Saya cuma punya sedikit pengalaman aja berkaitan dengan foto memoto di dalam 
pesawat. Seingat saya, di dalam pesawat memang sudah jelas2 ada larangan untuk 
menyalakan Cellphone, Laptop, yang tentunya dikarena keduanya menghantarkan 
transmisi/sinyal yang bisa mengganggu kerja sinyal pesawat. Di pesawat (saat 
itu saya naik Garuda), tidak ada larangan untuk menyalakan kamera. Karena ragu, 
maka saya bertanya terlebih dahulu kepada pramugari yang bertugas apakah 
diperbolehkan untuk menyalakan kamera & melakukan pemotretan dari dalam pesawat 
ke luar jendela. Mereka bilang kalau kamera tidak masalah, "dipersilahkan", 
begitu yang dikatakan pramugari. 

Saya tidak tahu apakan perlakuan ini (kamera) berbeda2 untuk tiap penerbangan. 
Karena menurut saya kamera pasa dasarnya tidak memancarkan transmisi/sinyal. 
Ada baiknya ditanyakan terlebih dahulu apakah diperbolehkan untuk memotret dari 
dalam pesawat oleh petugas yang bersangkutan (tanpa bermaksud melanggar :->)

Cheers


-Nitz- 
http://nitze.multiply.com




________________________________
From: harly ramayani <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, January 22, 2009 9:47:29 AM
Subject: Re: [indobackpacker] Re: Denda 200 juta atau bui....was: Foto dari 
dalam pesawat...


ya betul mbak, kita ga bisa dengan cuek melanggar aturan yang uda
ditetapin... ada waktu tertentu kita ga bisa pake gaya cuek itu kalo
menyangkut orang lain yang bakal terkena imbas dari kelakuan kita.

gua bikin topik ini memang dimaksudkan untuk tau aktivitas moto-moto didalem
pesawat yang lagi terbang itu legal ato ga. karena klo ternyata berbahaya
kan ini sebenernya problem serius yang harus dipahami oleh penumpang. dan
sapa tau mungkin ada yang bisa jelasin akibat yang ditimbulkan dari moto2
dan nyalain peralatan elektronik lainnya.

Jadi inget si Electric Girl = Elle di film seri Heroes yang ga bisa kontrol
powernya waktu di dalem pesawat, untung di terbang bareng Claire Bennet yang
bisa nampung setrumannya. hehehehe...

2009/1/22 Ambar Briastuti ambar.briastuti@ gmail.com

> He he he... jadi mikir, kenapa ngga bawa kamera analog atau holga saja
> :)
>
> Saya suka berkenyit kalau orang bilang peraturan itu untuk dilanggar. Wah
> kalau begitu penuh deh bui :) soalnya ini hanya excuse orang kepepet dan
> ndak mau disalahkan. Attitute saya : peraturan itu dibuat dengan alasan
> yang jelas. So mematuhinya adalah mencerminkan pengetahuan tentang alasan
> kenapa dibuat peraturan itu.
>
> Sedih banget kalau lihat perilaku bangsa kita yang masih ndeso soal hape
> (well, mematuhi peraturan itu dikatagorikan sebagai masyarakat beradab,
> berpendidikan dan civilised contrary to 'ndeso, udik, kampungan' ndak
> peduli
> sebagus apapun hape anda). Kagetnya kok kebanyakan yang melanggar itu malah
> yang berpendidikan, sekolah tinggi. Jadi perbuatan dia untuk melanggar
> peraturan itu adalah sadar. Yang dikatagorikan lebih parah dibanding orang
> yang ngga ngerti kalau itu salah. "Oh jadi make hape di pesawat itu ngga
> boleh toh?" -iyah tapi tanyalah apa sebabnya.
>
> Ada perdebatan barang elektronik apa sih yang sebenarnya mengganggu fungsi
> sinyal di pesawat. Kata tukang elektro, sebenarnya disaat take off dan
> landing itu yang paling krusial bagi kru. Sedangkan di midair (udah
> melayang) barang eletronik bisa dipakai termasuk hape. Saat ini negara
> Eropa
> dan Amerika mulai memperbolehkan hape di pesawat (note : klo udah
> melayang). Air France, BMI dan Ryan Air udah melakukan percobaan. Tapi ya
> itu Eropa menganut GSM dengan 1800mghertz. Yah untuk membuat penumpang
> boleh
> pake hape itu butuh peralatan tambahan (Pico) seperti disebut disini *
> http://tinyurl. com/6u9alc*
>
> Amerika udah mulai make Wi-fi tetapi membatasi VOIP (seperti skype). Mereka
> menggunakan Gogo (www.aircell. com), tapi ya itu dijual per session. Jadi
> semacam operator komunikasi di pesawat.
>
> Nah selama ini belum ada di Indonesia, tolong deh patuhi aturan. Tunjukkan
> bangsa kita ini tidak ndeso soal hape :)
>
> Salam,
> Ambar
>
> .
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke