I wish I could Bung...
Yang saya tahu, hampir tidak ada orang yg dapat mengerti totalitas ilmu Quran…
Jika ada yang mengaku demikian, jangan-jangan dia adalah Illah sendiri
atau bahkan tipuan saja…
Dengan demikian, saya bukanlah orang yang tepat untuk berguru…
Jika dipaksakan, lama-lama jadi dianggap (diimani) sebagai rasul, nabi
bahkan Illah sendiri…
Karena itu, saya hanya bisa menyarankan untuk langsung belajar dariNya
saja, dengan membaca sendiri Kitab tersebut…
Dari kecerdasan komposisinya, sepertinya Dia mengajarinya sesuai
dengan tingkat kecerdasan (logika) dan interest (keinginan) yang
belajar… Jadi ya, jika memang ilmu didalamnya 'ilmu lurus', siapa saja
tentunya bisa belajar dengan mudah…
Sayapun sebenarnya juga masih dalam effort mencari jawaban atas
fenomena sosial yang ada...
Dengan harapan, siapa tahu ada beberapa prinsip dasar kerja alam di
dalam Quran & Kitab-kitab suci lainnya jika 'claim' bahwa buku-buku
(kitab-kitab) tersebut bersumber dari Pencipta Semesta ini benar
adanya.

Yang saya lihat, sepertinya sudah banyak yang lupa bahwa 'Science'
berasal dari kata 'Saint'.
Sepertinya juga sudah banyak yang lupa bahwa 'Adampun bisa ketipu
setan' juga, padahal beliau sudah dipilih langsung jadi 'khalifah',
diajarkan langsung 'ilmu' pula oleh Yang Maha Tahu, malaikatpun
disuruh sujud padanya, bahkan diingatkan pula agar tidak mendekati
pohon khuldi tsb (versi Quran). Belajar dari sini, sepertinya memang
ilmu, status dll yang dibikin-bikin manusia untuk 'meninggikan'
dirinya tidak selalu menjamin tidak bisa ketipu, bahkan di daerah
kekuasaannya sendiri (syorga). Barangkali - karena saya tidak pernah
aktif di Salman, jadi saya tidak tahu persisnya - untuk menyimpulkan
bahwa 'Adampun ketipu setan' juga, agak tabu untuk diucapkan di
Salman, yang barangkali juga otomatis tidak dibahas.

Sepertinya, wacana yang berkembang sekarang agaknya juga sudah cukup
jauh terjebak dalam paradigma lateral (datar) saja - kalau tidak
salah, Fritjof Capra menyebutnya sebagai paradigma 'cartesian'-
Agaknya juga sudah banyak yang lupa bahwa 'semutpun bisa membunuh
gajah' jika sang semut masuk melalui telinga sang gajah. Barangkali
cerita tentang 'semut gajah' ini tidak dibahas dalam text book-2
manajemen, bisnis atau sosial, meski ini adalah juga fenomena sosial.
Barangkali juga, semua ini berkembang karena banyak yang belajar
dengan sekedar membeo saja. Wallahu alam… (hanya Allah yang tahu…)

Adalah aneh melihat kenyataan bahwa Capra kemudian harus meng'enhance'
kembali kata 'economy' menjadi 'eco-economy' untuk mengingatkan orang
banyak bahwa economy haruslah memiliki value 'ecosystem' atau
'ecology'. Padahal dari awal sudah ada kata 'eco' nya dalam kata
'economy' tersebut. Manusia tampaknya memang 'makhluk yang aneh'.

Mudah-mudahan celoteh saya diatas tidak menyimpang jauh dari konteks.
Jika dilihat demikian, sila dianggap sebagai intermezzo saja... Anggap
saja lagi/sedang ngalor-ngidul di warung kopi atau tengah makan siang
di tengah sawah.

Salam Z


2008/5/2 ibnu utama <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> Halo,
>
> Walaupun dulu agak aktif sedikit di Salman, mungkin saya yang harus berguru
> kepada bung Harlizon dalam konteks Al-Qur'an, :-)
>
> Salam,
>
> Ibnu Utama

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/info-milist-indonesia.txt

Kirim email ke