Beberapa teman, baik japri maupun jaum, menanyakan tiket terbang ke Latin.  
Bisa saja saya jawab saya bukan agen jadi kurang tahu persisnya (he .. he .. 
he).  Harga tiket itu musiman.  Ada peak season, ada harga untuk 1 bulan, 3 
bulan, 6 bulan, bahkan 2 tahun.  Harga dalam jangka waktu tertentu maksudnya 
adalah jarak antara keberangkatan dan kedatangan.  Makin jauh rentangnya, makin 
mahal harganya.  Sebagai misal, untuk terbang ke Latin kali ini jarak berangkat 
dan ketibaan tiket saya sekitar 43 hari.  Artinya saya mesti membayar harga 1 
tahun (Malaysia Airlines saat itu tidak punya harga 6-bulanan).  Selisihnya 
hampir 20%.  Karena pembatasan waktu itulah jarak terbang Buenos Aires - Lima 
(berangkat) dan Santiago - Buenos Aires (pulang) saya rancang mepet waktu, 29 
hari.

Kalau tidak salah ingat juga ada 3 jenis peak season yang tergantung 
tanggalnya.  Mungkin sekitar Juni, Agustus, dan Desember.  Mengingat musim di 
belahan utara dan selatan berbeda, peak season di masing-masing belahan juga 
berbeda.  Di belahan utara Juni adalah musim semi, di Santiago/Buenos Aires 
Juni itu bulan menjelang musim dingin.  Makanya teman-teman kenalan di jalan 
banyak mengambil jalur yang berbalikan dari saya.  Ada yang memulai dari 
Ushuaia (kota terselatan di dunia) ke utara Argentina, Brasil, Venezuela, 
Columbia, Ecuador, Peru, Bolivia, Paraguay.  Semuanya jalan darat dalam 
kira-kira 4 bulan!  Dengan memulai dari Selatan, mereka tiba di setiap tempat 
pada saat sinar matahari masih murah.  Di hari-hari ini, di belahan selatan 
matahari sangat mahal.  Bisa muncul sejam dalam sehari sudah sangat disyukuri.  
Dari terang tanah hingga jelang malam suasana seperti tidak berubah.  Langit 
seperti mau menagis setiap saat.

Untuk terbang ke Latin paling tidak ada 4 jalur yang bisa dipakai.

Pertama, transit di USA (trans Pasifik).  Kalau senang memilih jalur ini, 
silakan menghiba-hiba ke kedutaan USA hanya sekadar minta visa transit (maaf 
kalau dianggap sinis).

Kedua, via Eropa.  Untuk penerbangan trans Atlantik ini juga perlu visa 
transit.  Jangan lupa, orang yang masuk Eropa dari mayoritas negara Latin 
(baliknya) perlu membuktikan diri dengan sertifikat vaksinasi Yellow Fever.  

Ketiga, trans Pasifik via Sydney (Melbourne) - Aucland - Santiago/Buenos Aires. 
 Untuk ancer-ancer, kenalan saya orang Aussie di Machu Picchu mengeluhkan tiket 
jalur ini yang hampir ASD3000.  Itu harga paling murah.  Kalau mau ambil jalur 
ini silakan menambah dengan harga tiket bolak-balik ke Jakarta.  Setahu saya 
belum ada Air Asia yang melayani penerbangan Jakarta negeri kanguru.

Keempat, via Afrika Selatan atau trans Hindia trans Atlantik.  Saya pakai ini 
jalur ini karena kebetulan paling murah dan memungkinkan berhenti di Afrika 
Selatan.  Siapa tidak kepingin bisa melihat Lineas de Nazca, Machu Piccu, 
Tiwanaku, Salar de Uyuni dan diberi bonus singgah di taman nasional Afrika?

Untuk tiket 1 bulanan harga berbagai jalur sangat bervariasi, untuk tiket 1 
tahun jatuhnya paling banter berselisih 10%.  Yang pasti frekuensi penerbangan 
ke-4 jalur itu terhitung jarang.  Sebagian besar sekali sepekan dan hanya 
beberapa yang 2x sepekal.  Jadinya memang seperti monopoli.  Tahu sendiri kalau 
monopoli mana ada yang murah?  Sudah tidak murah kursi selalu penuh.  Yang 
antri di depan saya saat boarding di Buenos Aires hampir 2 bulan sekali pulang 
balik Shanghai - Buenos Aires.  Katanya, pesawatnya selalu sesak.

Kalau teman-teman punya rencana ke Latin dan hanya punya waktu libur 3 atau 4 
pekan, saran saya lebih baik diurungkan saja!  Terbang lebih dari 2 hari itu 
melelahkan, belum lagi sampainya malam hari yang otomatis perlu penginapan yang 
sudah pasti di tempat tujuan agar badan bisa rehat secukupnya.  Pada saat tiba 
di Lima saya tidak merasakan jet lag sama sekali.  Mungkin karena waktunya 
mundur 12 jam.  Kemarin saat terbang dari Buenos Aires - Cape Town, jet lagnya 
nggak bisa ditolak.  Selisih waktu BA dan CT 7 jam, persis sama dengan lama 
penerbangannya.  7 jam di pesawat dengan 2 kali makan (malam setelah take off 
dari BA dan pagi menjelang mendarat di CT) hanya menyisakan waktu tidur kurang 
dari 4 jam.  Apa cukup untuk badan dengan jadual tiap hari lebih berat 
ketimbang orang bekerja rutin?

Salam dari Cape Town




----- Original Message ----
From: Dito Muluk <[EMAIL PROTECTED]>
To: joko santoso <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, 15 June 2007 1:07:04
Subject: Re: [indobackpacker] San Petro, Calama, La Serena

halo mas Joko, apa kabarnya disana? nama saya dito dan saya sangat tertarik 
untuk travelling ke daerah south america mungkin mas tahu flight termurah 
kesana itu apa n pada bulan2 apa saja ada flight tsb dan kisaran harganya 
pastinya?

terima kasih kalau mas mau memberikan sedikit info tsb.


      
____________________________________________________ 
Yahoo! Singapore Answers 
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know at 
http://answers.yahoo.com.sg

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke