyinggung classification by countries.

[2]  Saya mengerti bahwa jumlah jam kerja bukan ukuran produktifitas dan
ukuran etos kerja yang lengkap. Tapi menurut saya, orang yang secara
_teratur_ rela mengorbankan jam pribadinya untuk melakukan sesuatu,
kemungkinan besar mempunyai dedikasi tinggi dan serius terhadap
sesuatu itu.

Kirim email ke