Ini saran buat PLN. (mudah-mudahan sampai)
Tarif dasar listrik yang banyak dipakai di banyak
negara maju dan 'setengah maju' adalah multi tarif.
Sistem multi tarif adalah sistem yang paling
"make sense" didunia ini, makanya paling banyak dipakai.
Di Indonesia belum diterapkan di Residential,
dan multi tarif yang ada masih berupa WBP dan LWBP
"KVA max" itu bukan multi tarif, itu adalah
"pembatasan pemakaian dengan hukuman", which is a
One way thinking from PLN side, not from its customer. (Ciri Monopolistik)
Multi tarif saya pikir lebih tepat dibanding
himbauan perusahaan pindah kerja di hari Sabtu - Minggu
Dengan pengenaan tarif murah di Sabtu Minggu,
Pabrik ngga usah dihimbau, mereka akan pindah jam kerjanya dengan sendirinya.
Tarif mahal / premium diberikan di jam full load,
termasuk golongan residential.
Mungkin ada perlu beberapa tarif.
Tarif Beban Puncak
Tarif Reguler
Tarif hari Sabtu
Tarif hari Minggu/hari Raya.
4 trarif saya pikir cukup memadai untuk mengontrol beban pemakaian.
Konsumen akan otomatis menghemat.
Load Curve PLN juga akan "membaik"
Instrument untuk itu sudah tersedia di pasaran.
Kalau masalah listrik swasta, dulu
undang-undangnya dibikin, untuk melindungi PLN.
karena saat itu, harga listrik masih kompetitif.
Sekarang ? Sudah sulit mengajak investor untuk
jualan listrik (terutama kesektor residential)
karena harga jualan-nya tidak kompetitif lagi.
Kalau Pa Fahmi berani membuat gebrakan, saya pikir bisa.
Perusahaan seluler saja memakai prinsip multi tarif koq.
jam sibuk mahal, jam sepi murah.
Perusahaan yang maju dan berhasil adalah
perusahaan yang menerapkan kebijakan "common sense" kepada customernya.
Yang "aneh-aneh" biasanya ngga bisa bertahan,
atau menambah beban pemerintah melalui subsidi.
Waktu temen saya di Ponti cerita, Biaya Produksi
4200/kwh (mereka banyak memakai diesel Genset),
sementara jualan cuma antara Rp. 600 s/d 1380 /kwh
jelas subsidi bertambah lagi kan ?
rgds
B/
At 11:23 AM 7/14/2008, you wrote:

Mas, tarif regional saat ini agak susah diterapkan karena isu keadilan.
Kalau mau adil, listriknya orang Jabar paling
murah, karena mempunyai banyak PLTA.
Listrik paling mahal ada di Jakarta dan Bali,
karena nggak punya pembangkit (atau hanya sedikit).
Salam
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>hilwin manan
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Sent: Monday, July 14, 2008 10:23 AM
Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik
Solusi jangka pendek adalah menyegerakan penerapan tarif Regional.
Sebagai ilustrasi, ibu rumah tangga di Jakarta
memasak nasi menggunakan RICE COOKER biayanya
hanya Rp 200,-, bisa ditinggal dan bisa dimanfaatkan 5 orang.
Mudah-mudahan ada rekan di DITJEN LPE yang tergelitik.
Salam.
HILWIN.M.
--- On Fri, 11/7/08, Pekik A. Dahono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Pekik A. Dahono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik
To: [email protected]
Date: Friday, 11 July, 2008, 4:51 PM

Masalahnya, listrik swasta semacam itu dilarang oleh undang2.
Selain itu, swastanisasi listrik tidak semudah swastanisasi telpon seluler.
Perlunya kabel menyebabkan swastanisasi listrik
tidak bisa dilakukan dengan mudah.
Salam
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Ibnu Nugroho P.
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Sent: Saturday, July 12, 2008 4:44 AM
Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik
Tentunya, harganya jangan diatur ... jangan
seperti premium ... tapi seperti pertamax.
Konsumennya juga di segmen menengah ke atas,
bukan segmen bawah. Kalau segmen bawah tetap
menggunakan PLN dengan harga yang diatur. Dengan
demikian diharapkan beban PLN bisa berkurang.
Salam.
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Pekik A. Dahono
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Sent: Thursday, July 10, 2008 11:22 PM
Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik
Kalau harus jualan dengan harga rugi, sampai
kapanpun tidak ada swasta yang berminat.
Salam
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Ibnu Nugroho P.
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Sent: Saturday, July 12, 2008 1:24 AM
Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik
Peningkatan pemakaian sebenarnya merupakan
peluang bagi perusahaan penyedia listrik (dalam
hal ini PLN) untuk meningkatkan penjualan dan
meningkatkan profit (mengembangkan usaha).
Bukannya lantas mengeluh dan dijadikan alasan
untuk melakukan giliran pemadaman.
Barangkali untuk Jabodetabek sudah diperlukan
penyedia tenaga listrik swasta. Supaya bisa
mencukupi permintaan pasar dan mengurangi monopoli.
Salam,
Ibnu Nugroho P. (SI-72)
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>herman rachman
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Sent: Thursday, July 10, 2008 4:32 PM
Subject: [indonesia] Re: Fw: Jadwal Pemadaman Listrik
Pagi inidi tv, SBY diTokyo mengatakan bahwa
salah satu penyebab gelap adalah peningkatan pemakaian.
Mana yang benar nih.
Apa penyebab kekurangan bahan bakar tersebut?,
pembangkit mana yang mengalami?, berapa kapasitas pembangkit tersebut?.
Barangkali sohib dari PLN bisa membantu memberikan pencerahan.
Salam
----- Original Message ----
From: Pekik A. Dahono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, 10 July, 2008 4:40:41 PM
Subject: [indonesia] Re: Fw: Jadwal Pemadaman Listrik

Pak, kalau PLN melakukan pemadaman di siang
hari, alasannya memang bukan karena kekurangan pembangkit.
Alasannya adalah kekurangan bahan bakar.
Salam
----- Original Message -----
From: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>herman rachman
To: <mailto:[email protected]>[email protected]
Sent: Thursday, July 10, 2008 4:12 PM
Subject: [indonesia] Re: Fw: Jadwal Pemadaman Listrik
PLN tdk pernah terus terang mengenai beban
terendah (siang) dan beban puncak (malam).
Menurut informasi dari kawan2 yg berkiprah di
PLN, bahwa perbedaan antara beban
puncak dan beban rata2 siang hari cukup besar.
(Dinegara maju perbedaan ini kecil ). Perbedaan
ini yg menjadi salah satu penyebab
kesulitan PLN memprediksi waktu yg tepat penambahan pembangkit baru.
Dengan kondisi kekurangan daya pada siang hari
berarti PLN sudah tidak bisa memasok daya utk
beban terendah, padahal belum lama masih bisa memasok beban puncak.
Harusnya pemadaman bergilir dimulai dengan beban puncak baru beban rendah.
Aneh juga, pasti ada yang tidak benar.
Aaahhhh negeri gelap.
Salam
----- Original Message ----
From: "Sugiyarso, Bambang" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, 10 July, 2008 3:14:44 PM
Subject: [indonesia] Re: Fw: Jadwal Pemadaman Listrik
Rasanya kok kontradiktif, 3 tahun lalu PLN
berjanji tidak akan ada pemadaman listrik, tapi
hari ini ada berita akan dilakukan pemadaman
listrik..mungkin ada yg bisa kasih
pencerahan..bagaimana membuat
indonesianextbetter..tanpa ada pemadaman listrik..
Kalau melihat arsip berita di bawah ini mestinya
sudah tidak ada lagi pemadaman listrik ya
..atau
SUTET 500 KV nya belum selesai? Sudah tiga tahun apa masih belum juga selesai?
Mudah2an bisa dicari alternative tanpa harus
dengan pemadaman listrik lagi ya
.
Salam,
Bambang S
________________________________________________________________________________________
Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Dilakukan di Jawa-Bali
Kamis, 11 Agustus 2005 | 18:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PLN akan kembali
melakukan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah
akibat kebocoran boiler di unit VII Suralaya.
Untuk memperbaikinya, membutuhkan waktu minimal lima hari.
"Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ini
perbaikan sudah selesai dan tidak perlu lagi ada
pemadaman giliran di wilayah Jawa dan Bali,"
kata General Manager Penyaluran dan Pusat
Pengatur Beban PT PLN wilayah Jawa Bali, Muljo
Adji, Kamis (11/8) di Yogyakarta.
Akibat kebocoran tersebut, PLN Suralaya
mengalami defisit daya sekitar 300 MW. Pada Rabu
malam, kata Muljo, PLN mengurangi pasokan dalam
jumlah berbeda-beda di Jakarta, Banten, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Pemadaman bergilir tidak perlu dilakukan jika
jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi
(SUTET) 500 kV yang sedang dibangun PLN sudah
terwujud. Dengan SUTET 500 kV tersebut, kata
dia, penyediaan tenaga listrik se-Jawa dan Bali lebih terjamin. Syaiful Amin
<http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/08/11/brk,20050811-65187,id.html>http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/08/11/brk,20050811-65187,id.html
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.6/1540
- Release Date: 7/8/2008 6:33 AM
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.6/1540 - Release Date: 7/8/2008 6:33 AM