Sejak saya punya passport hijau, saya tahu bahwa akan mengalami hal-hal yang
kurang enak, ya lah Indonesiakan  salah satu negara dunia ke tiga.
tetapi ini juga harus dibedakan sebelum dan sesudah era World Trade Centre.

di Perth, saya diterima dengan baik sekali, didahulukan, dan tidak periksa
bagasi ( padahal banyak makanan juga masuk) karena punya visa setahun ( yang
bikin orang heran, gimana caranya). eh, di perbatasan M'sia - S'pore,
passport saya dibolak balik, tapi is my fault, form nyelip tahu kemana.
Tampang saya emang muka TKW, tapi kemudian mereka malu, ketika banyak
stempel yang visanya juga sulit didapat.
di S'pore, asyiik juga, ketika di imigrasi, perempuan officernya tanya : mau
berapa lama ?  saya tanya kenapa ?...kalau mau kerja saya beri encik lama di
sini.
saya senyum aja, mau liburan cik, terserahlah.

yang bikin kaget, di Lindau, Austria, passport di bolak balik, teman saya
pucat pasi.
Tenannng, aku melotot. Kita nggak ada kesalahan. akhirnya hanya bayar pass
aja.
Selama ini  saya biasa saja sebagai pemegang passport Indonesia, dengan
residence di Jakarta. Kalau petugas immigrasi, melototin photo dengan kita,
dicocok2 an memang salah satu tugasnya. Jangan kecil hati.

saya pikir itu berpulang ke kita juga. Loe jangan jahat2  ( ke teman2) di
tanah air ketika melayani orang  ( karena kita bekerja di pelayanan/jasa) di
bikin susah dinegeri orang, baru tahu rasa.  di perbatasan Thailland - Lao,
yang ngurus visa, senang banget waktu lihat passportku : oohh Indonesia.....
senangnya.
selama ini  saya tidak punya masalah sebagai orang Indonesia dengan
passpornya.

Good luck

Mona


On 11/17/09, Oggi Gunadi Mawahiburahman <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Dear  rekan IBP,
>
> kalau kemaren sempat dibahas pengalaman unik & seru selama perjalanan,
> senang rasanya bisa denger cerita unik,,seru atau gila selama melakukan
> trip, namun bagaimana dengan pengalaman unik pemegang paspor ijo kita?
>
> Sudah 2 kali saya di panggil di perbatasan Johor Bahru menuju SIngapore (
> saat kembali) tanpa alasan yang jelas,, waktu yang pertma karena saya
> memakai topi padahal membawa kantong plastik IKEA, dan yang kedua saat saya
> makan di rest Danang Bay johor bahru kita semua ditanya ini itu,,,
>
> yang kedua perjalanan dari Munich menuju Brussels, begitu petugas imigrasi
> tahu saya dari indonesia,, mukanya berusaha menatap saya lebih lama dan
> me-recheck kembali, tapi hanya sebentar saja dan baru tersenyum setelah
> melihat status residence saya
>
> yang ketiga saat melintasi dari Belanda ke Perancis, di Paris ada 3 orang
> penumpang 2 bule dan saya, begitu mengetahui paspor indonesia, salah satu
> petugas memanggil petugas lainnya kalau ada penumpang dari Indonesia dan
> saya sempat ditanya tanya,, ngapain ke belanda bla bla bla,, ini bisa
> dipahami karena biasanya nederland yang terkenal dengan drugsnya jadi
> penumpang yang berasal dari belanda lebih diawasi setiba di paris,,,alhasil
> luggage belt saya sempat hilang karena setengah jam menunggu, 2 orang selain
> saya memang entarh itu mabuk apa drug dealer namun keduanya di borgol,
> sementara saya harus cukup kesal dan tengsin dengan keadaan dan harus
> membuang waktu untuk hal yang non sense ( karena di beberapa negara
> sebelumnya saya tidak ada masalah di imigrasi)
>
> saya ngga tau apa ada yang lebih worst dari saya atau bagaimana, kalau ada
> yang tertarik boleh saling share dong jadi kita bisa tahu bagaimana
> tanggapan in general thd para pelancong dari indonesia
>
> OGGI GUNADI MAWAHIBURAHMAN
>  Facebook :oggigunadi
>  YM : thisisoggi1
>  Web : www.oggigunadi.blogspot.com
>            www.oggigunadi.multiply.com
>         www.oggigunadi.wordpress.com
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke