Mas Ridwan yang sedang mengembangkan P. Tidung, salut buat anda dan good luck yah.. harapan saya agar masalah Guide lebih difokuskan terutama bagian safety dan caring. guide adalah basic dari berkembangnya pariwisata. Guide harus bisa mencontohkan bagaimana bermain di laut dengan aman, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap biota laut terutama terumbu karangnya.. jangan sampai malah rusak sebelum sempat P. Tidung berkembang.
dan untuk rekan2, kalau menjumpai guide yang seperti itu, harus di beritahu.. untuk kepentingan kita bersama :-) Kepulauan seribu itu Indah.. masih Indah! itu yang saya tau dan saya lihat dari bbrp pulau.. masih ada rays, moray eel, nudi, clams, dan terumbu karang yang besar2 dan hidup.. duh senangnya! Sekedar info, P. Seribu kita msh lebih bagus dari TARP (P. Seribu-nya Malaysia) di Kinabalu :-) ayo di jaga yaa. Novi --- On Thu, 12/10/09, ridwan malik <[email protected]> wrote: From: ridwan malik <[email protected]> Subject: Re: Pulau Tidung ya....Re: [indobackpacker] gelombang kepulauan seribu-desember To: [email protected], "Indo backpacker" <[email protected]>, "Adolf Izaak" <[email protected]> Date: Thursday, December 10, 2009, 6:46 AM Benar sekali yang dikatakan oleh Adolf. Saya sendiri adalah orang asli Pulau Tidung yang tinggal di Depok dan terlibat dalam mengembangkan potensi wisata disana. Untuk sekarang Pulau Tidung memang masih baru mencoba mengembangkan potensi wisata. Jauh tertinggal dari Pulau Pramuka dan Pulau Untng Jawa yang sudah lebih dahulu dikembangkan oleh dinas wisata Pulau Seribu. Masukan dari Mas Izaak sangat membantu kami yang sedang berupaya memperkenalkan potensi wisata di Pulau Tidung. Dengan tulisan Mas Izaak kami tentu bisa belajar lebih baik lagi dalam menerima para turis dan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada, baik dalam masalah guide, sarana maupun pengetahuan wisata lainnya yang kami yakin akan berguna sekali bagi pengembangan wisata bahari di Pulau Seribu ke depan. Sekali lagi terimakasih atas masukan Mas izaak. Hormat saya, Ridwan Penulis, penyuka jalan-jala (081 2804 3941) --- On Thu, 10/12/09, Adolf Izaak <adolf-izaak@ dnet.net. id> wrote: From: Adolf Izaak <adolf-izaak@ dnet.net. id> Subject: Pulau Tidung ya....Re: [indobackpacker] gelombang kepulauan seribu-desember To: cokelatbiru@ gmail.com, "Indo backpacker" <indobackpacker@ yahoogroups. com> Date: Thursday, 10 December, 2009, 6:10 PM Awal november lalu dengan teman-teman sempatkan main-main kesana. Tuk saya pribadi adalah yang kedua kalinya setelah pertama kali kesana tahun 2006. Biasanya lebih sering ke P.Pramuka. IMHO, P.Tidung menarik. Boleh dibilang SEDANG AKAN berkembang sebagai pulau wisata. Beda dengan P.Pramuka yang SEDANG berkembang. Bandingkan dengan P.Untung Jawa yang menurut saya SUDAH berkembang. Namanya juga sedang akan berkembang tentunya tuk sarana akomodasi, pelayanan guide, masih lebih baik di P.Pramuka. Di P.Tidung kalau mau tinggal di rumah penduduk, saya yakin banyak yang mau terima. Tapi tuk penginapan masih terbatas. Tuk nuansa...kalau ada mengatakan lebih bagus P.Tidung dibanding P.Pramuka... .Bisa ya bisa juga tidak. Ya...karena masih banyak spot-spot di P.Tidung masih belum di jamah dibanding di P.Pramuka. Spot snorkling di dekat P.Tidung Kecil, very nice. Untuk diving, katanya spotnya juga oke. Tapi...sayang belum ada dive center disana. Saya rencana bulan Maret, setelah ombak tenang ingin diving disana. Lagi berpikir kalau start dari P.Tidung akan sangat repot karena harus bawa terutama tanki. Tuk 4 x dive berarti tuk satu orang perlu bawa 4 tanki dan pemberat dan peralatan lain...hhhhmmm. ...repot. Setelah berunding kami memutuskan start dari P.Pramuka saja sebagai home base. Tokh dari P.Pramuka ke P.Tidung hanya sekitar sejam saja. Satu hal sehingga saya merasa perlu mengatakan sedang akan berkembang adalah dari kesiapan local guide tuk mengantar tamu-tamu keliling pulau dan tuk snorkling. Tampaknya person yang terlatih melayani tamu masih terbatas. Pun juga pengetahuan tentang spot-spot snorkling tampaknya juga masih terbatas. Miris juga saat kami ditemani oleh guide disana yang rupanya belum familiar dengan lokasi yang kami datangi. Malah kami mendapat informasi adanya spot menarik itu bukan oleh guide tersebut tapi dari petugas perikanan. Kemudian, saat menemani kami snorkling... .miris sekali. Guide kami tidak memakai fin, hanya sandal dan banyak karang ter-injak-injak olehnya dan patah....hhhhhhmmmm m....miris ya...Kami sempat membuatkan foto dokumentasi yang tentunya tidak untuk di publikasikan. Selain itu pengetahuan tentang alat-alat snorkling masih terbatas. Sudah pasti tidak bisa di generalisir ya. Barangkali kebetulan saja kami mendapat guide yang masih "baru". Kami berharap tuk kedepannya ada kesiapan dari teman-teman di P.Tidung tuk menerima tamu-tamu yang ingin ber-wisata. P.Pramuka hampir setiap minggu selalu crowded. Kapal menuju Pramuka selalu penuh. Tidak menutup kemungkinan suatu saat P.Pramuka akan sampai titik jenuh. Yang kemudian beralih ke P.Tidung. Apakah siap P.Tidung menjadi pulau wisata yang murah meriah...? jawaban kembali kami serahkan kepada rekan-rekan disana. salam Adolf [Non-text portions of this message have been removed]
