Ow... ikutan nambahin niy... Kalo aku yang gak boleh ketinggalan tentu saja Minyak Kayu Putih. Mau sakit perut, pening, mabok.. mempan ma tuh minyak. Satu lagi... musti bawa yang namanya Nutrimoist (produk CNI), sejenis salep yang aslinya untuk luka bakar... tp mempan juga untuk segala jenis luka. Dan karena kulit wajahku alergi dengan berbagai jenis sunblock.. so akyu pake Nutrimoist aja. Mangap bukan promosi.
Tapi secara lengkapnya aku agak banyak juga bawa gembolan untuk ini: Minyak Kayu Putih, Norit, Pil Kina, Lotion Anti Nyamuk, Handyplast/Tensoplast, Counterpain, Handyclean gitu degh.. dan Nutrimoist. Untuk pernyamukan sengaja lengkap.. soale agak2 paranoid ma penyakit yang disebabkan nyamuk. Sementara Counterpain itu memang dibutuhkan buat hiking atau nyepedah :D ^_^ http://swargaloka.multiply.com YM ID: swarganirwana 2010/3/2 khafillah ian <[email protected]> > > > Klo masalah sakit perut saya punya beberapa kisah tapi yang satu ini wajib > saya ceritakan :) > > Pernah menonton film "Punk in Love" ya hampir saja saya melakukannya karena > ga tahan banget :) > semua itu karena 2 hari penuh hanya makan mie instan, dan perjalanan hampir > 3 hari menyusuri pantai dari Garut ke tasik, ketika pulang perut mulai > mengamuk dan panggilan alam sudah tak tertahan. sialnya kenapa saya pernah > menonton film itu ya jadi terbesit niat buat mencontohnya hehehe. > > Untung bus berhenti di Pomp Bensin langsung saya kabur keluar menyelamatkan > diri, masih terbayang wajah kernet yang harus menunggui saya diluar toilet > sambil berteriak kesal karena bus mau berangkat. > > obat-obatan yang sepertinya wajib di bawa adalah carbon active, minyak > angin, tolak angin, obat merah, sun block dll semua dikondisikan dengan > tujuan juga. > > -al- > > ________________________________ > From: Puguh <[email protected] <puguh_imanto%40yahoo.com>> > To: [email protected] <indobackpacker%40yahoogroups.com> > Sent: Tue, March 2, 2010 10:41:19 AM > Subject: [indobackpacker] Re: sharing obat2an penting saat travelling. Ada > yg punya pengalaman sama? > > > Dear Iid; > > Untungnya selama melakukan perjalanan, perut saya selalu berdamai dengan > bakteri dan rempah-rempah setempat. > > Justru pengalaman rohaniah yang saya alami adalah sewaktu naik mikrolet > M01, jurusan Kp Melayu- Senen, macet didaerah jatinegara, pagi2, penumpang > penuh, dan sakit perut! yang lebih parahnya, sulit untuk dibedakan antara > fasa gas, padat, atau cair! > > Saya cuma bisa bilang dalam hati;"Inilah rupanya dasar dari segala dasar > piramida Maslow..." > > Buku petunjuk perjalanan menyarankan selain membawa carbon active (sejenis > Norit atau Diatabs) yang perlu juga dibawa adalah IMODIUM. Carbon active > untuk menetralisir racun2 diperut, imodium membantu menenangkan aktifitas > usus sehingga mengurangi kebutuhan atas kamar kecil. > > Semoga membantu. > > Tabik; > Puguh > > --- In indobackpacker@ yahoogroups. com, iid satria <iidsat...@. ..> > wrote: > > > > Syarat mutlak sebelum travelling yang diminta dari ibu setelah doa > > adalah obat mencret. Hal sepele mungkin, tapi berkali kali mendatangi > > tempat baru, saya selalu menemukan masalah dengan makanan dan perut. > > mungkin gara gara 26 tahun hidup di Bandung yang makanannya "ramah" > > dengan perut dan lidah saya. Di Lombok, saya dibawa seorang teman untuk > > mencicipi makanan khas Lombok, dia bilang sih gakan nemu ditempat lain. > > namanya nasi puyuh, herannya saya ga nemu telor puyuh di sana!isinya > > cuma nasi, ayam suwir, kacang goreng, sambal dan air putih satu teko. > > satu-dua suap ga ada masalah, setelah itu bukan bukan hanya lidah saya > > yang kebakar!air mata mulai keluar, ingus meler, keringat bercucuran > > bahkan telinga jadi budek!!busyeet pedesnya bukan maen deh!setengah > > piring belum habis, 3 gelas air udah ludes. Bahkan 1 jam setelah makan > > perut masih anget rasanya dan malemnya buang buang air sampe pantat > > pedes!! > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
