Perilaku kita sebenarnya mencerminkan apakah kita ini potensial target atau 
tidak. Ada semacam kredo yang saya pake dimanapun berada, terutama di tempat 
asing. "ojo gumuman, ojo plonga-plongo, ojo kethok pah-poh" yang artinya 
janganlah perilaku kita menunjukkan secara eksplisit bahwa kita orang asing 
disitu. 

Salah satu cara ampuh adalah melakukan observasi awal, yakni melihat situasi. 
Apakah situasi terlihat aman (ada polisi, ada kemananan, cahaya penerangan), 
apakah ada meja informasi/leaflet, petunjuk, peta, tanda di tempat yang bisa 
mengenali. Salah satu identifikasi tempat adalah pintu masuk, pintu keluar, 
pintu darurat dan tentu saja bagaimana mengenali/mengingat tempat dengan cepat. 
Kemampuan ini saya dapat di gunung yang bisa diaplikasikan di tingkat urban 
travel. Agar ngga tersesat, kenali landmark, arah dan orientasi. 

Ada satu yang susah diduga, yakni manusia. Karena sifat perilaku orang bisa 
berbeda. Saya pernah merasa diikuti cowok tapi kemudian malah jadi kawan jalan. 
Saya pernah disamperin imigran di Champs-Elysées meminta uang. Saya pernah 
bertemu seorang bermuka 'gali' di terminal bis Situbondo tapi bersedia 
menolong. Berurusan dengan manusia selalu ada faktor 'unpredictable'

Well apakah bertindak seperti turis itu salah? yang mungkin ditanyakan adalah 
turis seperti apakah yang kita berikan imej. Jika kita backpacking dengan 
kamera segeda gaban, tas laptop, ipod dan segembreng bawaan yang membuat kita 
laksana toko berjalan. Yups itu memposisikan diri sebagai sasaran empuk, entah 
copet, maling, penipu etc. Tapi apakah backpacker yang kliatan kere juga luput 
dari target kriminal? tidak juga. Sekali lagi 'attitute' atau perilaku disini 
lebih menentukan apakah seseorang bisa dikelabui. 

Saya sering bawa bawaan seperti toko berjalan tapi perilaku tetap kere. Demi 
keamanan. Siapa sih yang akan menjaga diri kita jika bukan kira sendiri. 


Salam,
ambar








--- In [email protected], "Puguh" <puguh_ima...@...> wrote:
>
> 
> "Jangan terima makanan & minuman dari orang yang baru dikenal"...
> 
> oh, itu bukan di Eropa, tapi spanduk terminal Kp Rambutan & Pulo Gadung...
> 

Kirim email ke