Hi, Jadi menurut anda (Roy dan Heri) tetap ada dinding pemisah antara fisika dan metafisika? Atau fisik dan spiritual? Ga apa2 ini toh diskusi terbuka.
Saya berkata, Physics is behind everything in the universe. Kalimat di atas bisa diartikan: Di luar universe kita, belum tentu fisika yang sama berlaku. Tapi kebanyakan orang seringnya langsung berkesimpulan bahwa di luar universe berarti domain spiritual. Atau metafisik. Bahkan Stephen Hawking pernah bertanya, kalau Universe bisa hancur, maka dimanakah letak Tuhan? Berarti Tuhan bisa hancur juga? Pertanyaan Hawking itu menyebabkan ia disebut sebagai Atheis. Lalu seluas apakah alam fisija ini? Dimana batas antara fisika dan metafisika? Fisik dan spiritual? Apa yag terjadi saat kita berdoa? Dan kemudian kita merasa bertemu Tuhan? Apakah ini spiritual? Apakah ini fisika murni? DS9 adalah contoh yang sangat baik yg diutarakan oleh bung Roy. The Prophet dianggap "Tuhan" oleh penduduk Bajor. Tapi dianggap sebagai "wormhole alien" oleh Federation. Tuhan dianggap sama dengan Alien? Tentunya kalo ini terjadi di sini, pasti udah terjadi perang agama. Contoh di atas menggambarkan bahwa adanya tingkat pemahaman spiritual. Bajoran cukup puas menganggap The Prophet itu Tuhan. Selesai. Federation bilang, The Prophet Cuma alien yang bisa bikin wormhole. Itu doang. Sama seperti Q (bahkan mungkin Q jauh lebih berkuasa dibandng the Prophet) So sekali lagi, dimana batas itu? Sekecil apakah kita memandang alam kita? Atau ternyata ada yangn sudah menemukan bahwa ternyata alam ini sangat luasnya? Saya baca beberapa buku dan mengkajinya bersama beberapa orang. Karena banyak maka saya tuangkan di blog. Silahkan jalan2 ke www.human-earth.blogspot.com Salam, ER
