Mas2  Para Sarjana,

Kita sebagai Intelektual yang mengaku cerdas ,maka yang perlu melihat kejadian adalah :

Siapa yang diuntungkan dari peristiwa tersebut ?
Siapa yang dapat mengambil keuntungan dari peristiwa tersebut ?
biasanya orang/ kelompok inilah yang membuat peristiwa itu terjadi

Siapa yang dirugikan dari peristiwa tersebut ?
Inilah orang2 yang ( perlu belajar cerdas )

Apa peristiwa tersebut murni spontan ?
Apa mungkin ada kronologis yang dapat dirunut ?
silahkan berdiskusi dengan cara pikir anda masing2

Ada 5 tingkatan cara berpandangan/berpikir :
Cara pikir menang- kalah ( politikus ? ) atau untung - rugi ( pedagang asli?)
Cara pikir salah- benar  ( intelektual  biasanya dosen )
Cara pikir baik- buruk ( humanis, orang bijak )
Cara pikir mengambil Hikmah ( biasanya Ustad )
Cara Pikir Manfaat ( bagaimana agar bermanfaat )

Dimana kita, terserah kita menempatkan dan menurut anda cocok.
dan tanggung konsekwesinya.

----- Original Message ----- From: "Adi Indrayanto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, June 06, 2008 9:09 AM
Subject: [indonesia] Re: Fwd: [anggotaicmi] Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)


Apapun latar belakang AKKBB ... kalau satu pihak sudah mulai menyerang
secara fisik duluan ... ya yang menyerang itulah yang salah. Menurut
saya FPI sudah melanggar aturan dan bermain dgn cara "kasar" ... .
Mereka main hakim sendiri ...


salam,

-ai-


On Fri, Jun 6, 2008 at 4:14 AM, Achmad Zaenal Abidin
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Temans,

Apakah ada yang mempunyai informasi berbeda dengan informasi dibawah ini
sebagai balancing atau klarifikasi ?

Salam,
Zaenal

From: "Mansyur Alkatiri" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 4 Jun 2008 11:58:01 +0700
Subject: [anggotaicmi] Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)

Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)
Oleh : Redaksi 03 Jun 2008 - 9:00 pm

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)
menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad
siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan
gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang
mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan
al-Qur'an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah
dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan
terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan
berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum
Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar
umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan
jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira
tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi
Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan
Ghulam Ahmad ini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi,
lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok "keagamaan", termasuk
kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
National Integration Movement (IIM)
The Wahid Institute
Kontras
LBH Jakarta
Jaingan Islam Kampus (JIK)
Jaringan Islam Liberal (JIL)
Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
Institut Dian/Interfidei
Masyarakat Dialog Antar Agama
Komunitas Jatimulya
eLSAM
Lakpesdam NU
YLBHI
Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
Lembaga Kajian Agama dan Jender
Pusaka Padang
Yayasan Tunas Muda Indonesia
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
Crisis Center GKI
Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
Gerakan Ahmadiyah Indonesia
Tim Pembela Kebebasan Beragama
El Ai Em Ambon
Fatayat NU
Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
Koalisi Perempuan Indonesia
Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
SHEEP Yogyakarta Indonesia
Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
LSM Adriani Poso
PRKP Poso
Komunitas Gereja Damai
Komunitas Gereja Sukapura
GAKTANA
Wahana Kebangsaan
Yayasan Tifa
Komunitas Penghayat
Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
Crisis Center SAG Manado
LK3 Banjarmasin
Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
PERCIK Salatiga
Sumatera Cultural Institut Medan
Muslim Institut Medan
PUSHAM UII Yogyakarta
Swabine Yasmine Flores-Ende
Komunitas Peradaban Aceh
Yayasan Jurnal Perempuan
AJI Damai Yogyakarta
Ashram Gandhi Puri Bali
Gerakan Nurani Ibu
Rumah Indonesia



kunjungannya Gus Dur awal Mei 2008 lalu ke ISrael menerima penghargaan dari
Simon Wiesenthal Center. Simon Wiesentel Center adalah sebuah LSM terkenal
di Amerika Serikat yang melindungi kaum Yahudi internasional.


Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi,
kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan
merupakan organisasi 'ladang tadah hujan' yang bersifat insidental dan
aktivitasnya tergantung ada 'curah hujan' atau tidak. Maksudnya, kelompok
atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor
asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.

Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di
akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah
yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.

Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang "aneh-aneh" seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi,
dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang
Jerman.

Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya.
Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di
dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah
Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja
pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika
sekarang ini: ZIONISME.

Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang
merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut
saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar
Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun
2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250,
000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung
berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat
gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.

Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti
kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd
sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan
menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di
Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.

Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah.
Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan
dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.

Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik
situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com , Islamlib.com dan
lainnya.

Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari 'The Hidden Agenda' di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun
anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil
kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang
cukup.(bersambung/rz/eramuslim)



Di saat umat Islam berjuang membebaskan tanah Palestina, para cendikiawan
"liberal" justru "berjabat tangan" dengan Israel dan menemui Shimon Peres.
Nampak Dr. Syafiq Mughni dan Abdul A'la [NU] menghadiri upacara keagamaan
Yahudi

________________________________

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke