Dear Rekans,

Wah senang sekali kalau bisa merealisasikan hal ini. Betul juga usul Pak 
Sumartok agar jangan terlalu banyak mencetak leaflet karena merusak hutan 
dengan banyaknya kertas yang terbuang. Tapi saya tetap merasa promosi dengan 
materi cetak perlu karena bisa langsung dilihat saat itu juga dan si pemberi 
leaflet bisa langsung "memprospek" calon wisatawannya hehe. Sekedar usul:

- leafletnya ini dibuat untuk pulau-pulau utama Indonesia dan masing-masing ada 
semacam "Top 5 Destinations" 
- untuk distribusi, selama belum ada dana, kita print sukarela saja dan titip 
ke teman-teman yang ke luar negeri dan juga ke orang-orang asing di dalam 
negeri 
- lalu tenaga yang diperlukan: penulis, editor teks, penyeleksi foto, 
penerjemah (siapa tau bisa ada bahasa Belanda, Jerman, Jepang dll), 
- usul banner yang seragam dan dipasang di blog kita masing-masing juga sangat 
efektif. 

Terus terang saya nggak punya pengalaman sama sekali tentang marketing ataupun 
kampanye hehe. Cuma gemas aja beberapa kali ketemu orang asing, masih saja ada 
yang bertanya, "I heard Bali is nice?" dan saya cuma bisa menulis Karimun Jawa, 
Kelimutu di buku notes mereka.

Jadi mohon petunjuk teman-teman lainnya...

Salam,
Intan


--- On Wed, 12/16/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [indobackpacker] Pandangan orang Asing - usul membuat leaflet
To: "Anggi Sinaga" <[email protected]>, [email protected]
Date: Wednesday, December 16, 2009, 9:40 PM







 



  


    
      
      
      Dear Rekan2x,



Wah, topik yang seru sekali ini.  Saya pikir kita harus merealisasikan hal ini, 
yg pada intinya kita bersatu dan bersama2x membangun pariwisata Indonesia 
secara sukarela.  Indonesia banyak sekali potensi alam yg bisa dijadikan objek 
wisata, tp sayang "Marketing" nya kurang baik.  



So, daripada terus menyalahkan instansi yg terkait dgn pariwisata, sptnya ide 
yg bagus kalo kita bisa lakukan secara swadaya, sbg pecinta backpacker n 
pariwisata.



Kalau koin peduli Prita bisa mengumpulkan Rp 500jt sampai saat ini, kenapa kita 
tidak bisa lakukan hal yang sama utk membangun pariwisata bersama2x.  Saya siap 
untuk sumbang tenaga, pikiran, waktu dan bahkan materi sesuai kemampuan saya.



Saran saya, utk promosi pariwisata keluar, kita bisa gunakan website, kita buat 
website yg informatif dan atraktif.  Biayanya darimana? Kita akan sukarela 
menyumbang dan tentunya kita kelola bersama.  Utk leaflet, sebaiknya jgn 
terlalu banyak juga, mengingat setiap kertas yg kita habiskan, akan semakin 
merusak hutan kita.  



Website yg kita buat ini harus sgt informatif dan dgn design yg bagus.  Terus 
kita bisa mempromosikan website ini ke setiap org yg kita kenal, baik di dalam 
maupun luar negri.  Media social networking kan sudah cukup besar di Indonesia, 
kita bs gunakan jg utk campaign.



Nah, kalo sudah ada bbrp org yg sukarela mau kerjakan project ini, gimana kalau 
kita ketemuan dan membahas hal ini segera.  Setuju?  Mari kita jadikan 
Indonesia lebih maju dgn mulai kita mencintai alam kita, merawatnya dan 
memasarkannya sehingga negeri ini akan menjadi negeri yg luar biasa indah dan 
bisa hidup dari sektor pariwisata.  Saya bukan siapa2x, tapi sy percaya setiap 
koin ataupun keringat yg kt keluarkan utk tujuan mulia, pasti memperoleh hasil 
yang baik.  Gerakan koin peduli Prita sudah membuktikannya.  So, kita buat 
gerakan peduli pariwisata?  Silahkan urun rembugnya dari teman2x.  Thanks.



Regards,



Sumartok









    
     

    
    

 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke