salam kawan2 IBPers, Ini topik yg menarik. jadi meski udah 2 minggu lupa dicek, saya ingin berbagi dg kawan2.
Menurut saya ada saja efek positif dari pengalaman short travelling ke pekerjaan (produktivitas) sehari2, yaitu efek kesegaran saat kembali ke kantor. tentu bukan berarti travelling tiap weekend. kalau tiap akhir pekan jalan mulu yang ada pekerjaan jadi kacau karena tiap menjelang jumat dah sibuk nyusun itinerary & nyiapin macem2 keperluan jalan. Terbukti bahwa kesegaran itu membuat kita lebih ceria & produktif. Ini juga bisa menular ke teman2 seberang meja lho...jadi ikut merasakan keceriaan kita. Perjalanan sepanjang weekend memang akan menghilangkan lelah, penat badan maupun pikiran akibat deraan rutinitas sehari2. Tapi perubahan sikap mendasar seperti yang mas heru ceritakan mungkin hanya dihasilkan dari pengalaman travelling panjang. Saya sendiri lebih setuju dengan Mba putrimona, weekend enaknya buat baca buku, menikmati dvd baru, atau memasak dan berkebun. Itulah weekend ideal saya. Sedangkan liburan yg ideal buat saya minimal seminggu. Kita bisa benar2 menikmatinya. menyepi di pulau tanpa ada suara kendaraan dan televisi. betul2 meresapi keberadaan kita di tempat tersebut. pengalaman ini saya dapat waktu berlibur di pulau togean. Efek pembentukan karakter dari travelling banyak saya dapat dari pekerjaan di berbagai wilayah. Karena pekerjaan saya sering menetap lama di suatu daerah. pernah juga hampir setahun tinggal di negeri yang dikategorikan komunis, dengan segala kerepotan dan kelucuannya. tapi itu semua punya dasarnya sendiri2. karakter orang dan bangsa dibentuk oleh proses bersejarah mereka. kita yang datang dari latar belakang beda jelas sulit untuk bisa memahami. So, memang sering ada hal2 yang tidak masuk akal tapi kadang kita hanya perlu menghormatinya. Ya, ini pengalaman yang saya dapat dari tinggal lama di berbagai belahan negeri ini. Sepertinya menarik kalau ditulis yaa, hehe... Saya pernah baca satu buku yg ditulis seorang jurnalis inggris tentang bangsa Itali; sejarah, karakter, tempat2 indah dan banyak hal menarik termasuk kegemaran mereka akan kata2 indah dan sepakbola. Itulah yang menarik dari travelling; people, places, & pattern. Buat saya pribadi, pengalaman itu cukup berharga bagi kepribadian kita. Saya merasa lebih menghargai perbedaan cara pandang dan pikiran dari berbagai kelompok dalam suatu masyarakat tertentu, juga antara satu masyarakat/daerah dengan lainnya. yeah, paling tidak ini membuat saya lebih peka dan berhati2 menghadapi perbedaan. salam, Adi ________________________________ From: Putrimona Minarosa <[email protected]> To: R. Heru Hendarto <[email protected]> Cc: [email protected] Sent: Fri, 2 July, 2010 2:11:04 PM Subject: Re: [indobackpacker] Efek Short Traveling ke Pekerjaan..? kalau tiap akhir minggu harus travelling, kantong bolong, hari senin ( although I dont like Monday) ngos-ngos an. saya sih jalan-jalan dua kali setahun- agak lama ( minimal seminggu) dan jauh. Ada pengaruhnya ? ada dong, lebih fresh aja, mata dan hati terbuka dengan orang lain di tempat berbeda. kalau nggak terpaksa nggak mo weekend travelling. weekend itu diisi : nonton film, bongkar lemari ( susunan baju awut2an) bongkar kebun ( tanaman diatur lagi), arisan, nongkrong bareng, beresin kerjaan yang nggak pernah selesai atau tidur. boleh juga weekend travelling, ada syaratnya : jemput, tempat dan makanannya sedap (minimal bintang tiga) dan kalau bisa gratis. ( *gue udah lelah seminggu : eh disuruh lagi tidur di tenda on the weekend, cape' deh*) pmm On 7/2/10, R. Heru Hendarto <[email protected]> wrote: > > > > Dear Temans, > > Frekuensi travelling, seberapa seringnya itu, apakah dua minggu > sekali, sebulan sekali atau setahun dua kali seharusnya membawa efek > baik bagi kita dalam hal-hal lain, terutama pekerjaan. Nilai-nilai > kebaikan yang didapat seperti : menghargai uang, menghargai orang dan > perbedaan pendapat, menghargai waktu dan keindahan alam harusnya dapat > diaplikasikan (secara sadar atau tidak sadar) saat kita bekerja > sehingga membangun hal-hal positif dan memberi kontribusi terhadap > perjalanan karir. Well, benarkah? > > Saya kira tidak segampang dan segamblang begitu efeknya. Saya sudah > berkali-kali travelling-backpacking di week end (berangkat Jumat > malam, kembali Minggu malam), dan saya rasa pengalaman yang saya dapat > kurang cukup kuat untuk mengubah saya dan cara menghadapi pekerjaan > yang sudah bertahun-tahun dijalani dengan pola yang sama. Okay, efek > yang langsung terasa adalah saya jadi sering didaulat jadi tukang foto > acara kantor :) atau teman-teman sering kagum ama cerita keindahan > lokasi yang sebenarnya dekat sekali dari Jakarta tapi tak pernah > mereka sentuh. Terus apakah tiba-tiba sering travelling di week end > dapat mengubah saya menjadi sedikit bijak, menghadapi masalah di > pekerjaan secara komprehensif dan tepo seliro? Tidak, sama sekali > tidak, karena yang saya dapatkan untuk week end travelling hanya > 'capek-capek seneng' plus sedikit bangkrut he he. > > Jadi, modal dua hari travelling bagi saya tidak cukup lama untuk > membuat saya berubah. Durasinya terlalu pendek dan faktor experiencing > di dalamnya terlalu dangkal. Yah, kan dua hari trip itu isinya fun dan > fun saja. Transportasi tersedia banyak, akomodasi bejibun-apalagi dah > booking sebelumnya, duit penuh di kantong, kalo pun keabisan duit > masih bisa nodong teman atau lari ke ATM. Sinyal hape full, bisa > update FB, chatting, tilpan tilpun sana sini.., so, positive > experience yang di dapat apa? Paling sial ketemu calo, atau dikadalin > supir angkutan minta nambah ongkos, atau malah kesal gara2 nunggu > supir yang telat (dan teman yang telat-nah lho, sapa bilang banyak > travelling jadi membuat orang menghargai waktu?). > > Saya pribadi, banyak memperoleh hal-hal positif dan saya aplikasikan > di tempat kerja di saat melakukan travelling (baik pribadi atau tugas > kantor ke daerah) dalam jangka waktu panjang (lets say minimal > seminggu). Tertahan di suatu kota kecil karena ferry yang akan > dinaiki tertunda 3 hari karena naik dok mendadak atau ombak yang > terlalu besar sehingga terpaksa menaiki ketinting berjam-jam lamanya > basah kuyup dihajar ombak laut dan hujan akan membuat kita lebih > menghargai waktu, alam dan profesi si tukang ketinting. Terpaksa > kembali lagi ke kota terdekat padahal harus menempuh perjalanan buruk > semalaman lamanya darat dan laut karena di kota tujuan kita tidak ada > ATM sehingga harus menyediakan stok cash banyak membuat kita lebih > menghormati nilai uang, dan menuntut saya untuk membuat itinerary > berdasar informasi yang matang. Travelling bersama teman, di lokasi > yang berat, kehujanan bersama, kehabisan logistik bersama, sampai > jatuh sakit parah bersama membuat saya lebih menghargai teman dan > peranan seorang teman dalam kehidupan dan pekerjaan. Ditempeli parang > di dada dan dikepung ratusan orang bersenjata berteriak garang penuh > emosi memaksa saya untuk selalu melihat masalah dari dua sisi, sisi > saya dan mereka. > > Positive experience juga saya rasa besar efeknya dialami oleh orang2 > yang tinggal di luar negeri dalam waktu lama. Berhadapan dengan kultur > yang berbeda, tipikal warga yang berbeda, kondisi alam yang sama > sekali lain dalam waktu tahunan pastilah akan signifikan mengubah > pribadi orang tersebut. Lah, saya tidak bisa membayangkan jika harus > setiap hari berbicara bahasa Inggris, wong bicara 3 jam aja lidah udah > rasanya pahit, blah, he he. Itu baru kendala bahasa ,belum kendala > lain yang lebih nyata yang mau tidak mau harus dihadapi di negeri > orang. > > Bagaimana dengan pengalaman rekan-rekan, rasa-rasanya cukupkah trip > dua tiga hari memberi suatu efek positif yang luar biasa bagi diri > kita masing2 dan bisa diaplikasikan ke tempat kerja atau ke kehidupan > sebenarnya? > > Salam, > > RHH > > Note : Paparan di atas ini hanya ditarik oleh pengalaman pribadi tanpa > didukung data ilmiah. Penarikan kesimpulan juga subyektif dari diri > sendiri tanpa ada campur tangan ilmu psikologi di situ. > > -- > ------------------------------------------------------- > Kabaena Site, Exploration Camp-South 5 deg 26 min 15.67 sec/East 122 > deg 01 min 10.56 sec > > YM : heru_hendarto > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
