Hi,

ada ide seperti berikut, mudah2an menginspirasi :)
-  ttg pemborosan:   tunjukan kalau kita bisa jahe (jalan hemat) , seperti  
telah di ulas teman2 lain yang telah mereply mail ini
-  ttg reward:   buat target lain, mis.  target tabungan:  tahun
ini sepakat mau nabung "sekian"  selama  "sekian bulan",   bicarakan di awal 
jika sudah tercapai target, kita harus memberi 
reward diri sendiri yang telah mau berhemat2 untuk nabung, untuk refreshing. 
Sebaiknya buat 2 tabungan, 1 khusus untuk trip, 1 benar2 untuk simpanan.
-  'time management' penting banget, khususnya untuk yang sudah berkeluarga , 
karena gak se-bebas yg single. 

-  akan lebih mudah  jika mbak Hikmah sudah punya 2  ini:  asuransi lengkap 
(kesehatan, jiwa,anak/pendidikan) & tabungan.   jika ke 2 hal itu telah ada, 
beri pengertian pada suami:   uang yang di dapat dari hasil kerja kita mau di 
kemanakan lagi,  jika mengumpulkan harta saja tanpa menikmatinya, percaya deh 
gak ada ujungnya, akan selalu ada kebutuhan2 lain . 

Jika hal2 di atas sudah di miliki, tapi tetep tidak mau  juga yah..gimana ya, 
karena ada 1 hal penting lagi  yang harus di miliki:  NIAT, niat dari suami 
untuk tidak egois, jadi sekali2 mau menuruti keinginan istrinya untuk traveling 
 . 

anyway selamat berjuang ya. ;p

last but not least:

mungkin masih ada yang ingat email yang berisi ini: 
Teen age        : have time+energy..but no Money
Working age: have money+energy..but no time

Old age            : have time + money ...but no Energy
for some people, that's true isn't it ??  and we don't wanna like that 
betul..betul..betul .. ^_^

cheers,
Kat

Special Issue: Options for including agriculture and forestry activities
in a post-2012 international climate agreement 
 
2009/11/16 En Hikmah <hijau_u...@yahoo. com>

> Dear kawans,
>
> Saya telah menikah namun belum memiliki anak. Kami berdua masih kuliah.
> Sebelum menikah suami sudah tahu hobi saya jalan-jalan, dan dulu sempat
> sepakat akan sering jalan bareng. Tapi sekarang, selama hampir 2 tahun kami
> bersama, belum pernah sekalipun kami berdua jalan. Kepala saya mulai panas
> karena benar-benar tidak diizinkan jalan.
>
> Kami beda persepsi. Bagi dia jalan-jalan adalah reward, Jadi misalnya kami
> telah melakukan sesuatu yang besar, kemudian dirayakan dengan jalan2.
> Contohnya ya kalau kami lulus kuliah nanti baru boleh jalan. Tapi itupun
> bukan seterusnya. Karena kalau kami punya rencana keluarga yang berhubungan
> dengan financial, jalan-jalan adalah hal terlarang baginya. Pemborosan! [...
> dipotong...]
>
> Siapa tahu ada teman-teman yang punya pengalaman serupa, bisa sharing dong,
> biar rasanya tidak merana sendirian. Dan kalau ada tips and trik biar orang
> yg kita sayangi mau ikutan jalan, minimal mau ngerti dengan hobi kita.
>
> Salam,
> Hikmah
> Balikpapan
>
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke