Mustinya pemerintah punya dana abadi yg bisa:
1. memberikan minimal 50 juta per bulan (sampe si atlet meninggal)
kepada atlet yg dapat emas olimpiade
2. 20 juta utk level asia
3. 10 juta utk level SEA
Demikianlah..
________________________________
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Arlandi Landjono
Sent: 5. joulukuuta 2007 9:22
To: [email protected]
Subject: Balasan: RE: Balasan: RE: Balasan: RE: [Indo-StarTrek]
Blue Energy
hmm...
kalau mengandalkan peran Negara (Pemerintah), kayaknya bakal
susah deh...
lihat aja nasib para veteran perang kemerdekaan. bagaimana dg
tunjangan mereka?
gue ada kenal atlit atletik yg pernah berlaga di asean games
jaman dulu dan kalo gak salah cukup
berprestasi. tapi sekarang nasibnya cukup bikin terharu. jualan
teh botol di senayan. padahal
fisiknya masih bagus. kalau sore2 masih sering lari beberapa
putaran keliling senayan. lari lho,
bukan jogging.
tapi apa karena gue yg jarang nonton tv atau emang berita ttg
Blue Energy ini gak ada di TV ya?
kok gak kedengaran lagi?
or is this a hoax?? i sure hope not!
--- Erianto Rachman <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:erianto.rachman%40gmail.com> > wrote:
> Hi,
>
>
>
> Kalau teknologi seperti ini diserahkan ke Negara, maka yang
terbaik bagi si
> penemunya adalah bahwa dia mendapatkan penghargaan (Rp 5 M -
10 M) PLUS
> penjaminan hidup seumur hidup dan bisa diwariskan (misal 30
juta per bulan
> seumur hidup untuk dia dan keturunannya) selama Negara ini
berdiri PLUS x%
> dari setiap alat yang terjual (juga bisa diwarsikan).
>
>
>
> Salam,
>
> Eri
>
a.r.l.a.n
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/ <http://id.yahoo.com/>
[Non-text portions of this message have been removed]