itulah bedanya di sana dan di sini (baca:Indonesia). di sana begitu 
pesawat kecelakaan, semua type pesawat yg sejenis langsung di grounded 
utk pemeriksaan. lha kalo di sini, ada pesawat tujuan Makasar bisa 
nyasar ke pulau sumba, ada yg harusnya landing di bandara baru tapi 
masih landing di bandara lama, atau tergelincir....bebas2 aja jalan 
lagi :) gak ada pemeriksaan. kalo semua di grounded, bakalan bangkrut 
tuh maskapai. itu semua menyangkut otoritas dunia penerbangan di 
Indonesia yg oknumnya masih bisa disogok. tapi kalo ada kecelakaan 
pesawat, jgn diliat budget flight atau bukan, liat faktor penyebabnya. 
Gak bisa digeneralisir bahwa budget flight diragukan keselamatannya. 
di negara tetangga dan eropa yg punya standar keselamatan penerbangan 
yg lebih baik, budget flight gak dipermasalahkan.


salam,
erwin
 
--- In [email protected], Ully Soraya <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Semoga topik kecelakaan pesawat ini belum membosankan
> teman2. SEkitar bulan agustus kemarin terjadi juga
> kecelakaan pesawat China air di Taiwan. Pada saat mau
> parkir tiba2 terjadi ledakan dan pesawat terbakar dan
> luckily semua penumpang selamat, belum lama ini juga
> kejadian sama terjadi di Aalborg, Denmark. Pada saat
> landing roda pesawat patah dan pesawat terbakar dan
> lagi2 tidak ada korban jiwa satupun. Saya gak tau
> faktor mana yg menentukan, apakah awak pesawatnya yg
> lebih cakap, tingkat kecelakaanya yg lebih ringan atau
> karena pintu daruratnya yg lebih bagus. 
> 
> Ully


Kirim email ke