Bro Anwar,

Bukan kah berarti dalam hal ini acara Jejak Petualang sudah berlaku 
jujur dengan menggambarkan apa adanya kehidupan masyarakat disana, 
tanpa mencoba memaksakan nilai-nilai atau pesan perlindungan dari 
masyarakat pendatang.

Bahwa seperti itu masyarakat Dayak telah hidup secara turun menurun 
memenuhi kebutuhan protein hewani mereka. Dan laju penggantian hewan 
buruan mampu mengimbangi laju perburuan(pernyataan ini tentu bisa 
diperdebatkan)

Tp kalo pertanyaannya apakah aksi 'berdarah' seperti itu layak 
tayang, ato tentang alur acara yang 'I was here and there'...gak tau 
juga deh...

yang pasti gw ikut seneng banget si Bolang masuk prime time...

tabik,
Puguh

--- In [email protected], anwar siswadi <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Gilee, barusan banget nonton Jejak Petualang di Trans 7. Kayaknya 
lokasinya di Kalimantan, sebab gue gak nonton dari awal. Medina Kamil 
(host) dkk disana, dipandu penduduk yang mereka sebut orang dayak. 
Tujuannya ke cagar alam gitulah, mau lihat banteng yang akhirnya 
nongol di kejauhan. Perjalanannya lewat sungai Bahau (ada yang tahu 
daerah mana?). Pas gue mulai nonton, rombongan lagi nyembeleh kerbau 
di sungai itu. Gak jelas gue asal muasalnya. Sebagian daging kerbau 
dibawa untuk bekal makan rombongan.


Kirim email ke