Sejauh ini saya ga pernah merasakan keanehan atau kejanggalan di imigrasi 
manapun, hanya pernah sekali di New Zealand diminta untuk buka kacamata karena 
foto di paspor saya ga berkacamata. 

Ada pengalaman agak reseh juga waktu di Belanda bulan lalu. Saya dan temen saya 
yang sangat nyata bule dari Inggris pergi naik kereta Intercity dari Castricum 
ke Amsterdam. Kami pegang karcis kereta kelas 2, tetapi karena ga ngerti, kami 
duduk di kelas 1 dan duduk berhadap-hadapan dan lagi sibuk dengan dunia 
masing-masing, jadi seolah olah ga saling kenal. Waktu kondekturnya datang dan 
melakukan pemeriksaan untuk bolong2in karcis, temen saya itu ga diapa-apain, 
tapi pas megang karcis saya, dia nengok ke saya dan bilang bahwa pemegang 
karcis kelas 2 harus duduk di gerbong yang kelas 2. Temen saya itu juga 
langsung ngecek karcisnya dan bilang ke kondektur yang sudah mulai melangkah 
menjauhi kami bahwa karcisnya juga kelas 2. Si kondektur dengan males-malesan 
nengok balik dan bilang "go to 2nd class compartment." Yaa di momen itu sih 
terasa sebel, rasa insecure saya sebagai orang Melayu item begini agak tergodek 
juga. Tapi karena dari awal saya pergi ke
 Eropa, saya emang udah mempersiapkan mental bahwa masih ada sedikit rasa 
"rasis" terhadap orang-orang yang fisiknya beda dari mereka, yang mungkin masih 
dimiliki oleh sebagian kecil orang-orang bule, saya sepenuhnya sadar saya 
datang dari negara yang masih sering terjadi pergolakan-pergolakan, jadi 
setelah momen itu berlalu, ya saya no hard feeling. 

begitu deh Mas. semoga pengalaman ini bisa sedikit membantu perasaan Mas Oggi 
yang sering diberentiin di imigrasi karena paspor. 

regards,
venus

--- On Tue, 11/17/09, Oggi Gunadi Mawahiburahman <[email protected]> wrote:

From: Oggi Gunadi Mawahiburahman <[email protected]>
Subject: [indobackpacker] pengalaman unik pemegang paspor Indonesia
To: [email protected]
Date: Tuesday, November 17, 2009, 9:40 AM







 



  


    
      
      
      Dear  rekan IBP,

 

kalau kemaren sempat dibahas pengalaman unik & seru selama perjalanan, senang 
rasanya bisa denger cerita unik,,seru atau gila selama melakukan trip, namun 
bagaimana dengan pengalaman unik pemegang paspor ijo kita?

 

Sudah 2 kali saya di panggil di perbatasan Johor Bahru menuju SIngapore ( saat 
kembali) tanpa alasan yang jelas,, waktu yang pertma karena saya memakai topi 
padahal membawa kantong plastik IKEA, dan yang kedua saat saya makan di rest 
Danang Bay johor bahru kita semua ditanya ini itu,,,

 

yang kedua perjalanan dari Munich menuju Brussels, begitu petugas imigrasi tahu 
saya dari indonesia,, mukanya berusaha menatap saya lebih lama dan me-recheck 
kembali, tapi hanya sebentar saja dan baru tersenyum setelah melihat status 
residence saya

 

yang ketiga saat melintasi dari Belanda ke Perancis, di Paris ada 3 orang 
penumpang 2 bule dan saya, begitu mengetahui paspor indonesia, salah satu 
petugas memanggil petugas lainnya kalau ada penumpang dari Indonesia dan saya 
sempat ditanya tanya,, ngapain ke belanda bla bla bla,, ini bisa dipahami 
karena biasanya nederland yang terkenal dengan drugsnya jadi penumpang yang 
berasal dari belanda lebih diawasi setiba di paris,,,alhasil luggage belt saya 
sempat hilang karena setengah jam menunggu, 2 orang selain saya memang entarh 
itu mabuk apa drug dealer namun keduanya di borgol, sementara saya harus cukup 
kesal dan tengsin dengan keadaan dan harus membuang waktu untuk hal yang non 
sense ( karena di beberapa negara sebelumnya saya tidak ada masalah di imigrasi)

 

saya ngga tau apa ada yang lebih worst dari saya atau bagaimana, kalau ada yang 
tertarik boleh saling share dong jadi kita bisa tahu bagaimana tanggapan in 
general thd para pelancong dari indonesia



OGGI GUNADI MAWAHIBURAHMAN

 Facebook :oggigunadi 

 YM : thisisoggi1

 Web : www.oggigunadi. blogspot. com  

           www.oggigunadi. multiply. com

        www.oggigunadi. wordpress. com

 



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke