udah jadi pakar safety riding nih sepertinya

zulux

  ----- Original Message ----- 
  From: [ andry ] 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, December 23, 2008 10:07 AM
  Subject: [InBike] Re: (SR) Safety yang Bukan Basa Basi


  Hehehehee .......... 
  Praktisi Training SR menyebutkan ada 3 tingkatan/level dalam berkendara : 
Safety Riding - Defensive Riding - Recovery Riding
  Defensive Riding ada di level di atas Safety Riding dimana pengendara sudah 
dapat memprediksi potensi bahaya di jalan raya. Sulit memang tapi butuh 
membiasakan diri. Kata sederhana nya adalah Berkendara Bertahan, jadi setiap 
gerak dalam berkendara si pengendara wajib menghitung potensi bahaya dalam 
upaya menghindari sebuah insiden.

  Nanti kalo ada sesi training lagi mas Bow mau saya undang liat-liat ? yah 
untuk lihat seperti apa metode yang kita lakukan gitu ganti :-)




  Rgds.

    1.. 



  On 12/23/08, bowie <[email protected]> wrote:
    gw sering denger Defensive Driving...
    maksudnya apa yahhh...

    ndak jelas ....


    2008/12/23 [ andry ] <[email protected]>



      sumber : 
http://alonrider.wordpress.com/2008/07/04/safety-yang-bukan-basa-basi/


      ================
      Safety yang Bukan Basa Basi


      Seorang rekan datang ke kantor dengan kaki pincang. Lututnya memar. Mata 
kaki kirinya lebam dan tergores. Dedi, sang teman, itu, mengaku terpeleset 
ketika menikung di pertigaan Jalan Antasari TB Simatupang, Jakarta Selatan. 
Sambil meringis memegangi kakinya, dia bergumam :


        "Padahal saya kenal betul jalan itu, karena tiap hari lewat." 

      Menurut Jusri Pulubuhu, training director dan founder Jakarta Defensive 
Driving Consulting (JDDC), kelalaian adalah faktor penyebabnya. Secara 
psikologis seseorang akan terbiasa dengan lingkungan berbahaya walaupun tingkat 
bahayanya tinggi (high risk expossures). Jika selalu berintraksi sehari-hari 
dengan kondisi tersebut, akan mengalami imune (kebal).

      Seperti yang dikatakan Jusri :

        "Pada saat itulah tingkat kewaspadaannya akan menurun dan lengah." 

      Pada saat lengah, ujar penyandang master instructor in on-off road 
defensive and skill driving for Schlumberger Group di North America, Europe, 
Australia dan Asia, itu, segala kualitas kemampuan juga ikut menurun, maka 
tidak heran kecelakaan pada kondisi ini terjadi. Jusri menyebut :


        "Solusinya, tanamkan dibenak untuk selalu waspada dan waspada."


      Rekan tadi mungkin sedikit lebih beruntung dibandingkan korban kecelakaan 
lalu lintas yang tinggi di Indonesia. Data Kepolisian Republik Indonesia, yang 
dikeluarkan Departemen Perhubungan, mengungkapkan rata-rata kematian di jalan 
raya mencapai 36 ribu orang per tahun dan 80 persen melibatkan pengendara 
sepeda motor. Menurut Jusri, kesalahan utama pengendara adalah salah 
mengantisipasi.

      Wakil Direktur Lalu Lintas Mabes Polri, Kombes Pol A.K Adjar Triyadi, 
punya ungkapan menarik soal sepeda motor. Ibaratnya, kata dia :

        "Motor itu besi yang dibungkus daging (orang). Berbeda dengan mobil 
yang dagingnya dibungkus besi." 



      Helm cetok, masih banyak pengendara yang menggunakan. Walau secara 
kualitas dan perlindungan, sangat meragukan.


      Jusri yang kenyang pengalaman safety riding di luar negeri ini 
menegaskan, seorang biker harian harus sadar apakah dirinya layak untuk 
mengendarai mobil atau motor hari ini? Dan apakah kendaraan siap dan laik 
jalan? Terakhir adalah selalu fokus dan waspada. Jusri menegaskan :


        "Karena mengemudi adalah full time job. Kalau hanya sekedar iseng, atau 
Anda sedang sakit jangan berkendara."

      Killing Field Di Jalan Raya

      Data Asian Development Bank (ADB) yang dilansir pada 2004 menyebutkan 
korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Indonesia mencapai 30 ribu jiwa per 
tahun, atau 82 orang per hari. Data juga menyebutkan : 

        Total kerugian akibat kecealakaan tak kalah besar, Rp 41 triliun 
setahun, setara 2,91 dari Gross Domestic Product (GDP). 

      Sementara data jumlah kecelakaan dari kepolisian pada 2007, tercatat 
16.548 kasus dengan kerugian materil mencapai Rp 103,29 miliar.



      Pantas jika Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa miris, karena jumlahnya 
jauh lebih besar dari korban flu burung. Kalla mengatakan, seperti dikutip 
tempointeraktif, dalam Peresmian Pekan Nasional Keselamatan Jalan Raya, akhir 
April silam.

        "Flu burung selalu menjadi perhatian besar di dunia, kita sering 
dimaki, padahal korban flu burung cuma seratus orang per tahun." 

      Menurut Kalla, kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat semakin 
banyaknya jumlah motor yang beredar di jalanan, ditambah mobilitas penduduk 
yang tinggi dan jalan yang rusak. Saat ini, kata dia, ada sekitar 35 juta 
sepeda motor beredar per harinya. 

      Kalla mengatakan :


        "Ditambah dengan teknologi kecepatan sepeda motor yang dulu 50 
kilometer per jam, sekarang 100 kilometer per jam." 

      Teknologi yang semakin berkembang tersebut, tentu menuntut ketrampilan 
dan perhatian ekstra bagi penggunanya. Untuk itu, Kalla menegaskan perlunya 
harmonisasi dari semua pihak.



      Jusri Pulubuhu menyebutkan, jalan raya tak ubahnya killing field. 
Pemahaman tentang keselamatan, kata dia, belum menyatu dengan individu. Peran 
leader, baik kepala pemerintahan maupun pimpinan perusahaan sangat penting. 
Menurut Jusri :


        "Kepedulian soal safety jangan berhenti sebagai slogan. Itu harus 
dilakukan secara konsisten, dari pimpinan tertinggi turun ke petinggi 
dibawahnya."

      Kepedulian Bersama

      Sejumlah pabrikan sepeda motor dan pelaku industri lain pun turut 
prihatin dengan tingginya angka kecelekaan sepeda motor. Salah satu produsen 
sepeda motor yang konsisten dengan program safety riding (keselamatan 
berkendara) adalah PT Astra Honda Motor (AHM) yang sejak 2002 mempelopori 
kampanye safety riding di Tanah Air. 

      Menurut Senior GM Technical Service Div./Safety Riding Center AHM A.S. 
Tedjosiswojo, sepeda motor memiliki kontribusi terhadap angka kecelakaan. Dan 
AHM sebagai produsen memiliki tanggung jawab melalui program safety riding yang 
menjadi tugas mulia dan berkontribusi terhadap keselamatan berkendara.



      Begitu pula Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang sejak lama 
menggelar program Yamaha Safety Riding Science. Dyonisius Beti, Wakil Presiden 
Direktur YMKI menjelaskan, program itu merupakan bukti komitmen perusahaan 
terhadap keselamatan berkendara pengguna motor di Indonesia dan sejalan dengan 
gerakan safety riding yang dikampanyekan dunia.



      Sedangkan Shell Indonesia juga mempelopori kampanye keselamatan dengan 
serangkaian program yang mendidik. Diantaranya dengan meluncurkan kampanye 
Child Safety atau Keselamatan Anak-Anak yang bertujuan meningkatkan kesadaran 
orang tua dan anak-anak mengenai bahaya yang mungkin terjadi di sebuah SPBU. 

      Pada akhir Maret 2008 lalu, Shell menggelar kampanye keamanan berkendara 
di Blitz Megaplex, Jakarta. Sejumlah klub motor besar dan komunitas sepeda 
motor meramaikan acara yang dibarengi nonton bareng MotoGP. Menurut Ria R 
Christina, Brand & Communication Manager Shell Indonesia, acara itu untuk 
meningkatkan kesadaran keamanan para pengendara motor Tanah Air.



      Bintarto Agung, Ketua Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC), salah 
satu pembicara yang dihadirkan Shell, menyebutkan, persoalan keselamatan dan 
keamanan bersepeda motor sangat tergantung kondisi mental seorang biker. 
Bintarto mengatakan :


        "Saya kira, dengan saling respect antar sesama pengguna jalan, mematuhi 
peraturan lalulintas yang berlaku, akan mampu mengurangi kecelakaan di jalan."

      Akhir Mei lalu, Shell juga meluncurkan program "Road Safety: Think 
Safety, Act Safely" dengan melibatkan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di 
Jakarta. Program yang merupakan bagian dari investasi sosial/CSR Shell 
Indonesia ini bertujuan memberikan kontribusi secara aktif terhadap keselamatan 
dan keamanan berkendara di jalan.

      Klub roda dua yang sudah mapan, seperti Honda Tiger Miling List (HTML), 
Forum Safety Riding Jakarta (FSRJ), Yamaha MX Club Indonesia (YMCI), Depok 
Tiger Club (Detic), Yamaha Vega Mailing List (YVML), Suzuki 2 Wheels Community 
(S2W), dan lain-lain melengkapi diri dengan aturan baku organisasi mengenai 
keselamatan berkendara. Pelan tapi pasti kesadaran untuk mengutamakan 
keselamatan di jalan mulai menjadi kebiasaan. Walau baru sebagian kecil yang 
melakukan, setidaknya ada yang peduli, dari pada tidak sama sekali.

      Persiapan Riding

      Naik motor itu mudah. Putar kunci kontak, starter, masukan gigi, gas, 
dan…go! Namun apakah segampang itu riding? Setidaknya ada sejumlah aturan 
mendasar yang wajib dipatuhi seorang biker yang bertanggung jawab. Kenapa 
bertanggung jawab? Ya, sang biker, selama berkendara, harus mempunyai tanggung 
jawab yang tinggi terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain di 
sekitarnya.



      Langkah sederhana, namun ternyata sulit dilakukan bila tidak 
dibiasakan:selalu memeriksa kondisi motor sebelum digunakan. 

      Ini yang saya lakukan saban hari sebelum menunggang motor. Hal ini perlu 
saya lakukan mengingat jarak tempuh yang cukup jauh sekali jalan menuju ke 
tempat kerja: 42 kilometer. 

      Riding Gear :

      Helm fullface with balaclava.



      Sepatu biker.



      Knee protector.



      Glove with protector.



      Full bodyprotector.



      Jaket.



      Cek Motor :

      Head lamp harus nyala.



      Lampu belakang dan rem menyala.



      Cek rem depan belakang.



      Sein kiri-kanan depan-belakang nyala.



      Cek tekanan angin dan kondisi ban.



      Tegangan dan kondisi rantai.



      Cek posisi spion.



      Setelah OK, lakukan pemanasan / peregangan tubuh.



      Satu lagi yang sangat penting, yaitu sikap berkendara : 

        Mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Dan respect terhadap 
pengguna jalan lainnya.

      Servis Rutin: Wajib!

      Disamping cek harian, rutin servis di bengkel juga perlu dilakukan. 
Biasanya setiap 1500 kilometer. Jarak tempuh sejauh itu saya capai dalam waktu 
kurang dari sebulan. Servis rutin selalu dibarengi dengan penggantian oli. 
Pelumas standar pabrikan sudah mencukupi untuk digunakan di motor standar.

      Lalu apakah tidak boleh menggunakan oli selain pelumas standar? Tentu 
boleh dan bisa dilakukan. Hanya saja, konsumen wajib mengetahui kualitas oli 
pengganti tersebut. Cara paling mudah: beli pelumas bermerek yang populer, 
semacam: Pertamina, Shell, Castrol, Repsol, Petronas, dan lain sebagainya.

      Shell Advance misalnya, yang dilengkapi DPA (Dynamic Performance 
Additive). DPA merupakan teknologi pendukung yang terbukti dan dipercaya dapat 
membantu mengatur oksidasi di dalam mesin yang membuat pelumas tetap "young and 
fit" , sehingga para pengendara sepeda motor dapat merasakan daya respon yang 
lebih dari sepeda motor mereka.



      Shell Advance juga mencegah penguraian didalam mesin, sehingga pelumas 
terus bekerja sampai saat penggantian pelumas yang berikutnya. Selain itu Shell 
Advance juga memiliki detergen khusus yang mendukung kebersihan komponen dengan 
melepaskan kemudian meluruhkan partikel karbon hitam yang membandel secara 
aman. Kelebihan-kelebihan tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja mesin 
motor sehingga menjadi lebih prima. 

      Keunggulan dari performa dan teknologi yang dimiliki Shell Advance telah 
diuji di ajang balap internasional oleh Ducati. Shell Advance telah berhasil 
meraih kepercayaan dari tim Ducati pada ajang MotoGP dan Superbike.

      Terus oli apa yang saya gunakan? Sampai hari ini saya masih setia dengan 
oli pabrikan: Yamalube 4T. Selain harganya terjangkau, juga ada edisi khusus 
kemasan Yamalube Goes To MotoGP: Valentino Rossi sedang ngepot ditikungan.



      ================

      -- 
      - B 6193 KPL - KHCC 011 - HCST 015 - 
      Wear a helmet! Even if you don't care about yourself, I'll bet someone 
does !
      http://www.jalanraya.net/
      http://www.tokohelm.com/
      http://adventuride-indonesia.com/
      http://www.andryberlianto.co.cc/
      ----------------------------------------------

      http://www.jalanraya.net/
      http://www.tokohelm.com/
      http://adventuride-indonesia.com/
      http://www.andryberlianto.co.cc/
      ---------------------------------------------- 
      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda tergabung dalam milis Indosat Bikers Community (InBike)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk mendaftar kirim email data diri ke [email protected]
Untuk keluar milis kirim ke [email protected]
Untuk mengirim ke milis email ke [email protected]
http://www.inbike.org
http://inbike-2006.fotopic.net
http://inbike.multiply.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke