Dalam suatu penerbangan dengan Lion Air Jakarta Banjarmasin 22 September lalu. Sambil ngisi waktu saya ajak obrol penumpang di sebelah saya yang kalau dari posturnya seorang mahasiswa. Dari obrolan cerita berlanjut ke harga tiket. Saya tanya dapat tiket di harga berapa...? Alangkah kagetnya waktu dia menjawab 550 rb. Saya tanya, beli dari calo? dia jawab tidak. Beli resmi dari travel agent. Beli kapan...? di jawab sekitar 3 minggu lalu.....
Waktu dia tanya balik ke saya dapat harga berapa, saya ngga tega untuk jawab terus terang. Saya jawab ngga jauh beda lebih murah dikit. Saya ngga tega nyebut harga sebenarnya yaitu 290 rb. Berarti ada selisih 260 rb, jauh lebih murah dari harga yang dia dapatkan..... May be pertanyaannya, kog bisa dapat harga Lion segitu...?? Sesuai subyek di atas, inilah yang ingin saya sharingkan berdasarkan pengalaman, informasi rekan, "riset" kecil-kecil-an terhadap pergerakan harga tiket pesawat beberapa airline. Saya mengamati pola harga tiket 4 airline, yaitu Garuda, Lion Air, Batavia, dan Sriwijaya. Sesekali juga "riset" Air Asia. Tapi berhubung kurang minat terbang dengan Air Asia jadinya "riset" tidak saya lakukan secara serius. Untuk Adam Air, Mandala, Merpati, sama sekali tidak saya perhatikan. Berhubung tidak pernah terpikir, kecuali kalau terpaksa, terbang dengan ketiga airline tersebut. Untuk Lion Air, meski ber-predikat "The Aqua Air" dan The "Jutek" Air Crew, tapi kalau melihat pilihan rute dan jadwal yang bervariasi, boleh lah menjadi pilihan. Demikian juga untuk Batavia & Sriwijaya. Saya pernah terbang dengan 2 airline tersebut dari Jakarta ke Pangkal Pinang (dengan Sriwijaya), dari Tanjungpandan (Belitung) ke Jakarta dengan Batavia. Lumayan lah masih dapat snack dan air crew-nya masih mau senyum walau untuk rute tidak sekomplit Lion Air. Kalau Garuda, wah kalau terbang dibayari kantor, kenapa tidak terbang dengan Garuda. Saya pernah pilih terbang Jakarta ke Banjarmasin pp dengan Garuda, dikarenakan ada selisih 100 rb lebih mahal dikit dari Lion Air. No problem lah. Tapi kalau selisih 200 rb lebih mahal dari Lion Air, ya mending naik Lion Air.... Untuk Lion Air jadwal dan harga tiket, bisa di amati di www.lionair.co.id. Punya "pola" harga kalau booking jauh-jauh hari katakanlah sebulan sebelum berangkat, harga tiket-nya melonjak. Saya coba ambil sampel Jakarta Banjarmasin katakanlah untuk tanggal 1 Nov. Kalau kita tanya ke bagian tiket di 021-6387-1111 katakanlah tanggal 1 Oktober atau lihat di website tersebut, harga tiket masih di kisaran 600 rb. Tapi coba amati 2 - 1 minggu sebelum berangkat. Yang terjadi harga tiket "turun" sampai 300 rb. Saya bisa dapatkan tiket ke Banjarmasin di harga 290 rb berangkat tanggal 22 September sekitar 10 hari sebelum berangkat, yaitu tanggal 12 September. Untuk ke Denpasar tanggal 16 November, harga saat ini masih di kisaran 600 rb. Bulan September di harga 900 rb. Prediksi saya sekitar 2 - 1 minggu Lion akan keluarin harga murah. Coba anda amati juga untuk tujuan lain. Saya sudah amati selain rute Jakarta-Banjarmasin, Jakarta-Manado, Jakarta-Denpasar, juga Jakarta-Semarang, pola pergerakan harga tiket memang demikian. Satu hal juga untuk dapatkan tiket murah Lion Air perlu sedikit "perjuangan" yang sudah pasti tidak perlu menguras keringat. Yang di maksud "perjuangan" adalah perlu rajin-rajin tanya ke bagian tiket di nomor di atas serta rajib buka website. Pola harga tiket Lion Air bisa berubah setiap saat. Mirip pergerakan harga saham. Maka rajin-rajin lah pantau. Tidak jarang juga sehari saya sampai 5x telepon Lion Air untuk tanya harga tiket. Memang unsur "luck" cukup dominan. Tapi "luck" disini bisa diprediksi dan bisa di usahakan. Tambahan informasi aja, bagi yang buka website Lion air, sudah seminggu ini agak sulit akses. Lambat bener..... Kalau Sriwijaya, Batavia, dan Garuda, pola-nya kebalikan Lion Air. Batavia baru akan keluarin tiket promo sebulan sebelum hari keberangkatan. Untuk dapat-kan tiket Denpasar-Jakarta tanggal 21 Nov, saya dapat tiket promo di harga 340 rb. Sementara Lion Air masih di harga 600 rb. Sriwijaya juga demikian sama "pola"nya dengan Batavia. Cuma Sriwijaya cenderung agak "pelit" keluarin tiket promo di banding Batavia. Lagipula tiket promo Srwijaya, sejauh saya amati lebih mahal 50 rb dibanding Batavia. Kalau Garudah...hhhhmmm....sudah sama-sama tahu lah tiket termurah atau promo lebih mahal 200 rb. Tapi itu wajar karena Garuda kasih service makanan yang oke dibanding airline lain. Untuk penerbangan 1 jam ke atas kalau terbang pagi lumayan lah breakfast-nya. Informasi tetangga saya yang adalah stewardess Garuda, harga menu breakfast/lunch sekitar 100 rb-an..... Kalau roti plus kemasannya untuk penerbangan sejam di kisaran 30-50 rb. Berarti memang lebih mahal di makanan. May be Garuda kalau ngga kasih makanan bisa pangkas biaya..... Tapi itulah "kelebihan" service Garuda... Kurang lebih begitulah sedikit "trick" dapatkan tiket harga murah. Yang tentunya bukan hasil kolusi atau memanfaatkan channel tertentu, juga bukan hasil sim salabim...Barangkali ada rekan IBP yang punya pengalaman lain perihal dapatkan tiket murah, di tunggu sharingnya. salam [Non-text portions of this message have been removed]
