Inna lillahi wainna ilaihi rajiun

Sudah pantas bila Allah SWT menurunkan azabnya di bumi indonesia
Karena para pemimpin negeri ini sudah terlenakan dan tak mampu 
melihat azab-azab kecil yang selama ini sudah ditunjukkan. Tsunami 
aceh, gempa jogja, banjir rob jakarta, lumpur lapindo, dsb..

Apalagi, sekeras-kerasnya azab akan dijatuhkan kepada para pemimpin 
dan penimbang hukum yang zalim (hakim, jaksa, aparat penegak hukum 
lain), apabila mereka lalai dalam menjaga amanah, membenarkan yang 
salah dan menyalahkan yang benar, itu sudah janji Allah SWT..

Wahai para bapak, jagalah istri dan anakmu, karena mereka adalah 
tanggung jawab kita terdekat..

Salam,
Arief
Yang sudah sangat muak


--- In [email protected], º» índrí « º <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Dari milis tetangga
> 
> sedih....   
> 
>     BR 
> º» índrí «º
> 
> 
> 
>  
> 01/03/2008 12:48 WIB 
> Ibu Hamil Meninggal Kelaparan 
> Beras 1 Liter untuk 3 Hari
> Gunawan Mashar - detikcom
> Makassar - Ny Basse (27), ibu hamil 7 bulan meninggal kelaparan 
setelah tiga hari tidak makan. Isi dompet ibu 4 anak ini tidak cukup 
untuk menghidupi keluarganya. Sehari-hari dia hanya mampu membuat 
bubur dari seliter beras yang dibelinya. 
> 
> Karena kondisi yang serba kekurangan, biasanya beras satu liter 
itu dimasaknya untuk tiga hari.
> 
> "Saya sering memperhatikan Basse beli beras 1 liter untuk 3 hari. 
Kalau pagi masak bubur, siang nggak makan. Kalau malam kadang makan 
kadang nggak. Yang dimakan bubur terus supaya hemat," ujar Lina di 
Rumah Sakit Haji, Jl Daeng Ngepe, Makassar, Sabtu (1/3/2008).
> 
> Lina adalah kerabat yang menolong Basse untuk tinggal gratis di 
rumah panggung berlantai dua yang dimiliknya. Awalnya, Basse 
membayar uang sewa untuk satu kamar di lantai atas rumahnya sebesar 
Rp 50 ribu per bulan.
> 
> Namun melihat keadaan Basse yang serba kekurangan, Lina 
membebaskan biaya sewa kamar untuk Basse dan keluarga. Meski 
demikian, Basse tahu diri. Dia rajin mencuci pakaian dan berbenah di 
rumah Lina.
> 
> Lina mengatakan, Basse sehari-harinya dikenal pendiam dan jarang 
bergaul oleh tetangga sekitar rumah. Basse juga tidak pernah 
mengeluh ke tetangganya kalau kekurangan uang. Selain pendiam, Basse 
juga jarang berbicara termasuk dengan dirinya.
> 
> Lina bercerita, meskipun miskin, Basse tidak pernah meminjam uang 
kepada tetangga. Namun demikian, tetangga yang sering melihat anak 
Basse mengeluh kelaparan bersimpati dengan memberikan uang Rp 5 ribu 
kepada anak-anaknya maupun Basse.
> 
> "Kalau dikasih syukur, kalau nggak dia tidak akan pinjem," jelas 
Lina.
> 
> Basse dan suaminya, Basri, memiliki empat anak bernama Salma (9), 
Baha (7), Bahir (5), dan Aco (4).
> 
> Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Basse dan anak-anaknya 
menderita kelaparan berat, sehingga menyebabkan diare akut. Penyakit 
ini tidak mampu ditanggungnya. Dia meninggal bersama janin yang 
dikandungnya. 5 Menit setelah Basse menghembuskan nafas terakhir, 
putranya Bahir (5) juga tewas.
> 
> Dua anak Basse, Salma dan Aco, kini dirawat di Rumah Sakit Haji, 
Jalan Daeng Ngape, Makassar. Keduanya ditemani Lina.
> ( nik / umi ) 
> 
> 
> Sementara itu......... .
> 
> 
> 
> Edisi. 01/XXXVII/25 Februari - 02 Maret 2008 Ekonomi dan Bisnis 
> Ketika Prajogo Mantu
> Tiga menteri dan ratusan pengusaha kakap hadir di Singapura. Total 
aset mereka satu triliun dolar, ujar seorang konglomerat. Ada 
berlian 100 karat seharga 35 juta dolar. LAGU Popsicle Toes dari 
penyanyi smooth jazz Michael Franks mengalun lamat-lamat. Suara 
lembut itu akhirnya terbenam dalam riuhnya percakapan sekitar 600 
hadirin yang mengisi penuh semua kursi dalam formasi meja bundar di 
Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Millennia, Singapura. Sabtu malam 
dua pekan lalu itu, mereka datang di pesta perkawinan putri taipan 
Prajogo Pangestu, Nancy, yang dipersunting pria Prancis, Nicolas 
Tabardel. 
> Sebuah big-band tiba-tiba menghentakkan musik pembuka acara. Sorot 
lampu benderang di panggung lalu terfokus pada para musikusnya—
sejumlah pria bule. Hadirin terkesiap, lalu memberi aplaus ketika 
master of ceremony membuka perhelatan megah dengan sejumlah kristal 
raksasa yang menggantung di atap ruang pesta itu. Di tengah setiap 
meja terpajang tonggak warna emas dan perak berhiaskan lilin dan 
kembang sedap malam.
> Salad lobster, sup porcini, daging wagyu kelas satu, yang diselipi 
jamur dan tomat, disajikan berurutan dalam cara hidang rijstafel. 
Pesta bernuansa Barat dalam suasana Imlek itu—banyak perempuan yang 
mengenakan busana cheongsam—diselingi toast para tamu. "Untuk 
kebahagiaan mempelai berdua, mari kita bersulang... ," teriak sang 
pembawa acara. Lalu, triiing... gelas-gelas berisi anggur kelas 
wahid Dom Perignon saling beradu. Hadirin bertepuk-tangan.
> Glamor di seberang Teluk Singapura ini hanya bisa tertandingi oleh 
kenduri perkawinan berlian Liem Sioe Liong atau Sudono Salim. Pria 
kelahiran Fukien, Cina, hampir 92 tahun silam ini adalah pendiri 
kerajaan bisnis Grup Salim, yang pernah berpuluh tahun bertengger di 
puncak tangga orang terkaya di Indonesia. Om Liem merayakan pesta 
usia perkawinannya yang ke-60 itu di Shangri-La Island Ballroom, 
Hotel Shangri-La, di kawasan mentereng Orchard Road, Singapura, 
April 2004. 
> Saat itu hadirin betul-betul mendapat perlakuan istimewa. Mereka—
umumnya saudagar besar dan bekas pejabat era Orde Baru—dijemput 
khusus dengan pesawat Singapore Airlines. Tampak mantan Menteri 
Penerangan Harmoko, eks Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, bekas 
Menteri Transmigrasi Siswono Yudhohusodo, dan mantan Ketua DPR Akbar 
Tandjung. Ratusan pebisnis yang namanya berkibar belakangan setelah 
Soeharto lengser ikutan hadir, semisal Harry Tanoesoedibjo dari 
Bhakti Investama dan Chaerul Tanjung, bos Bank Mega dan Trans TV 
(Tempo, 25 April 2004). lll
> 
> Prajogo Pangestu, 64 tahun, menyambut tetamunya dengan berpidato 
memakai teks dalam bahasa Indonesia aksen Mandarin. Bos Barito 
Pacific yang dalam dua tahun terakhir namanya masuk daftar majalah 
Forbes Asia, sebagai 20 besar orang terkaya di Indonesia ini 
menyinggung sebuah kisah lama, saat si kecil Nancy dilepas belajar 
ke Singapura meski belum genap berusia empat tahun. Mata Nancy 
berkaca-kaca. Nicolas lalu didaulat menyanyikan My Way, yang biasa 
dilantunkan oleh Frank Sinatra. 
> Daya pikat pesta tak sebatas lagu-lagu nostalgia, kristal, 
semerbak bunga dan kaviar hitam dari Laut Kaspia, tapi juga pada 
seonggok benda gemerlap yang menggelayut di dada istri Prajogo, 
Herlina Tjandinegara. Tengoklah liontin putih yang terus-menerus 
berkilau "mengganggu" pandangan mata itu. Ups! ternyata berlian 
super-langka seberat 100 karat, sebesar jempol kaki orang dewasa, 
salah satu yang terbesar di dunia yang, konon, dibeli pada 1990 di 
Amerika. "Ini memang investasi saya," kata Prajogo. Harganya? Sang 
taipan hanya tersenyum. Tapi ada yang menaksir "cuma" US$ 35 juta 
atau sekitar Rp 300 miliar. 
> Tak berlebihan kalau ada yang berbisik bahwa inilah pesta taipan 
terbesar di awal Tahun Tikus. Tengoklah pula tamu-tamu yang hadir di 
sana. Di meja sentral, yang berseberangan dengan tempat sahibul 
hajat, duduk Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat 
Aburizal "Ical" Bakrie, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu dan 
Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban. Bersama bekas Menteri BUMN Tanri 
Abeng, mereka mengapit Madame Ho Ching, CEO Temasek Holdings, yang 
juga istri PM Singapura Lee Hsien Loong. 
> Sang Madame yang tahun lalu dijuluki majalah Time sebagai satu 
dari 100 orang berpengaruh di dunia, rupanya betah duduk hampir lima 
jam hingga acara usai. "Pestanya luar biasa dan menyenangkan bisa 
bertemu banyak orang," kata Ho Ching. Semula ia bakal disandingkan 
dengan mantan Presiden Megawati dan Taufik Kiemas, namun mendadak 
Taufik kurang sehat sehingga batal hadir. Ia mengirim putrinya, Puan 
Maharani. Sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla "mengutus" 
kerabatnya, Aksa Mahmud, bos Bosowa Grup. Solihin Kalla, putra JK, 
ikut pula meramaikan pesta.
> Ratusan pengusaha terkemuka juga hadir. Dua konglomerat yang 
moncreng dan menjadi andalan di masa Orde Baru, Sudwikatmono dan 
Ibrahim Risjad, tampak hadir hingga acara usai. Keduanya bersama 
Liem Sioe Liong dan Djuhar Sutanto dijuluki The Gang of Four. 
Sayang, Om Liem batal hadir. "Karena flu berat," kata seorang 
panitia. Bos besar yang berpuluh tahun menjadi orang terkaya di 
Tanah Air itu diwakili putranya, Anthony Salim, CEO Salim Grup. Di 
kursi para taipan kawakan ini bergabung pula William Soeryadjaya, 
yang mulai uzur dan menggunakan kursi roda.
> Nama-nama beken yang akrab menghiasi majalah Fortune dan Forbes 
juga tampak. Ada keluarga grup Sinar Mas, Djarum (Budi Hartono), 
Sampoerna, Raja Garuda Mas (Sukanto Tanoto), Wings (Eddy William 
Katuari), Berca (Murdaya Po dan Hartati Murdaya), Mukmin Ali 
Gunawan, bos Panin Bank, Sugianto Kusuma atau Aguan, bos Artha Graha 
Grup, bahkan chairman Charoen Pokphand, Summet Jiaravanon. Dari bos 
media tampak Chaerul Tanjung (Trans TV), Surya Paloh (Metro TV), 
Peter F. Gontha (Q TV). "Saya datang karena Prajogo memang hopeng 
(kawan) sejak lama," kata Peter.
> Seorang taipan lalu berbisik, kalau ditotal, ini adalah pesta 
saudagar besar yang mempunyai aset senilai satu triliun dolar—kalau 
dikurskan ke rupiah menjadi lebih dari Rp 9.000 triliun! Nilai ini 
hampir setara dengan 12 kali APBN kita atau sekitar 3.000 kali 
pendapatan asli daerah terkaya di Indonesia, Kabupaten Kutai 
Kertanegara. Tanri Abeng, bekas CEO Bakrie Brothers, ikut 
mengangguk. Maka itulah, "Wah, kalau terjadi sesuatu di sini, kita 
bisa repot hehe," kata Tanri.
> Coba saja dikalkulasi. Temasek, perusahaan investasi milik Negeri 
Singa itu, beraset sedikitnya US$ 100 miliar (namun ada versi lain 
yang menghitung kekayaan sebenarnya lima kali lipatnya). Merekalah 
sang empunya Singapore Airlines, dan memutar US$ 11 miliar uangnya 
di Jakarta, di antaranya untuk memborong saham Bank Danamon dan Bank 
Internasional Indonesia. Ho Ching, 54 tahun, tampak terus-menerus 
ditempel dan berbisik-bisik dengan Tanri, Anthony, dan Sofjan 
Wanandi, bos Grup Gemala.
> Lalu Ical jangan dilupakan. Ia datang khusus dengan pesawat jet 
pribadi. Anggap saja Pak Menko, juragan Kelompok Bakrie, bekas 
saudagar besar pribumi yang tahun lalu namanya bercokol sebagai 
orang terkaya nomor wahid di republik ini. Belum lagi Anthony, 
Sukanto Tanoto (dua tahun lalu dinobatkan majalah Forbes Asia 
sebagai taipan terkaya Indonesia), Budi Hartono, dan beratus nama 
besar lainnya yang tak bisa disebutkan di sini.
> Para taipan itu seperti hendak "membenamkan" Singapura. Tengok 
saja lobi Hotel Ritz-Carlton, Grand Hyatt, Mandarin, juga Shangri-
La, ramai dengan tegur sapa para taipan dari Jakarta. Prajogo, 
selain menyiapkan tiket Singapore Airlines kelas bisnis, juga 
menyediakan 350-an kamar hotel berbintang untuk undangan tertentu. 
Mereka pulalah yang khusus diundang untuk pesta koktail, petang 
sebelum resepsi dan pemberkatan, dengan sajian kaviar hitam kelas 
wahid, sambil menenggak sampanye dan vodka diiringi lantunan Michael 
Franks, you're so brave to expose... all those... popsicle toes....
> Wahyu Muryadi (Singapura) 
> 
> 
> 
> 
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! 
Search. 
>  
> 
> 
>       
_____________________________________________________________________
_______________
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
>


Kirim email ke