hmm...

kalau mengandalkan peran Negara (Pemerintah), kayaknya bakal susah deh...
lihat aja nasib para veteran perang kemerdekaan. bagaimana dg tunjangan mereka?

gue ada kenal atlit atletik yg pernah berlaga di asean games jaman dulu dan 
kalo gak salah cukup
berprestasi. tapi sekarang nasibnya cukup bikin terharu. jualan teh botol di 
senayan. padahal
fisiknya masih bagus. kalau sore2 masih sering lari beberapa putaran keliling 
senayan. lari lho,
bukan jogging.

tapi apa karena gue yg jarang nonton tv atau emang berita ttg Blue Energy ini 
gak ada di TV ya?
kok gak kedengaran lagi?
or is this a hoax?? i sure hope not!

--- Erianto Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Hi,
> 
>  
> 
> Kalau teknologi seperti ini diserahkan ke Negara, maka yang terbaik bagi si
> penemunya adalah bahwa dia mendapatkan penghargaan (Rp 5 M - 10 M) PLUS
> penjaminan hidup seumur hidup dan bisa diwariskan (misal 30 juta per bulan
> seumur hidup untuk dia dan keturunannya) selama Negara ini berdiri PLUS x%
> dari setiap alat yang terjual (juga bisa diwarsikan).
> 
>  
> 
> Salam,
> 
> Eri
> 


a.r.l.a.n


      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke