Kalau Mittal mau menanamkan modalnya dan sekaligus membawa teknologi, sebaiknya untuk pembangunan pabrik baru saja untuk meningkatkan kapasitas produksi baja Indonesia dan di pabrik baru ini Mittal jangan sendirian tapi sharing permodalan dengan KS, ANTAM, dan Pemerintah (jika punya duit). Teknologi untuk Pabrik baru sebaiknya menggunakan Reduktor Karbon karena kita punya banyak Batubara, buat Coke Oven dengan bahan baku Batubara sehingga produk sampingnya (Coal tar pitch) bisa dijual ke Asahan. Dan produk baja yang akan dibuat nanti lakukan dulu market survey kebutuhan domestik. Kalau kebutuhan baja untuk Pabrik Aluminium Asahan yang sekarang masih import karena KS belum bisa supply adalah :
1. Round Bar SS 41 dengan diameter 160 mm.
2. Baja Balok SS 00 atau SS 41 dengan ukuran 4000 mmL x 200 mmW x 150 mmH
Mas Pardi
--- On Mon, 19/5/08, tri wibowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: tri wibowo <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ? To: [email protected] Date: Monday, 19 May, 2008, 1:22 PM
Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Terima kasih Kang Zainal, sebenarnya teknologi besi baja ada 2 kelompok besar yaitu yang konvensional dan non konvensional seperti route ( Direct reduction - EAF -rolling ) yang sudah kita kuasai, tetapi untuk pengembangan kedepan karena keterbatasan gas alam sebagai bahan baku proses ( seperti pabrik pupuk yang kekurangan suplai hingga terpaksa slow down) perlu pengembangan dengan jalur yang berbeda , yang membutuhkan investasi cukup besar dan perlu adanya ketersediaan bahan baku lokal yang sesuai agar tidak tergantung dari impor, jika investornya yang mempunyai teknologi ini maka kita dapat membangun pabrik baja baru dengan kapasitas hingga 10 juta ton dengan patner yang saling menguntungkan bagi bangsa Indonesia, bukan sekedar investor yang hit and run, mengingat nilai investasi industri ini cukup besar, jadi bukan membatasi investor yang sekedar mencari keuntungan jangka pendek
Mengenai kualitas produk KS cukup dapat bersaing dipasaran, di Australia prouduk HRC KS dikenal sebagai Volcano Steel.
sekedar info untuk bgmn penguasaan teknologi baja di Indonesia,ttp kita harus tetap belajar untuk meningkatkan diri supaya tidak ketinggalan dari orang lain.
Wassalam
Tri Wibowo. S.Purnomo
-----Original Message----- From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Date: Thu, 15 May 2008 15:46:35 +0700 Subject: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ?
Mas Tri Wibowo, Pardi dan Rekans,
Menteri Perindustrian mengatakan yang akan membeli sebagian saham PT. KS harus telah mempunyai teknologi tinggi sehingga bisa meningkatkan effisiensi PT.KS. Apakah persyaratan tersebut hanya bertujuan membatasi calon investor atau memang dalam hal teknologi produksi besi dan baja PT. KS dianggap ketinggalan ? atau bahkan para insinyur Indonesia termasuk alumni ITB dianggap belum kuasai teknologinya ? :-(
Salam, Zaenal At 11:08 05/05/2008, tri wibowo wrote:
Assalamu 'alaikum Mohon maaf Mas Pardi , saya coba telepon ke kantor minggu yang lalu tetapi , sudah tidak ada ditempat. Saya mencoba menjelaskan apa yang ingin diketahui topik hangat tentang KS yang hingga sekarang masih banyak menjadii berita nasional. Prinsipnya Industri baja dinegara manapun akan menjadi kekuatan nasional , oleh sebab itu kebijakan nasional tentang industri baja seharusnya dilakukan secara terstruktur, terintegrasi dengan industri terkait ( hulu - hilir) merupakan pohon industri yang harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan nasional, seperti yang telah dilakukan oleh Korea Selatan, India dan Cina tetapi tidak demikian untuk Indonesia, sehingga dalam kurun waktu yang bersamaan berdirinya dengan PT KS, Pohang Steel KOrea mampu tumbuh menjadi Indutri baja yang cukup disegani di Asia, krn. ada komitmen dan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan industri baja dalam
negeri, tidak hanya untuk PT KS tetapi juga untuk Pabrik baja dalam negeri lainnya. Kebijakan tentang pembangunan industri baja / industri berat tidak dilakukan berkesinambungan , baik mengenai industri hulu maupun industri hilirnya , pengamanan bahan baku dan teknologi yang hrs. dikembangkan termasuk pengamanan produk yang dihasilkan, kebijakan kita masih berorientasi sebagai pedagang/trading bukan sebagai industriawan yang dalam mempersiapkan pengembangan industrinya seharusnya sampai ketingkat pendidikan generasi mudanya ( sumber daya manusia) Indonesia yang bermental baja yang berorientasi jangka panjang. Mengenai bahan baku memang hampir 70 % masih impor, tidak berbeda jauh dengan Korea dan Jepang dengan sumber yang hampir sama , toh yang lebih penting adalah bagaimana meninkatkan added valuenya menjadi produk yang competitive. Perlu diketahui opsi menggunakan bahan baku dari dalam negeri sudah dilakukan sejak tahun 1984 yang lalu PT
KS bekerjasama dengan BPPT, PPTM dan perguruan Tinggi tetapi karakteristik sumber dari dalam negeri belum sesuai dengan kebutuhan PT KS dengan teknologi reduksi langsung, harus ada proses benefication untuk meningkatkan kandungan Fe sampai diatas 65%, harus ada investor yang masuk ke Industri Iron making,padahal kita ketahui iklim investasi dengan adanya otonomi daerah sekarang ini masih mensyaratkan adanya kepastian usaha bagi investor krn proyek ini bersifat jangka panjang. Bagi rekan rekan metalurgi /TK atau jurusan lain yang belum pernah terlibat dalam industri baja melihat masalah ini tentu bertanya apa sich sulitnya ? Tetapi bagi yang memahami bisnis sektor pertambangan akan faham bahwa ekploitasi mineral membutuhkan investasi yang besar dan jangka waktu yang cukup panjang, tidak seperti membuat kacang goreng. Potensi bahan baku ada di Kalimantan dan Sulawesi, daerah lain di Jawa, Bangka Belitung cadangannya relatif
sedikit. Yang diharapkan dari PT KS dengan adanya investor baru untuk pengembangan PT KS kedepan adalah investor yang tidak saja mempunyai dana tetapi mempunyai teknologi yang diperlukan dan berinvestasi di Indonesia ( Kalimantan / Sulawesi ) karena untuk mencapai kapasitas produk diatas 10 juta ton ,ada keterbatasan sumber daya jika lokasinya di Cilegon disamping untuk pemerataan pembangunan dan dekat dengan sumber bahan baku. Skenario terbaik adalah melalui IPO dengan saham yang ditawarkan lebih kurang 35 %, untuk membiayai Proyek pengadaan bahan baku di Kalimantan Selatan dalam hal ini PT KS bekerjasama dengan PT Antam yang berpengalaman dibidang pertambangan.Prioritas utama adalah menyeimbangkan suplai bahan baku dan kapasitas produksi hulu hilir dengan memanfaatkan potensi dari dalam negeri dengan memilih teknologi proses yang sesuai. Peminat -Investor tidak hanya Mittal saja ,masih ada yang lain yaitu Tata Steel ( India ) dan BHP (
Australia ) sehingga keputusannya dikembalikan ke Pemegang Saham untuk dicarikan solusi terbaik bagi KS kedepan, mengingat posisi strategis PT KS saat ini untuk mengemban tugas negara dan bisnis baja di dalam negeri dan kinerja perusahaanPT KS dan grup cukup hingga bulan April 2008 ini masih cukup baik. Demikian penjelasan singkat saya , Terima kasih atas perhatiannya dan salam buat rekan rekan yang ikut peduli terhadap masa depan PT Krakatau Steel sebagai asset nasional Wassalamu 'alaikum Tri Wibowo S. Purnomo
- -----Original Message-----
- From: Supardi Zainal <[EMAIL PROTECTED]>
- To: [email protected], Tri Wibowo <[EMAIL PROTECTED]>
- Date: Tue, 29 Apr 2008 00:33:14 -0700 (PDT)
- Subject: Re: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ?
- Saya perlu sharing dengan Pak Tri Wibowo (TK 73) yang sudah malang melintang di KS. Apa pendapatnya. Tolong kasih komentar terhadap pertanyaan2 saya dan kawan2 yang lain.
- Terimakasih Pak Tri
- --- On Tue, 29/4/08, ibnu utama <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
- From: ibnu utama <[EMAIL PROTECTED]>
- Subject: [indonesia] Re: Mengapa harus jual KS ?
- To: [email protected]
- Date: Tuesday, 29 April, 2008, 12:34 PM
Nimbrung ya, Perspektif
dalam meninjau KS dan Mittal haruslah dalam - kerangka lingkungan
industri dunia saat ini yang bersifat kapitalistik.
- Mittal itu adalah
Singa Besar, dan KS itu adalah Kucing Rumahan. Posisi
- Mittal
adalah posisi strategis yang dapat mengunci KS dari berbagai sisi,
-
baik supply bahan baku, pasar, maupun sumber daya manusia. Dengan
-
menggandeng Antam, berarti Mittal dapat mengunci KS dari sisi supply bahan
- baku. Dan bisa jadi manuver-manuver bisnis lain yang dapat mengunci
KS.
- Yang realistis adalah harus kita terima Mittal, karena biar
bagaimanapun KS
- butuh Mittal dari sisi finansial dan pasar. Hanya
kemudian harus dibuatkan
- regulasi industri strategis seperti KS bahwa
investasi asing tidak akan
- melebihi 50% atau angka yang lain yang
lebih realistis. Masalahnya kemudian
- adalah kemampuan bermitra
KS terhadap Mittal. Bisakah manajemen KS mendapat
- manfaat optimal dari
masuknya Mittal ke KS. Tidak ada cara lain, kalau yang
- ekstrim
ya...perekonomian kita tutup dari pengaruh luar, seperti zaman
- kaisar
Jepang dahulu kala. Salam, Ibnu Utama TI 91 --- On
Tue, 4/29/08,
- Supardi Zainal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: Supardi Zainal
- <[EMAIL PROTECTED]> > Subject:
[indonesia] Re: Mengapa harus jual
- KS ? > To:
[email protected] > Date: Tuesday, April 29, 2008,
- 11:06 AM
> Industri Logam dunia sekarang ini lagi buming. Sayang kalau
- >
saham KS dijual. Jika mau meningkatkan kapasitas, mengapa > harus
-
menggandeng Mittal? Kalau mau meningkatkan supply > bahan baku kenapa
- Mittal mau menggaet ANTAM? Jika demand > domestik sampai 7 Juta
tpy tapi
- produksi KS hanya 2,5 Juta > tpy maka domestic
market terbuka lebar. Ini
- peluang yang > sangat besar.
> > Pertanyaan saya : >
- 1.Darimana supply bahan
baku untuk KS ? Apakah biji besi > Indonesia
- cukup potensial
> untuk memenuhi kebutuhan KS? >
Jika deposit
- biji besi Indonesia cukup untuk memenuhi > kebutuhan
KS sampai kapasitas
- > 7 juta tpy maka
sebaiknya diolah sendiri oleh ANTAM dan > KS agar
- Added Value
bisa > dinikmati 100 % oleh bangsa ini
> Jika
- depositnya kurang, cari melalui import.
Saya yakin > KS bisa cari.
- Sekarang yang
> sedang mengamankan supply bahan baku untuk negerinya
- > adalah China dan India. > Industri
Pertambangan yang sedang
- gencar memperluas > sayapnya untuk
mengamankan > supply misalnya
- Rio Tinto
bersama China mengakuisisi BHP > Australia. jadi hati2. Mittal
- > sebenarnya mau mengamankan supply untuk siapa?
> 2.Jika KS akan
- meningkatkan kapasitas produksi, apa >
kendalanya? Modal? Kalau SDM,
- > yakinlah
orang Indonesia mampu. Proses? Saran saya ganti > saja
- bahan
reduktornya > yang sekarang pakai Gas diganti
dengan Kokas
- (Karbon) > dari Batubara dengan
> membuat Coke Oven karena hasil
- sampingnya (Coal
Tar > Pitch) sangat diharapkan untuk > supply
ke
- Pabrik Aluminium Asahan, harganya juga mahal > sekitar 450
USD/ton, .
- > Kokasnya bisa disupply
ke Pabrik Aluminium dan Pabrik2 >
- Peleburan Besi yang lain,
> harganya juga hahal sekitar 400 USD/ton,
- jadi
sekalian > meningkatkan added value >
Batubara. >
- Modal? Katanya bank2 di Indonesia
sedang banyak uang > tidur, bingung
- >
menyalurkannya. Kalau ANTAM yang beli saham KS baru > cocok. >
-
> Jadi kalau KS menolak menjual saham ke Mittal saya pikir >
- baguslah > > --- On Mon, 28/4/08, Harlizon MBAu >
-
<[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > From: Harlizon MBAu
-
<[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [indonesia] Re: Apa sebenarnya yang
- diperlukan KS > ? was Re: Heboh KS: Senyum manis Fahmi... > To:
- [email protected] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Date: Monday,
28
- April, 2008, 11:54 PM > > > Wah... Mana ngerti
aku Mas... Tanyain
- ke KS dong...! > Yang saya tahu, setiap yang
berbau pembangunan fisik dan
- > teknologi pasti menggunakan besi
atau baja. > Jadi jika masih ada
- pembangunan fisik dan teknologi
akan > "SELALU" tergantung (diperes) jika
- Mittal jadi > mbeli...
> Apalagi dia minta macam-macam yang lain
- sepagai supporting >
industri bajanya seperti dalam paragraph artikel
- email yang > Mas
kirimkan sebelumnya: > > "Dalam pertemuan itu,
- menurut
Fahmi Idris, Lakshmi > menyampaikan tiga opsi kepada Presiden
- SBY.
Pertama, Mittal > akan mengembangkan sendiri usaha pertambangan yang
- berkaitan > dengan industri baja. Kedua, Mittal menawarkan diri
menjadi
- > mitra strategis > bagi KS. Ketiga, Mittal akan
mendirikan
- perusahaan > patungan bersama KS. Selain menggandeng
BUMN baja itu, >
- Mittal juga berniat menjalin kerja sama dengan PT
Aneka > Tambang Tbk
- (Antam) untuk memasok bahan baku. Presiden SBY
> kata Fahmi Idris,
- menanggapi positif semua opsi yang >
diajukan Mittal." >
-
http://www.rusdimathari.wordpress.com > > Hebat kan...!
Mittal yang
- mengajukan opsi ke SBY > (mudah-mudahan ini cuma
bahasanya si pengarang
- artikel > saja), bukannya SBY yang
menyajukan opsi ke Mittal. > >
- Mas kan nga minta
macam-macam yang lain to...??? > > Apa suratnya
- jadi
dikirim ke Meneg BUMN??? > Jadi di follow > up nga??? >
>
- Salam Z > > > > 2008/4/26 Achmad
Zaenal Abidin >
- <[EMAIL PROTECTED]>: >
> > Harlizon dan Temans, >
- > Sebenarnya
ada latar belakang apa sehingga PT. KS harus > dijual
- sebagian
sahamnya ? apakah murni ingin meningkatkan > kapasitas
- produksinya
dengan 7-8 juta ton/tahun ? > Apakah benar selama ini baja
- yang
diimport belum diproduksi > di KS ? sehingga perlu nambah investasi
-
untuk sebagai > substitusi baja import ? > Apakah dengan penambahan
- kapasitas produksi KS, industri > Nasional benar benar akan bisa
- menyerapnya ? atau mesti > diexport sebagian ? > > Salam,
>
- Zaenal > > At 23:23 25/04/2008, Harlizon MBAu
wrote: > >
- > Bener kan Mas... > >
Senyum manis Fahmi itu lho... > >
- >
http://www.gatra.com/artikel.php?pil=23&id=114147
> > Tekad
- Baja Menolak Sang Raja > > Keinginan
Lakshmi Mittal masuk ke Krakatau
- Steel mengundang > reaksi negatif
dari karyawan hingga komisaris. Pekerja
- > Krakatau tak sudi
menjalin kerja sama dengan Mittal. > "Kami meminta
- komisaris dan
direksi memperjuangan > privatisasi lewat IPO. Itu harga
- mati,"
kata Budi > Santoso, Ketua Umum Serikat Karyawan Krakatau Steel.
-
> > http://www.gatra.com/images/gambar/239/18.jpg
> > Sepuluh
- tahun lalu, Mittal yang terkenal ke seantero
dunia > setelah membeli
- pabrik baja terbesar di Eropa, Arcelor,
> pada 2006 sesungguhnya hampir
- saja bisa mempersunting >
Krakatau. Ketika itu, lewat bendera > Ispat
- International,
Mittal meneken nota kesepahaman (MoU) > dengan Menteri
- Negara BUMN,
Tanri Abeng. Mittal sepakat > membeli 49% saham Krakatau.
-
> > Keinginan Mittal itu gagal setelah manajemen Krakatau >
- melakukan perlawanan. Manajemen merasa tidak diajak > berrembuk dan
tidak
- sreg dengan cara Menteri BUMN > menggandeng Mittal. Skenario
Tanri melego
- Krakatau pun > buyar setelah anggota DPR-RI ikut
menentang. > >
- Untuk sementara, upaya Mittal meminang
Krakatau gagal. > Namun pengusaha
- yang kini menetap di Inggris itu
tidak > patah hati. Sejak kegagalan itu,
- ia tetap melakukan >
sejumlah langkah untuk mengambil hati sang pujaan
- dan >
orangtuanya. Pendekatan terus dilakukan, baik kepada > manajemen
-
Krakatau maupun Menteri BUMN, orangtua Krakatau. > Di masa Presiden
-
Megawati Soekarnoputri, Mittal mencoba > masuk ke Krakatau, tapi gagal.
- > > Upaya itu terus ia lanjutkan di masa Presiden Susilo
> Bambang
- Yudhoyono. Mittal mengirim surat ke Menteri BUMN, >
Sugiharto. Tujuannya,
- > ingin bertemu dengan Pak Menteri
untuk membicarakan > keinginannya
- masuk ke Krakatau. Oleh
Sugiharto, surat itu > diteruskan ke manajemen
- Krakatau untuk
mendapat > pertimbangan. Hasilnya, lagi-lagi Mittal belum
- bertemu
> jodoh. > > Rencana penjualan Krakatau terakhir dibahas
- pada akhir > Maret lalu dalam rapat dengar pendapat antara manajemen
>
- Krakatau dan Komisi XI DPR. Dalam rapat itu, suara lebih >
banyak
- mendukung IPO. Sebagian yang lain lebih condong pada >
strategic sale.
- Toh, rapat itu belum memutuskan pola yang > akan
dipilih. > > Yang
- pro-IPO antara lain Dradjad Wibowo.
Anggota dewan dari > Partai Amanat
- Nasional itu menilai, Krakatau
sebaiknya > dikembangkan oleh bangsa
- sendiri. Dana pengembangan
> Krakatau, selain dari IPO, juga bisa didapat
- dari lembaga >
keuangan lainnya. > > Sedangkan yang pro-strategic
- sale
antara lain Habil Marati, > anggota Komisi XI DPR dari Partai
-
Persatuan Pembangunan. > "Namun tidak harus Mittal, ya," katanya. Pola
- > strategic sale ini pada prinsipnya harus mencari pembeli >
yang
- punya kemampuan mengembangkan usaha, punya teknologi. >
"Sedangkan Mittal
- kemungkinan hanya untuk memperkuat > pasarnya.
Mittal bukanlah tipe
- pengusaha baja yang > mengembangkan
teknologi," ujarnya. Karena itu, >
- prosesnya harus lewat tender
terbuka. > > Menteri Perindustrian Fahmi
- Idris menyatakan,
kemitraan > strategis dengan Mittal akan meningkatkan
- produksi
Krakatau > menjadi 8 juta hingga 10 juta ton pada 2011. Selama
- 30
tahun > --sejak berdiri-- kinerja Krakatau Steel tidak optimal. BUMN
- > baja ini hanya mampu menghasilkan 2,5 juta ton baja. Itu tak >
- sebanding dengan kebutuhan baja yang mencapai 7 juta ton per > tahun.
- Akibatnya, Indonesia sangat bergantung pada baja > impor. "Yang
kita
- butuhkan adalah peningkatan produksi > sehingga menguasai
pasar,
- efisiensi, dan mememuhi kebutuhan > nasional," kata Fahmi.
> >
- Fahmi mengambil contoh ketergantungan industri
otomotif > pada baja
- impor. "Padahal, kan > besi dan pelat
baja untuk kebutuhan otomotif itu
- captive > market," katanya.
Pemerintah, kata Fahmi, berharap > Arcelor
- Mittal, yang setiap
tahun memproduksi 120 juta ton > baja, bisa
- menggenjot produksi
Krakatau Steel. Pernyataan > Fahmi itu kemudian
- memunculkan dugaan
bahwa dialah yang > mengundang Mittal masuk ke
- Krakatau. >
> Irwan Andri Atmanto, Syamsul Hidayat, dan Mukhlison S.
- >
Widodo > [Laporan Utama, Gatra Nomor 24 Beredar Kamis, 24 April >
- 2008] > > > Send instant messages to your online
friends >
-
http://uk.messenger.yahoo.com > > -- > Berlombalah dalam
karya,
- bersinergi, terapkan kaidah > ilmu/teknologi serta >
kasih sayang dan
- manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan > dunia
dan akhirat. >
- > Info pengelolaan milis Indonesia next
better : >
-
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
-
____________________________________________________________________________________
- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try it
- now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--
- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah
ilmu/teknologi serta
- kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi
kebahagiaan dunia dan
- akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia
next better :
-
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt
- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
|