Awal november lalu dengan teman-teman sempatkan main-main kesana. Tuk saya pribadi adalah yang kedua kalinya setelah pertama kali kesana tahun 2006. Biasanya lebih sering ke P.Pramuka. IMHO, P.Tidung menarik. Boleh dibilang SEDANG AKAN berkembang sebagai pulau wisata. Beda dengan P.Pramuka yang SEDANG berkembang. Bandingkan dengan P.Untung Jawa yang menurut saya SUDAH berkembang. Namanya juga sedang akan berkembang tentunya tuk sarana akomodasi, pelayanan guide, masih lebih baik di P.Pramuka. Di P.Tidung kalau mau tinggal di rumah penduduk, saya yakin banyak yang mau terima. Tapi tuk penginapan masih terbatas.
Tuk nuansa...kalau ada mengatakan lebih bagus P.Tidung dibanding P.Pramuka....Bisa ya bisa juga tidak. Ya...karena masih banyak spot-spot di P.Tidung masih belum di jamah dibanding di P.Pramuka. Spot snorkling di dekat P.Tidung Kecil, very nice. Untuk diving, katanya spotnya juga oke. Tapi...sayang belum ada dive center disana. Saya rencana bulan Maret, setelah ombak tenang ingin diving disana. Lagi berpikir kalau start dari P.Tidung akan sangat repot karena harus bawa terutama tanki. Tuk 4 x dive berarti tuk satu orang perlu bawa 4 tanki dan pemberat dan peralatan lain...hhhhmmm....repot. Setelah berunding kami memutuskan start dari P.Pramuka saja sebagai home base. Tokh dari P.Pramuka ke P.Tidung hanya sekitar sejam saja. Satu hal sehingga saya merasa perlu mengatakan sedang akan berkembang adalah dari kesiapan local guide tuk mengantar tamu-tamu keliling pulau dan tuk snorkling. Tampaknya person yang terlatih melayani tamu masih terbatas. Pun juga pengetahuan tentang spot-spot snorkling tampaknya juga masih terbatas. Miris juga saat kami ditemani oleh guide disana yang rupanya belum familiar dengan lokasi yang kami datangi. Malah kami mendapat informasi adanya spot menarik itu bukan oleh guide tersebut tapi dari petugas perikanan. Kemudian, saat menemani kami snorkling....miris sekali. Guide kami tidak memakai fin, hanya sandal dan banyak karang ter-injak-injak olehnya dan patah....hhhhhhmmmmm....miris ya...Kami sempat membuatkan foto dokumentasi yang tentunya tidak untuk di publikasikan. Selain itu pengetahuan tentang alat-alat snorkling masih terbatas. Sudah pasti tidak bisa di generalisir ya. Barangkali kebetulan saja kami mendapat guide yang masih "baru". Kami berharap tuk kedepannya ada kesiapan dari teman-teman di P.Tidung tuk menerima tamu-tamu yang ingin ber-wisata. P.Pramuka hampir setiap minggu selalu crowded. Kapal menuju Pramuka selalu penuh. Tidak menutup kemungkinan suatu saat P.Pramuka akan sampai titik jenuh. Yang kemudian beralih ke P.Tidung. Apakah siap P.Tidung menjadi pulau wisata yang murah meriah...? jawaban kembali kami serahkan kepada rekan-rekan disana. salam Adolf ----- Original Message ----- From: "yeri" <[email protected]> To: "Indo backpacker" <[email protected]> Sent: Thursday, December 10, 2009 8:36 AM Subject: Re: [indobackpacker] gelombang kepulauan seribu-desember > @mas hanhan > Sebagian orang ngasih julukan P. Tidung sebagai Maldives nya Indonesia. > Karena memang pantainya sampai 50meter ke tengah itu dangkal, cuma > sepinggang. Laut nya juga jernih banget. > > Pulau Tidung terdiri dari 2 pulau. Yang pertama Pulau Tidung besar, yang > kedua pulau Tidung kecil. Uniknya, keduanya dihubungkan dengan jembatan di > tengah laut. Disini indahnya, karena memang lautnya dangkal, jernih dan > biru. Kita pun bisa langsung nyebur dan snorkeling di sepanjang bawah > jembatan. > > Tapi biasanya lokasi snorkeling dipilih di P. Tidung kecil. Di pulau ini > juga terdapat makam yang dikeramatkan, makam Panglima Hitam. Konon menurut > penduduk lokal, itu salah satu dari 7 makam Syeh Maulana Malik Ibrahim. > > Pendapat saya pribadi sih, masih lebih eksotis dan indah pulau tidung > dibanding Pramuka (sekali lagi, pendapat pribadi yah). > > Ini beberapa saya attach foto, diambil dari kamera handphone saja. Semoga > berkenan. > > Sent from my setrum > >
