Sekedar Ikut Share! Setiap kali saya naik Pesawat, setiap kali itu pula yang saya dengar dengan Jelas ttg Larangan menyalakan HApe, dan setiap kali itu pula saya lihat orang Masih Main SMS, Call.. walaupun kadang sudah di samperin Bu Pramugari.
Saya punya beberapa photo udara, tentu sebelum mengeluarkan Kamera, saya Tanya dulu ke Pramugari. Mba, Boleh saya Motret? Kalau jawaban Boleh. Saya baru nyalakan Kamera, begitu juga untuk menyalakan Notebook. Untuk Pesawat Kecil. Rata2x mereka membolehkan untuk Motret, apalagi kalau Pesawatnya di charter untuk motret Udara. Tentu sangat Boleh! Awal Jan kemarin, walaupun saya masih punya 2 tiket Open Garuda. SBY-JKT, saya belum minat.. karena saya emang tidak suka Naik Pesawat! Bukan takut jatoh atau takut tidak aman, tapi saya tidak bisa Enjoy duduk di kursi pesawat. Jadi, Pilih BUS.. kemarin saya naik Bus Pahala Kencana, bus langganan saya kalau ke Surabaya, Malang atau Denpasar, biar beda dikit dengan harga pesawat, saya tetep aja pilih naik Bus. Cerita ttg Ndeso, ini emang agak Payah! Ini saya alamai ketika saya Naik Bus ini yang saya tunggu dari Lawang, begitu Naik BUS, hmm.. aroma Durian Mulai menyengat. Walaupun saya pemakan durian, tapi saya akan complain kalau durian ada didalam supermarket, Bus, apalagi Pesawat. Lapor ke Kondukter, Mas.. Tolong Tanyain semua penumpang, buat yang bawa duren, tolong Taruh di Bagasi? Oke, kondukter Tanya satu persatu, Hasilnya? Nggak ada yang mau ngaku. Saya berdiri, langsung Ngomong " Mosok sih, nggak ada yg bawa durian, sementara bus ada aroma durian"? saya Tanya ulang ke semua penumpang. Hasilnya sama aja, nggak ada yg jawab! Bus melaju, saya masih diem. Dalam hati kalau sampe Surabaya masih bau durian, aku bisa periksa bawaan penumpang satu persatu, atau turun dari Bus, minta pindah Bus dari Surabaya. Ternyata Masih Bau Durian? Kali ini saya makin kesal! Sambil teriak.. saya bilang saya akan periksa Bawaan atau saya akan ciumi barang2x! Eh, akhirnya! Bapak di depan saya Acung Jempol! Kalau dia bawa durian. Panggil kondukter, langsung di pindahkan ke Bagasi! Saya bilang, kenapa Bapak tidak Bilang dari Tadi? Dia Cuma diem aja nggak menjawab. Baru deh, saya tenang! Pernah ke pikir? Bisnis kejujuran adalah bisnis paling Mahal di Indonesia? Saya jadi ingat sekolah2x bukan Kantin Kejujuran, hasilnya Pada Bangkrut! Makan kue 5 bilang 2, sudah di beritahu aturannya, Bilang " Ma'af, saya nggak Baca" atau Jawabannya "Ma'af, saya nggak liat aturannya" Salam ARIS -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ambar Briastuti Sent: 22 Januari 2009 0:55 To: [email protected] Subject: Re: [indobackpacker] Re: Denda 200 juta atau bui....was: Foto dari dalam pesawat... He he he... jadi mikir, kenapa ngga bawa kamera analog atau holga saja :) Saya suka berkenyit kalau orang bilang peraturan itu untuk dilanggar. Wah kalau begitu penuh deh bui :) soalnya ini hanya excuse orang kepepet dan ndak mau disalahkan. Attitute saya : peraturan itu dibuat dengan alasan yang jelas. So mematuhinya adalah mencerminkan pengetahuan tentang alasan kenapa dibuat peraturan itu. Sedih banget kalau lihat perilaku bangsa kita yang masih ndeso soal hape (well, mematuhi peraturan itu dikatagorikan sebagai masyarakat beradab, berpendidikan dan civilised contrary to 'ndeso, udik, kampungan' ndak peduli sebagus apapun hape anda). Kagetnya kok kebanyakan yang melanggar itu malah yang berpendidikan, sekolah tinggi. Jadi perbuatan dia untuk melanggar peraturan itu adalah sadar. Yang dikatagorikan lebih parah dibanding orang yang ngga ngerti kalau itu salah. "Oh jadi make hape di pesawat itu ngga boleh toh?" -iyah tapi tanyalah apa sebabnya. Ada perdebatan barang elektronik apa sih yang sebenarnya mengganggu fungsi sinyal di pesawat. Kata tukang elektro, sebenarnya disaat take off dan landing itu yang paling krusial bagi kru. Sedangkan di midair (udah melayang) barang eletronik bisa dipakai termasuk hape. Saat ini negara Eropa dan Amerika mulai memperbolehkan hape di pesawat (note : klo udah melayang). Air France, BMI dan Ryan Air udah melakukan percobaan. Tapi ya itu Eropa menganut GSM dengan 1800mghertz. Yah untuk membuat penumpang boleh pake hape itu butuh peralatan tambahan (Pico) seperti disebut disini * http://tinyurl.com/6u9alc* Amerika udah mulai make Wi-fi tetapi membatasi VOIP (seperti skype). Mereka menggunakan Gogo (www.aircell.com), tapi ya itu dijual per session. Jadi semacam operator komunikasi di pesawat. Nah selama ini belum ada di Indonesia, tolong deh patuhi aturan. Tunjukkan bangsa kita ini tidak ndeso soal hape :) Salam, Ambar 2009/1/20 puguh_imanto <[email protected]> > > Hehehe... > > Selamat untuk yang masih pake kamera Nikon FM-2, atao Pentax K-1000, > ato kamera mekanik lainnya....karena hanya mereka yang boleh > motret...itupun dengan syarat lightmeternya dimatikan...kan pake > batere... > > Urusan HP dan alat elektronik dalam penerbangan masih jadi > perdebatan, skenarionya bisa teknis (mengganggu sinyal radio) ato > perilaku(kalo kondisi darurat tidak menganggu proses evakuasi)... > sayangnya motto beberapa orang(mungkin); > "lebih baik membuktikan daripada mencegah" > > Pernah terpikirkan, peringatan dari awak kabin disesuaikan; > > "Mohon mematikan pesawat telepon genggam anda selama berada didalam > pesawat karena dapat mengganggu sistim navigasi pesawat, paling > tidak merusak secara perlahan peralatan sistim navigasi pesawat, > sampai kita tidak tahu kapan peralatan tersebut akan rusak dan > kemudian mengakibatkan kecelakaan pada pesawat ini, yang mana > mungkin saja anda, sodara atao teman anda sedang berada di dalamnya. > > Jadi tolong, bumi tidak akan berhenti berputar kalo HP anda > dimatikan selama berada di pesawat ini. Tapi terserah anda. Kalaupun > anda, sodara atao teman anda mengalami kecelakaan karena rusaknya > sistim navigasi pesawat ini, konon kematian dalam jilatan api ribuan > liter bahan bakar jet hanya butuh waktu sekejap. Jadi sekali lagi > kami cuma bisa menghimbau; matikan HP anda selama berada didalam > pesawat ini." > > tabik, > Puguh > > --- In [email protected] <indobackpacker%40yahoogroups.com>, > pepe pras <ken_lan...@...> > wrote: > > > > > Beberapa hari yang lalu saya ke KL naik AirAsia, pramaugari > mengumumkan hingga 3 kali : selama take off dan landing, SEMUA > peralatan elektronik dilarang digunakan. Artinya kalau motret pakai > kamera manual mustinya boleh. > > Setelah mencapai ketinggian jelajah, disampaikan peralatan > elektronik yang memancarkan signal tetap dilarang. > > Ketika landing, pramugari mengingatkan hal ini lagi ditambah > larangan memotret di areal parkir pesawat/tarmak. Ditegaskan > memotret baru diijnkan di dalam gedung terminal. > > > > Balik Indonesia, saya naik Malaysia AIrline (MH), ketentuannya > sama : dilarang menggunakan peralatan elektronik APAPUN, selama take > off dan landing. > > > Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
