Dari ilmu yg pernah saya pernah dapet, mungkin engineer telco yg ada
dimilis ini juga tau kalo peralatan elektronik yg bs mengganggu sistem
navigasi adalah HP. Karena jelas skali, tanpa kita sadari setiap detik
hp kita selalu berinteraksi dengan BTS terdekat,kalo istilah tekniknya
priodik location update. Dan ini yg sangat membahayakan sistem
navigasi. Hanya peralatan elektronik yg memancarkan sinyal radio lah
yg akan merusak sistem navigasi pesawat. Kalo misalnya kamera
digital,mp3 player,dll yg hanya stand alone alias tdk menggunakan
sinyal radio dlm pengoperasiannya menurut saya tidak apa2.

*hanya sekedar share dr ilmu yg sejumput ini*



On 1/22/09, joko santoso <[email protected]> wrote:
>
>
> Setelah rangkaian 'panorama indah saat take off dan landing' dan 'tidak ada
> teguran dari pramugari', ada arus balik dari mas Pras, mas Puguh, dan mbak
> Ambar.  Tentang penggunaan alat elektronik memang masih ada dualisme yang
> bertentangan.  Di penerbangan domestik, begitu kita berada di dalam pesawat,
> larangan penggunaan barang elektronik dikumandangkan.  Sementara yang pernah
> merasakan terbang jarak-jauh (misalnya ke Eropa atau US), di dalam pesawat
> ada layanan hiburan musik berbagai jenis (dari klasik hingga dangdut) dan
> beberapa film pilihan.  Malah di saat hp belum semurah kacang goreng, di
> pesawat tersedia fasilitas sejenis SLI.  Apakah peralatan eletronik itu
> mengganggu penerbangan?  Saya tidak tahu karena saya bukan ahlinya.  Kalau
> pun saya tahu dan peraturan melarang, saya akan ikuti aturan itu seberapa
> pun pahitnya.  Aturan itu (bagi saya) mirip kewajiban.  Jika kita tak
> sanggup melakukan, ya jangan mengambil haknya.
>
> Untuk bisa jalan-jalan orang memang tidak perlu kaya lebih dulu.  Di sisi
> lain, saya melihat bahwa orang yang taat aturan, orang yang peduli pada
> kebersihan, orang yang punya perhatian serius kepada lingkungan, biasanya
> orang yang mapan dalam materi.  Sebaliknya, orang yang mapan materi belum
> tentu taat aturan, peduli kebersihan, peduli lingkungan!  Barangkali, maaf
> beribu maaf, penampilan-isme itu memang wabah yang berbahaya-:)-:).  Yang
> mendekati ideal tentunya jika kemampuan/kekayaan (apapun batasannya) jasmani
> diikuti dengan pengayaan batin.  Saya kira salah satu dari 'misi' milis IBP
> selaras dengan yang mendekati ideal ini.  Berbagai 'code of conduct' dalam
> backpacking kerap didiskusikan untuk memberi semacam 'pencerahan'.  Hal-hal
> seperti itulah yang membuat milis ini bertahan lebih dari 4 tahun dan untuk
> itu apresiasi layak diberikan kepada para moderator.
>
> Rekan-rekan tak perlu berkecil hati karena saya pun pernah melakukan
> beberapa kecerobohan lantaran kurang hati-hati.  Sebait puisi (alm) Subagyo
> Sastrowardojo mengatakan, "melalui dosa kita menjadi dewasa".
>
> Salam dari Sangatta
> 22-Januari-2009
>
>
>
>

Kirim email ke