Assalaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Tiga minggu ini saya sangat senang, Pasalnya kenapa,
Karena ada acara bagus di TV, tepatnya di ANTV setiap
Hari kerja (CMIIW) jam 22.00 – 23.00 WIB & 03.00 – 04.00 WIB
(jadwal lengkap ada di www.an.tv)

Judulnya Seconds from Disaster

Topiknya membahas berbagai macam musibah yang terjadi
dan merunut akar permasalahannya. Dari musibah transportasi
sampai bencana alam.

Di sana saya dapat gambaran bagaimana aktivitas Bapak kita,
Prof Diran bersama teman2 saat berkecimpung di KNKT menangani
berbagai macam Insiden dan kecelakaan.

Bahasa yg saya tuliskan di sini adalah versi awam, karena tanpa
Didukung lingkungan kerja di bidang penerbangan :)

Yang pertama saya lihat adalah waktu kecelakaan salah Satu
Maskapai di US, yang celaka karena terjadi flashing (percikan bunga
api) di kompartemen tanki bahan bakar yang di center body (mohon
dikoreksi, soalnya Bahasanya org awam :p)

Namun untuk menemukan root cause-nya tidak mudah dan tidak
Sebentar. Terlebih pesawat jatuh di tengah laut.
Setelah melakukan Berbagai macam analisa, serta pengujian,
ditemukanlah akar Permasalahannya, yaitu kabel2 listrik / elektrik
/elektronik yang Berada dekat dengan kompartemen bahan bakar
sudah mengelupas di sana-sini isolasinya dan menyebabkan kortsluiting.
Akibatnya, avtur yang berada pada kompartemen bertambah tekananannya
dan tempertaturnya naik, ditambah percikan listrik dari
Kabel2 tadi, meledaklah kompartemen bahan bakar tsb.

Solusi untuk mencegah terulang : kabel2 yang sudah mengelupas,
Diperketat pengawasannya dan diisolasi / diganti baru.

Kasus yang kedua yg saya lihat, adalah kecelakaan pesawat
TWA DC-10 (CMIIW lagi), yang mengalami pecah fan di engine atas,
Sehingga fluida minyak utk bidang kendali di-tap (drain) habis dan
Kehilangan kendali. Pesawat ini jatuh di tengah ladang gandum / jagung
Yang sedang subur2-nya.

Setelah dikumpulkan serpihan2nya seadanya, serta dianalisa blackbox,
vcr n fdr-nya, disimpulkan kecelakaan disebabkan hal di atas. Namun
perlu pembuktian lebih lanjut dengan fan yg diduga pecah.
Setelah masa panen (3 bulan after accidet), seorang petani melaporkan
Penemuan fan di ladangnya, dan setelah dicek dan ditangani lebih lanjut,
Memang benar kecelakaan bermula dari retak di fan yang terlambat
diantisipasi.

Solusinya :
- pemeriksaan yg lebih ketat dan antisipasi lebih dini pada Temuan2
kasus retak.
- Dibuatnya mekanisme stop valve pada sistem hidrolik yang mencegah
terkuras-habisnya oli pada sistem ini pada saat terjadi kebocoran.
- Letak pipa2 hidrolik dijauhkan dari benda2 yg memiliki kemungkinan
Keagagalan dan menyebabkan kebocoran.

Kasus ke tiga : Badai topan (entah apa namanya, yg ada di US)

Kasus ke-empat : Tenggelamnya kapal titanic, 1912, karena menabrak
Gunung es. Titanic sudah diperingatkan oleh kapal yang ada di dekat
Lokasi, bahwa terdapat gunung es besar di jalur pelayaran titanic.
Namun karena awak radio tidak mendengar sinyal dengan jelas, dan
Dianggap hanya interferensi frekuensi radio, diabaikanlah peringatan
Awal tersebut.

Setelah menabrak gunung es, lambung kapal bocor. Sehingga titanic memiliki
Waktu penyelamatan sebelum tenggelam selama kurang lebih 2-3 jam.
Faktor yang mempengaruhi banyaknya korban : yaitu diabaikannya
Keselamatan Dengan sedikitnya sekoci yang tersedia, yaitu hanya 20-an sekoci
Untuk 3000-an penumpang dan awak kapal. Idealnya kapal sebesar ini
Memiliki sekoci sejumlah 40-an buah (CMIIW). Akibatnya, korban meninggal
Diprediksi sejumlah 1500 orang.

Kasus ke-lima : Gempa Bumi & Tsunami maha dahsyat 26 des 2004
Kita semua tahu, gempa besar tersebut, yang mengakibatkan korban meninggal
Lebih kurang 200 ribu orang di berbagai negara. Dari NAD, Thailand,
Malaysia,
Bangladesh, Sri-Lanka, Maladewa, sampai Madagaskar.
korban terbanyak adalah dari NAD.
Dari analisa lapangan dan simulasi gempa dan gelombang yang terjadi,
Dugaan awal panjang patahan di samudra hindia adalah 400 km.
Namun setelah disimulasikan, gelombang tsunami yg dihasilkan tidak sampai
Sedahsyat yang terjadi.
Dugaan yang kedua, merupakan koreksi dari dugaan sebelumnya, patahan
Lempeng bumi yg terjadi adalah sepannjang 1000 km, namun disimulasikan
Gelombang yg terjadi tidak sampai ke pantai timur afrika.

Setelah dianalisa dari bukti2 lapangan, termasuk survey ke pulau Simeulue
di barat Meulaboh, dan juga foto satelit pra dan pasca tsunami, diperoleh
data
terjadi kenaikan lempeng pulau, (terutama simeuleu).
Di pantai sebelah selatan : terjadi kenaikan pulau setinggi 0.5 meter
Di pantai tengah : kenaikan 1 meter
Dan di utara : kenaikan 1.5 meter.

Tinggi gelombang tsunami tercatat yg tertinggi di Lhok Nga, dg ketinggian
35-meter

Setelah data2 dianalisa, diperoleh angka 1600 km patahan gempa dan
disimulasikan
Dan diperoleh hasil yg cukup akurat dengan kenyataan tsunami yg menyebar ke
dua benua.


Kasus ke-enam : Meledaknya pesawat ulang-alik Columbia pada fase re-entry,
Jan 2003
Tayangannya baru tadi malam. Sebagaimana teman2 sudah tahu, penyebab awalnya

Adalah lepasnya panel pelindung panas di sayap karena terbentur salah satu
komponen
Yang lepas saat take-off.
Kamera sudah merekam insiden lepasnya panel pelindung panas ini dan beberapa
saat
Setelah take off, awak Nasa yg di bumi mendiskusikan dan menganalisa
kemungkinan2
Yg terjadi akibat lepasnya panel ini. Namun tetap tidak diberitahukan kepada
awak pesawat
Yang berada di angkasa.
Setelah melakukan serangkaian percobaan di ruang minim gravitasi, pesawat
kembali masuk
Ke bumi. Namun setelah pada tinggi terbang 60 km di atas bumi, Columbia
mulai mengalami
Masalah. Yaitu sensor temperatur di ruang penyimpanan roda, mulai mengindera
kenaikan
Temperatur yang tidak wajar karena melonjak terlalu cepat. Kemudian
satu-persatu sensor
tersebut mati.
Awak pesawat melaporkan hal ini ke darat, namun, tak lama kemudian,
terjadilah kecelakaan
Yang menewaskan 6 awak.

Nanti malam ada lagi, entah kasus apa lagi yg diulas.

Ada rekan2 yang mau menambahkan ?
Terima kasih sudah membaca tulisan ini.

Wassalaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
M Ari Mukhlason
GSM : 0818.223.062
CDMA : 021-910.745.83
alt-mail : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke