Ada beberapa referensi yang baik sebelum kita melanjutkan diskusi kita:

 

1. "The twilight of sovereignty" sebuah buku yang memang berideologi kapitalis, namun buku tersebut menjelaskan perkembangan dan kecenderungan dunia kita. Dimana kedaulatan (sovereignty) pemerintahan tidak akan memiliki otoritas yang kuat atas berbagai transaksi-transaksi bisnis. Kapital akan berbicara dan menunjukkan kekuatannya sebagai subtitusi kekuasaan pemerintahan dalam ranah industri. Dan sangat dimungkinkan bahwa kapital juga akan memasuki ranah-ranah sosial yang sebelumnya merupakan wewenang pemerintahan. Selain itu, buku ini juga menjelaskan kecenderungan paham nasionalis yang akan mengalami degradasi relevansi di masa mendatang, karena batasan-batasan geografis yang akan semakin pudar seiring dengan meningkatnya teknologi informasi, telekomunikasi, dan transportasi.

 

2. Bahan-bahan kuliah "Manajemen Strategik" yang bercerita tentang perilaku usaha dalam mempertahankan dan mengembangkan sebuah bisnis. Bahan-bahan kuliah ini sangat berguna untuk menghitung dan memprediksi Mittal dalam rangka menguasai pasar baja dunia.

 

Kedua hal di atas adalah referensi yang cukup akademis. Namun dalam hitung-hitungan kasar juga akan menunjukkan hal yang sama, mengingat tidak akan ada investor lokal yang berani untuk menyaingi Mittal. Melakukan investasi ke KS untuk melawan Mittal adalah tindakan bunuh diri. Mittal dapat membeli lebih mahal bahan baku dari Antam atau sejenisnya, dan Mittal juga dapat menjual lebih murah daripada KS kepada para pengguna baja. Hal ini disebabkan skala modal Mittal yang jauh lebih besar, dan efisiensi yang juga jauh lebih tinggi daripada KS. 

 

Nah, dalam konsep kapitalisme profesional,  si Raksasa tidak akan membiarkan si Kecil mati, tetap hidup, tetapi dalam kondisi: "Hidup Segan Mati Tak Mau". Hal ini masuk akal karena Mittal tidak ingin dituduh melakukan monopoli dalam industri ini yang bertentangan dengan regulasi khususnya UU anti monopoli.

 

Alternatif lain adalah mengundang investor yang lain dari mancanegara. Namun apabedanya dengan Mittal?

 

Di atas kertas, jika KS tidak menerima Mittal, maka jatuhnya (downsizing) KS hanyalah masalah waktu. Tinggal bagaimana kita mensikapi "serangan Mittal" ini. 

 

Hanya ada satu pepatah bisnis yang merupakan solusi masalah ini:

 

"If you can not beat them, just join them"

 

Saya hanya bisa berdoa bahwa mudah-mudahan saja benar apa yang dinyatakan bung Harlizon ini, bahwa orang-orang BUMN tidak segoblok yang kita rasakan. Mereka juga orang yang memiliki integritas dan kapasitas dalam menghadapi masalah ini.

 

Salam,

 

Ibnu Utama

 



--- On Wed, 4/30/08, Harlizon MBAu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Harlizon MBAu <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ?
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 30, 2008, 9:52 PM

Kapan mo mbelinya Maaaaaaasssss???
Tanyain aja ke KS... Mereka pasti tau semua...
Orang BUMN tidak segoblok yang orang kira...

2008/4/30 Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]>:
>
>  Mas Pardi, Ibnu, Harlizon dan Rekans,
>
>  Ada baiknya jika di inventarisir dulu peta :
>
>  1. Bahan baku dipegang siapa saja ? apakah hanya ANTAM saja ? ANTAM
> merupakan BUMN yang kendalinya semestinya masih dipegang Kementerian BUMN.
>  2. Pasar baja dipegang siapa saja ? jika sekarang KS mempunyai kapasitas
> produksi 2.5juta ton/tahun dan akan ditambah dengan 7-8 juta, yang berarti
> 10 juta ton/tahun, apakah
>     pasar dalam negeri bisa menyerap semua atau harus di ekspor juga ?
>  3. Apakah teknologi pengolahan baja bisa dikuasai dalam negeri ? ataukah
> harus import ?
>
>  Jika baik bahan baku, pasar maupun teknologi bisa diperoleh dan
dipasarkan
> di dalam negeri saja, maka harus kita usulkan agar Mittal tidak bisa
sebagai
> single buyer saham PT. ANTAM maupun PT. KS.
>
>  Lalu siapa ? sebagai sebagai pengganti Mittal yang loyalitasnya tidak
> diragukan untuk kepentingan Nasional ? atau melalui IPO saja ? berapa
pasar
> IPO bisa nyerap ? melalaui IPO pun Mittal juga bisa masuk kan ? tapi ya
gpp
> kalau sekitar 15% ? sedangkan  dalam negeri 30 % ? :-)
>
>  Salam,
>  Zaenal
>
>
>
>
>  At 11:31 30/04/2008, Supardi Zainal wrote:
>
>
> Wah ini info bagus.
>
>  Kalau situasinya begini maka harapan saya adalah :
>
>  1.ANTAM tidak boleh jadi PENGHIANAT dengan cara tidak mau digandeng
Mittal.
> Untuk
>
>     itu maka cari orang2 ANTAM yang masih nasionalis. Ingatkan untuk tidak
> menjual
>
>     Mineral keluar supaya negeri ini memperoleh Nilai Tambah yang optimal.
> Kalau hanya
>
>     menambang dan menjual Bijih Besi saja, ilmunya masih primitip. Mittal
> mau menggaet
>
>     ANTAM kemungkinan ada dua target :
>
>     1). Mengamankan supply Bijih Besi untuk negerinya dan Industri
> Bajanyanya
>
>     2). Mencaplok KS setelah menjadikan ANTAM sebagai Target antara
>
>
>
>  2.Regulasi (RUU Batubara dan Mineral) harus segera dituntaskan. Tapi kita
> semua tahu
>
>     bahwa DPR akan segera menyelesaikan sebuah RUU yang "basah"
sedangkan
> RUU
>
>     Batubara dan Mineral akan akan membuat banyak orang menjadi
"kering"
>
>
>
>  So, apa strategy selanjutnya?
>
>  --- On Tue, 29/4/08, ibnu utama <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  From: ibnu utama <[EMAIL PROTECTED]>
>  Subject: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ?
>  To: [email protected]
>  Date: Tuesday, 29 April, 2008, 11:31 PM
>
>
>  Bung Zaenal dan Zainal,
>
>
> Setelah mendengar resistensi dari pihak KS, si Mittal tidak
> membicarakan KS di
>
> depan SBY, yang dia minta kerjasama dengan Antam (Hal ini tidak ada
> resistensi
>
> ???). Artinya Mittal sudah pasang jurus untuk mengkerdilkan
> (=mematikan) KS.
>
>
> Jika benar Mittal akan menggandeng Antam maka kondisi/situasi dalam
> konteks
>
> militer adalah sebagai berikut:
>
>
> 1. Kita hanya memiliki satu regu infanteri dengan persediaan senjata
> dan peluru
>
> yang terbatas.
>
> 2. PASOKAN PELURU KITA SEBENTAR LAGI AKAN DIKUASAI MUSUH.
>
> 3. Pasukan musuh terdiri dari satu Batalyon Kavaleri dan satu
> Batalyon
>
> Infanteri yang lengkap dengan persenjataan dan kepastian akan pasokan
> peluru.
>
>
> So, gimana?
>
>
> Alternatifnya adalah potong kerjasama Mittal dan Antam, pastikan
> Antam  menjual
>
> ke KS dengan harga dan quantitas yang dibutuhkan.
>
>
> Jika dalam ranah pertempuran bisnis 'head to head' kita terlihat
> akan
>
> kalah, maka larikan masalah dalam ranah diplomasi dan ranah regulasi.
> Kira-kira
>
> ini alternatifnya. Ada yang lebih kreatif lagi?
>
>
> Salam,
>
>
> Ibnu Utama
>
> TI '91
>
>
>
>
> --- On Tue, 4/29/08, Achmad Zaenal Abidin
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> > From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
>
> > Subject: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ?
>
> > To: [email protected]
>
> > Cc: "Tri Wibowo" <[EMAIL PROTECTED]>
>
> > Date: Tuesday, April 29, 2008, 8:24 PM
>
> > Mas Pardi, Ibnu, harlizon, dan rekans,
>
> >
>
> > Ada baiknya dibuat tabel saja manfaat dan rugi/mudhorotnya
>
> > jika
>
> > dengan Mital dan begitu juga dibuat tabel manfaat dan
>
> > rugi/mudhorot
>
> > juga, bila KS kerjasama dengan partner/investor dalam
>
> > negeri dan atau
>
> > ekspansi sendiri dengan dana pinjaman untuk meningkatkan
>
> > kapasitas
>
> > produksi 7-8 juta ton/tahun.
>
> >
>
> > Salam,
>
> > Zaenal
>
> >
>
> > At 14:33 29/04/2008, Supardi Zainal wrote:
>
> >
>
> > >Saya perlu sharing dengan Pak Tri Wibowo (TK 73) yang
>
> > sudah malang
>
> > >melintang di KS. Apa pendapatnya. Tolong kasih komentar
>
> > terhadap
>
> > >pertanyaan2 saya dan kawan2 yang lain.
>
> > >
>
> > >Terimakasih Pak Tri
>
> > >
>
> > >--- On Tue, 29/4/08, ibnu utama
>
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > >From: ibnu utama <[EMAIL PROTECTED]>
>
> > >Subject: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ?
>
> > >To: [email protected]
>
> > >Date: Tuesday, 29 April, 2008, 12:34 PM
>
> > >
>
> > >
>
> > >Nimbrung ya,
>
> > >
>
> > >
>
> > >Perspektif dalam meninjau KS dan Mittal haruslah dalam
>
> > kerangka lingkungan
>
> > >
>
> > >industri dunia saat ini yang bersifat kapitalistik.
>
> > Mittal itu adalah Singa
>
> > >
>
> > >Besar, dan KS itu adalah Kucing Rumahan.
>
> > >
>
> > >
>
> > >Posisi Mittal adalah posisi strategis yang dapat
>
> > mengunci KS dari berbagai
>
> > >
>
> > >sisi, baik supply bahan baku, pasar, maupun sumber daya
>
> > manusia. Dengan
>
> > >
>
> > >menggandeng Antam, berarti Mittal dapat mengunci KS
>
> > dari sisi supply bahan
>
> > >
>
> > >baku. Dan bisa jadi manuver-manuver bisnis lain yang
>
> > dapat mengunci KS.
>
> > >
>
> > >
>
> > >Yang realistis adalah harus kita terima Mittal, karena
>
> > biar bagaimanapun KS
>
> > >
>
> > >butuh Mittal dari sisi finansial dan pasar. Hanya
>
> > kemudian harus dibuatkan
>
> > >
>
> > >regulasi industri strategis seperti KS bahwa investasi
>
> > asing tidak akan
>
> > >
>
> > >melebihi 50% atau angka yang lain yang lebih realistis.
>
> > >
>
> > >
>
> > >Masalahnya kemudian adalah kemampuan bermitra KS
>
> > terhadap Mittal. Bisakah
>
> > >
>
> > >manajemen KS mendapat manfaat optimal dari masuknya
>
> > Mittal ke KS.
>
> > >
>
> > >
>
> > >Tidak ada cara lain, kalau yang ekstrim
>
> > ya...perekonomian kita tutup dari
>
> > >
>
> > >pengaruh luar, seperti zaman kaisar Jepang dahulu kala.
>
> > >
>
> > >
>
> > >Salam,
>
> > >
>
> > >
>
> > >Ibnu Utama
>
> > >
>
> > >TI 91
>
> > >
>
> > >
>
> > >
>
> > >--- On Tue, 4/29/08, Supardi Zainal
>
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > >
>
> > >
>
> > > > From: Supardi Zainal <[EMAIL PROTECTED]>
>
> > >
>
> > > > Subject: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ?
>
> > >
>
> > > > To: [email protected]
>
> > >
>
> > > > Date: Tuesday, April 29, 2008, 11:06 AM
>
> > >
>
> > > > Industri Logam dunia sekarang ini lagi buming.
>
> > Sayang kalau
>
> > >
>
> > > > saham KS dijual. Jika mau meningkatkan kapasitas,
>
> > mengapa
>
> > >
>
> > > > harus menggandeng Mittal? Kalau mau meningkatkan
>
> > supply
>
> > >
>
> > > > bahan baku kenapa Mittal mau menggaet ANTAM? Jika
>
> > demand
>
> > >
>
> > > > domestik sampai 7 Juta tpy  tapi produksi KS
>
> > hanya 2,5 Juta
>
> > >
>
> > > > tpy maka domestic market terbuka lebar. Ini
>
> > peluang yang
>
> > >
>
> > > > sangat besar.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Pertanyaan saya :
>
> > >
>
> > > > 1.Darimana supply bahan baku untuk KS ? Apakah
>
> > biji besi
>
> > >
>
> > > > Indonesia cukup potensial
>
> > >
>
> > > >    untuk memenuhi kebutuhan KS?
>
> > >
>
> > > >    Jika deposit biji besi Indonesia
> cukup untuk
>
> > memenuhi
>
> > >
>
> > > > kebutuhan KS sampai kapasitas
>
> > >
>
> > > >    7 juta tpy maka sebaiknya diolah
> sendiri oleh
>
> > ANTAM dan
>
> > >
>
> > > > KS agar Added Value bisa
>
> > >
>
> > > >    dinikmati 100 % oleh bangsa ini
>
> > >
>
> > > >    Jika depositnya kurang, cari melalui
> import.
>
> > Saya yakin
>
> > >
>
> > > > KS bisa cari. Sekarang yang
>
> > >
>
> > > >    sedang mengamankan supply bahan baku
> untuk
>
> > negerinya
>
> > >
>
> > > > adalah China dan India.
>
> > >
>
> > > >    Industri Pertambangan yang sedang
> gencar
>
> > memperluas
>
> > >
>
> > > > sayapnya untuk mengamankan
>
> > >
>
> > > >    supply misalnya Rio Tinto bersama
> China
>
> > mengakuisisi BHP
>
> > >
>
> > > > Australia. jadi hati2. Mittal
>
> > >
>
> > > >    sebenarnya mau mengamankan supply
> untuk siapa?
>
> > >
>
> > > > 2.Jika KS akan meningkatkan kapasitas produksi,
>
> > apa
>
> > >
>
> > > > kendalanya? Modal? Kalau SDM,
>
> > >
>
> > > >    yakinlah orang Indonesia mampu.
> Proses? Saran
>
> > saya ganti
>
> > >
>
> > > > saja bahan reduktornya
>
> > >
>
> > > >    yang sekarang pakai Gas diganti
> dengan Kokas
>
> > (Karbon)
>
> > >
>
> > > > dari Batubara dengan
>
> > >
>
> > > >    membuat Coke Oven karena hasil
> sampingnya
>
> > (Coal Tar
>
> > >
>
> > > > Pitch) sangat diharapkan untuk
>
> > >
>
> > > >    supply ke Pabrik Aluminium Asahan,
> harganya
>
> > juga mahal
>
> > >
>
> > > > sekitar 450 USD/ton, .
>
> > >
>
> > > >    Kokasnya bisa disupply ke Pabrik
> Aluminium dan
>
> > Pabrik2
>
> > >
>
> > > > Peleburan Besi yang lain,
>
> > >
>
> > > >    harganya juga hahal sekitar 400
> USD/ton, jadi
>
> > sekalian
>
> > >
>
> > > > meningkatkan added value
>
> > >
>
> > > >    Batubara.
>
> > >
>
> > > >    Modal? Katanya bank2 di Indonesia
> sedang
>
> > banyak uang
>
> > >
>
> > > > tidur, bingung
>
> > >
>
> > > >    menyalurkannya. Kalau ANTAM yang
> beli saham KS
>
> > baru
>
> > >
>
> > > > cocok.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Jadi kalau KS menolak menjual saham ke Mittal
>
> > saya pikir
>
> > >
>
> > > > baguslah
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > --- On Mon, 28/4/08, Harlizon MBAu
>
> > >
>
> > > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > From: Harlizon MBAu <[EMAIL PROTECTED]>
>
> > >
>
> > > > Subject: [indonesia] Re: Apa sebenarnya yang
>
> > diperlukan KS
>
> > >
>
> > > > ? was Re: Heboh KS: Senyum manis Fahmi...
>
> > >
>
> > > > To: [email protected]
>
> > >
>
> > > > Cc: [EMAIL PROTECTED]
>
> > >
>
> > > > Date: Monday, 28 April, 2008, 11:54 PM
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Wah... Mana ngerti aku Mas... Tanyain ke KS
>
> > dong...!
>
> > >
>
> > > > Yang saya tahu, setiap yang berbau pembangunan
>
> > fisik dan
>
> > >
>
> > > > teknologi pasti menggunakan besi atau baja.
>
> > >
>
> > > > Jadi jika masih ada pembangunan fisik dan
>
> > teknologi akan
>
> > >
>
> > > > "SELALU" tergantung (diperes) jika
>
> > Mittal jadi
>
> > >
>
> > > > mbeli...
>
> > >
>
> > > > Apalagi dia minta macam-macam yang lain sepagai
>
> > supporting
>
> > >
>
> > > > industri bajanya seperti dalam paragraph artikel
>
> > email yang
>
> > >
>
> > > > Mas kirimkan sebelumnya:
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > "Dalam pertemuan itu, menurut Fahmi Idris,
>
> > Lakshmi
>
> > >
>
> > > > menyampaikan tiga opsi kepada Presiden SBY.
>
> > Pertama, Mittal
>
> > >
>
> > > > akan mengembangkan sendiri usaha pertambangan
>
> > yang berkaitan
>
> > >
>
> > > > dengan industri baja. Kedua, Mittal menawarkan
>
> > diri menjadi
>
> > >
>
> > > > mitra strategis
>
> > >
>
> > > >  bagi KS. Ketiga, Mittal akan mendirikan
>
> > perusahaan
>
> > >
>
> > > > patungan bersama KS. Selain menggandeng BUMN baja
>
> > itu,
>
> > >
>
> > > > Mittal juga berniat menjalin kerja sama dengan PT
>
> > Aneka
>
> > >
>
> > > > Tambang Tbk (Antam) untuk memasok bahan baku.
>
> > Presiden SBY
>
> > >
>
> > > > kata Fahmi Idris, menanggapi positif semua opsi
>
> > yang
>
> > >
>
> > > > diajukan Mittal."
>
> > >
>
> > > >
>
> http://www.rusdimathari.wordpress.com
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Hebat kan...! Mittal yang mengajukan opsi ke SBY
>
> > >
>
> > > > (mudah-mudahan ini cuma bahasanya si pengarang
>
> > artikel
>
> > >
>
> > > > saja), bukannya SBY yang menyajukan opsi ke
>
> > Mittal.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Mas kan nga minta macam-macam yang lain to...???
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Apa suratnya jadi dikirim ke Meneg BUMN???
>
> > >
>
> > > > Jadi di follow
>
> > >
>
> > > >  up nga???
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Salam Z
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > 2008/4/26 Achmad Zaenal Abidin
>
> > >
>
> > > > <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Harlizon dan Temans,
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Sebenarnya ada latar belakang apa sehingga PT. KS
>
> > harus
>
> > >
>
> > > > dijual sebagian sahamnya ? apakah murni ingin
>
> > meningkatkan
>
> > >
>
> > > > kapasitas produksinya dengan 7-8 juta ton/tahun ?
>
> > >
>
> > > > Apakah benar selama ini baja yang diimport belum
>
> > diproduksi
>
> > >
>
> > > > di KS ? sehingga perlu nambah investasi untuk
>
> > sebagai
>
> > >
>
> > > > substitusi baja import ?
>
> > >
>
> > > > Apakah dengan penambahan kapasitas produksi KS,
>
> > industri
>
> > >
>
> > > > Nasional benar benar akan bisa menyerapnya ? atau
>
> > mesti
>
> > >
>
> > > > diexport sebagian ?
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Salam,
>
> > >
>
> > > > Zaenal
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > At 23:23 25/04/2008, Harlizon MBAu wrote:
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Bener kan Mas...
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Senyum  manis  Fahmi itu lho...
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> >
>
> http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=114147
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Tekad Baja Menolak Sang Raja
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Keinginan Lakshmi Mittal masuk ke Krakatau Steel
>
> > mengundang
>
> > >
>
> > > > reaksi negatif dari karyawan hingga komisaris.
>
> > Pekerja
>
> > >
>
> > > > Krakatau tak sudi menjalin kerja sama dengan
>
> > Mittal.
>
> > >
>
> > > > "Kami meminta komisaris dan direksi
>
> > memperjuangan
>
> > >
>
> > > > privatisasi lewat IPO. Itu harga mati," kata
>
> > Budi
>
> > >
>
> > > > Santoso, Ketua Umum Serikat Karyawan Krakatau
>
> > Steel.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> http://www.gatra.com/images/gambar/239/18.jpg
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Sepuluh tahun lalu, Mittal yang terkenal ke
>
> > seantero dunia
>
> > >
>
> > > > setelah membeli pabrik baja terbesar di Eropa,
>
> > Arcelor,
>
> > >
>
> > > > pada 2006 sesungguhnya hampir saja bisa
>
> > mempersunting
>
> > >
>
> > > > Krakatau. Ketika itu, lewat bendera
>
> > >
>
> > > >  Ispat International, Mittal meneken nota
>
> > kesepahaman (MoU)
>
> > >
>
> > > > dengan Menteri Negara BUMN, Tanri Abeng. Mittal
>
> > sepakat
>
> > >
>
> > > > membeli 49% saham Krakatau.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Keinginan Mittal itu gagal setelah manajemen
>
> > Krakatau
>
> > >
>
> > > > melakukan perlawanan. Manajemen merasa tidak
>
> > diajak
>
> > >
>
> > > > berrembuk dan tidak sreg dengan cara Menteri BUMN
>
> > >
>
> > > > menggandeng Mittal. Skenario Tanri melego
>
> > Krakatau pun
>
> > >
>
> > > > buyar setelah anggota DPR-RI ikut menentang.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Untuk sementara, upaya Mittal meminang Krakatau
>
> > gagal.
>
> > >
>
> > > > Namun pengusaha yang kini menetap di Inggris itu
>
> > tidak
>
> > >
>
> > > > patah hati. Sejak kegagalan itu, ia tetap
>
> > melakukan
>
> > >
>
> > > > sejumlah langkah untuk mengambil hati sang pujaan
>
> > dan
>
> > >
>
> > > > orangtuanya. Pendekatan terus dilakukan, baik
>
> > kepada
>
> > >
>
> > > > manajemen Krakatau maupun Menteri BUMN, orangtua
>
> > Krakatau.
>
> > >
>
> > > > Di masa Presiden Megawati Soekarnoputri, Mittal
>
> > mencoba
>
> > >
>
> > > > masuk ke Krakatau, tapi gagal.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Upaya itu terus ia lanjutkan di masa Presiden
>
> > Susilo
>
> > >
>
> > > > Bambang Yudhoyono. Mittal mengirim surat ke
>
> > Menteri BUMN,
>
> > >
>
> > > > Sugiharto. Tujuannya,
>
> > >
>
> > > >  ingin bertemu dengan Pak Menteri untuk
>
> > membicarakan
>
> > >
>
> > > > keinginannya masuk ke Krakatau. Oleh Sugiharto,
>
> > surat itu
>
> > >
>
> > > > diteruskan ke manajemen Krakatau untuk mendapat
>
> > >
>
> > > > pertimbangan. Hasilnya, lagi-lagi Mittal belum
>
> > bertemu
>
> > >
>
> > > > jodoh.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Rencana penjualan Krakatau terakhir dibahas pada
>
> > akhir
>
> > >
>
> > > > Maret lalu dalam rapat dengar pendapat antara
>
> > manajemen
>
> > >
>
> > > > Krakatau dan Komisi XI DPR. Dalam rapat itu,
>
> > suara lebih
>
> > >
>
> > > > banyak mendukung IPO. Sebagian yang lain lebih
>
> > condong pada
>
> > >
>
> > > > strategic sale. Toh, rapat itu belum memutuskan
>
> > pola yang
>
> > >
>
> > > > akan dipilih.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Yang pro-IPO antara lain Dradjad Wibowo. Anggota
>
> > dewan dari
>
> > >
>
> > > > Partai Amanat Nasional itu menilai, Krakatau
>
> > sebaiknya
>
> > >
>
> > > > dikembangkan oleh bangsa sendiri. Dana
>
> > pengembangan
>
> > >
>
> > > > Krakatau, selain dari IPO, juga bisa didapat dari
>
> > lembaga
>
> > >
>
> > > > keuangan lainnya.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Sedangkan yang pro-strategic sale antara lain
>
> > Habil Marati,
>
> > >
>
> > > > anggota Komisi XI DPR dari Partai Persatuan
>
> > Pembangunan.
>
> > >
>
> > > > "Namun tidak harus Mittal, ya,"
>
> > katanya. Pola
>
> > >
>
> > > >  strategic sale ini pada prinsipnya harus
> mencari
>
> > pembeli
>
> > >
>
> > > > yang punya kemampuan mengembangkan usaha, punya
>
> > teknologi.
>
> > >
>
> > > > "Sedangkan Mittal kemungkinan hanya untuk
>
> > memperkuat
>
> > >
>
> > > > pasarnya. Mittal bukanlah tipe pengusaha baja
>
> > yang
>
> > >
>
> > > > mengembangkan teknologi," ujarnya. Karena
>
> > itu,
>
> > >
>
> > > > prosesnya harus lewat tender terbuka.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan,
>
> > kemitraan
>
> > >
>
> > > > strategis dengan Mittal akan meningkatkan
>
> > produksi Krakatau
>
> > >
>
> > > > menjadi 8 juta hingga 10 juta ton pada 2011.
>
> > Selama 30 tahun
>
> > >
>
> > > > --sejak berdiri-- kinerja Krakatau Steel tidak
>
> > optimal. BUMN
>
> > >
>
> > > > baja ini hanya mampu menghasilkan 2,5 juta ton
>
> > baja. Itu tak
>
> > >
>
> > > > sebanding dengan kebutuhan baja yang mencapai 7
>
> > juta ton per
>
> > >
>
> > > > tahun. Akibatnya, Indonesia sangat bergantung
>
> > pada baja
>
> > >
>
> > > > impor. "Yang kita butuhkan adalah
>
> > peningkatan produksi
>
> > >
>
> > > > sehingga menguasai pasar, efisiensi, dan mememuhi
>
> > kebutuhan
>
> > >
>
> > > > nasional," kata Fahmi.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Fahmi mengambil contoh ketergantungan industri
>
> > otomotif
>
> > >
>
> > > > pada baja impor. "Padahal, kan
>
> > >
>
> > > >  besi dan pelat baja untuk kebutuhan otomotif
> itu
>
> > captive
>
> > >
>
> > > > market," katanya. Pemerintah, kata Fahmi,
>
> > berharap
>
> > >
>
> > > > Arcelor Mittal, yang setiap tahun memproduksi 120
>
> > juta ton
>
> > >
>
> > > > baja, bisa menggenjot produksi Krakatau Steel.
>
> > Pernyataan
>
> > >
>
> > > > Fahmi itu kemudian memunculkan dugaan bahwa
>
> > dialah yang
>
> > >
>
> > > > mengundang Mittal masuk ke Krakatau.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Irwan Andri Atmanto, Syamsul Hidayat, dan
>
> > Mukhlison S.
>
> > >
>
> > > > Widodo
>
> > >
>
> > > > [Laporan Utama, Gatra Nomor 24 Beredar Kamis, 24
>
> > April
>
> > >
>
> > > > 2008]
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Send instant messages to your online friends
>
> > >
>
> > > >
>
> http://uk.messenger.yahoo.com
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > --
>
> > >
>
> > > > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan
>
> > kaidah
>
> > >
>
> > > > ilmu/teknologi serta
>
> > >
>
> > > > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi
>
> > kebahagiaan
>
> > >
>
> > > > dunia dan akhirat.
>
> > >
>
> > > >
>
> > >
>
> > > > Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>
> > >
>
> > > >
>
> >
>
> http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
>
> > >
>
> > >
>
> > >
>
> > >
>
> > >
>
> >
>
>
>
>____________________________________________________________________________________
>
> > >
>
> > >Be a better friend, newshound, and
>
> > >
>
> > >know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
>
> > >
>
> >
> >
> http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
>
> > >
>
> > >
>
> > >--
>
> > >
>
> > >Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
>
> > ilmu/teknologi serta
>
> > >
>
> > >kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi
>
> > kebahagiaan dunia dan akhirat.
>
> > >
>
> > >
>
> > >Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>
> > >
>
> >
> >
> http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
>
> > >
>
> > >Send instant messages to your online friends
>
> >
> >
> http://uk.messenger.yahoo.com -- Berlombalah dalam
>
> > karya,
>
> > >bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih
>
> > sayang dan
>
> > >manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
>
> > akhirat. Info
>
> > >pengelolaan milis Indonesia next better :
>
> >
> >
> http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
>
> > >No virus found in this incoming message.
>
> > >Checked by AVG.
>
> > >Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1402 -
>
> > Release Date:
>
> > >28/04/2008 13:29
>
>
>
>
>
>
>
____________________________________________________________________________________
>
> Be a better friend, newshound, and
>
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
>
>
>
> http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
>
>
> --
>
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
> serta
>
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat.
>
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
>
>
>
> http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
>
>
>  Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
> -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
>  No virus found in this incoming message.
>  Checked by AVG.
>  Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.6/1402 - Release Date:
28/04/2008
> 13:29

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt

Kirim email ke