Himbauan pemerintah bagi industri untuk memindahkan 2 hari kerja ke Sabtu & 
Minggu sangat menggelikan.
Coba tengok saja, mana ada industri yang hari Sabtu minggu libur. Umumnya 
mereka kerja 7 hari/ 24 jam
untuk memaksimalisasi utilisasi mesin produksi (yang investasinya mahal). Jadi 
apa maksud himbauan pemerintah
tsb. Hanya untuk orang kantor atau termasuk perubahan jadwal produksi pabrik ?

  ----- Original Message ----- 
  From: Binsar Simangunsong 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, July 14, 2008 1:05 PM
  Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik


  Ini saran buat PLN. (mudah-mudahan sampai)
  Tarif dasar listrik yang banyak dipakai di banyak negara maju dan 'setengah 
maju' adalah multi tarif.
  Sistem multi tarif adalah sistem yang paling "make sense" didunia ini, 
makanya paling banyak dipakai.
  Di  Indonesia belum diterapkan di Residential, dan multi tarif yang ada masih 
berupa WBP dan LWBP
  "KVA max" itu bukan multi tarif, itu adalah "pembatasan pemakaian dengan 
hukuman", which is a One way thinking from PLN side, not from its customer. 
(Ciri Monopolistik)
  Multi tarif saya pikir lebih tepat dibanding himbauan perusahaan pindah kerja 
di hari Sabtu - Minggu
  Dengan pengenaan tarif murah di Sabtu Minggu, Pabrik ngga usah dihimbau, 
mereka akan pindah jam kerjanya dengan sendirinya.

  Tarif mahal / premium diberikan di jam full load, termasuk golongan 
residential.
  Mungkin ada perlu beberapa tarif.
  Tarif Beban Puncak
  Tarif Reguler
  Tarif hari Sabtu
  Tarif hari Minggu/hari Raya.

  4 trarif saya pikir cukup memadai untuk mengontrol beban pemakaian.
  Konsumen akan otomatis menghemat.
  Load Curve PLN juga akan "membaik"
  Instrument untuk itu sudah tersedia di pasaran.

  Kalau masalah listrik swasta, dulu undang-undangnya dibikin, untuk melindungi 
PLN.
  karena saat itu, harga listrik masih kompetitif.
  Sekarang ? Sudah sulit mengajak investor untuk jualan listrik (terutama 
kesektor residential)
  karena harga jualan-nya tidak kompetitif lagi.

  Kalau Pa Fahmi berani membuat gebrakan, saya pikir bisa.
  Perusahaan seluler saja memakai prinsip multi tarif koq.
  jam sibuk mahal, jam sepi murah. 
  Perusahaan yang maju dan berhasil adalah perusahaan yang menerapkan kebijakan 
"common sense" kepada customernya.
  Yang "aneh-aneh" biasanya ngga bisa bertahan, atau menambah beban pemerintah 
melalui subsidi.

  Waktu temen saya di Ponti cerita, Biaya Produksi 4200/kwh (mereka banyak 
memakai diesel Genset), sementara jualan cuma antara Rp. 600 s/d 1380 /kwh
  jelas subsidi bertambah lagi kan ?

  rgds
  B/



  At 11:23 AM 7/14/2008, you wrote:


     
    Mas, tarif regional saat ini agak susah diterapkan karena isu keadilan.
    Kalau mau adil, listriknya orang Jabar paling murah, karena mempunyai 
banyak PLTA.
    Listrik paling mahal ada di Jakarta dan Bali, karena nggak punya pembangkit 
(atau hanya sedikit).
    Salam
     

      ----- Original Message ----- 

      From: hilwin manan 

      To: [email protected] 

      Sent: Monday, July 14, 2008 10:23 AM

      Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik


      Solusi jangka pendek adalah menyegerakan penerapan tarif Regional.


      Sebagai ilustrasi, ibu rumah tangga di Jakarta memasak nasi menggunakan 
RICE COOKER biayanya hanya Rp 200,-, bisa ditinggal dan bisa dimanfaatkan 5 
orang.


      Mudah-mudahan ada rekan di DITJEN LPE yang tergelitik.





      Salam.


      HILWIN.M.


      --- On Fri, 11/7/08, Pekik A. Dahono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        From: Pekik A. Dahono <[EMAIL PROTECTED]>

        Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik

        To: [email protected]

        Date: Friday, 11 July, 2008, 4:51 PM


         

        Masalahnya, listrik swasta semacam itu dilarang oleh undang2.

        Selain itu, swastanisasi listrik tidak semudah swastanisasi telpon 
seluler.

        Perlunya kabel menyebabkan swastanisasi listrik tidak bisa dilakukan 
dengan mudah.

        Salam



          ----- Original Message ----- 

          From: Ibnu Nugroho P. 

          To: [email protected] 

          Sent: Saturday, July 12, 2008 4:44 AM

          Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik


          Tentunya, harganya jangan diatur ... jangan seperti premium ... tapi 
seperti pertamax. Konsumennya juga di segmen menengah ke atas, bukan segmen 
bawah. Kalau segmen bawah tetap menggunakan PLN dengan harga yang diatur. 
Dengan demikian diharapkan beban PLN bisa berkurang.





          Salam.





            ----- Original Message ----- 

            From: Pekik A. Dahono 

            To: [email protected] 

            Sent: Thursday, July 10, 2008 11:22 PM

            Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik


            Kalau harus jualan dengan harga rugi, sampai kapanpun tidak ada 
swasta yang berminat.



            Salam



              ----- Original Message ----- 

              From: Ibnu Nugroho P. 

              To: [email protected] 

              Sent: Saturday, July 12, 2008 1:24 AM

              Subject: [indonesia] Re: Jadwal Pemadaman Listrik


              Peningkatan pemakaian sebenarnya merupakan peluang bagi 
perusahaan penyedia listrik (dalam hal ini PLN) untuk meningkatkan penjualan 
dan meningkatkan profit (mengembangkan usaha). Bukannya lantas mengeluh dan 
dijadikan alasan untuk melakukan giliran pemadaman.



              Barangkali untuk Jabodetabek sudah diperlukan penyedia tenaga 
listrik swasta. Supaya bisa mencukupi permintaan pasar dan mengurangi monopoli.





              Salam,

              Ibnu Nugroho P. (SI-72)





                ----- Original Message ----- 

                From: herman rachman 

                To: [email protected] 

                Sent: Thursday, July 10, 2008 4:32 PM

                Subject: [indonesia] Re: Fw: Jadwal Pemadaman Listrik


                Pagi inidi tv, SBY diTokyo mengatakan bahwa salah satu penyebab 
gelap adalah peningkatan pemakaian.


                Mana yang benar nih.


                Apa penyebab kekurangan bahan bakar tersebut?, pembangkit mana 
yang mengalami?, berapa kapasitas pembangkit tersebut?. 


                Barangkali sohib dari PLN bisa membantu memberikan pencerahan.


                Salam  



                ----- Original Message ----

                From: Pekik A. Dahono <[EMAIL PROTECTED]>

                To: [email protected]

                Sent: Thursday, 10 July, 2008 4:40:41 PM

                Subject: [indonesia] Re: Fw: Jadwal Pemadaman Listrik


                 

                Pak, kalau PLN melakukan pemadaman di siang hari, alasannya 
memang bukan karena kekurangan pembangkit.

                Alasannya adalah kekurangan bahan bakar.



                Salam



                  ----- Original Message ----- 

                  From: herman rachman 

                  To: [email protected] 

                  Sent: Thursday, July 10, 2008 4:12 PM

                  Subject: [indonesia] Re: Fw: Jadwal Pemadaman Listrik


                  PLN tdk pernah terus terang mengenai beban terendah (siang) 
dan beban puncak (malam). Menurut informasi dari kawan2 yg berkiprah di PLN, 
bahwa perbedaan antara beban puncak  dan  beban rata2 siang hari cukup besar. 
(Dinegara maju perbedaan ini kecil ). Perbedaan ini yg menjadi salah satu 
penyebab kesulitan  PLN  memprediksi waktu yg tepat penambahan pembangkit baru.

                  Dengan kondisi kekurangan daya pada siang hari berarti PLN 
sudah tidak bisa memasok daya utk beban terendah, padahal belum lama masih bisa 
memasok beban puncak.

                  Harusnya pemadaman bergilir dimulai dengan beban puncak  baru 
beban rendah.

                  Aneh juga, pasti ada yang tidak benar.

                  Aaahhhh negeri gelap.

                  Salam





                  ----- Original Message ----

                  From: "Sugiyarso, Bambang" <[EMAIL PROTECTED]>

                  To: [email protected]

                  Sent: Thursday, 10 July, 2008 3:14:44 PM

                  Subject: [indonesia] Re: Fw: Jadwal Pemadaman Listrik


                  Rasanya kok kontradiktif, 3 tahun lalu PLN berjanji tidak 
akan ada pemadaman listrik, tapi hari ini ada berita akan dilakukan pemadaman 
listrik..mungkin ada yg bisa kasih pencerahan..bagaimana membuat 
indonesianextbetter..tanpa ada pemadaman listrik..





                  Kalau melihat arsip berita di bawah ini mestinya sudah tidak 
ada lagi pemadaman listrik ya...atau SUTET 500 KV nya belum selesai? Sudah tiga 
tahun apa masih belum juga selesai?





                  Mudah2an bisa dicari alternative tanpa harus dengan pemadaman 
listrik lagi ya..





                  Salam,


                  Bambang S


                  
________________________________________________________________________________________


                  Pemadaman Listrik Bergilir Kembali Dilakukan di Jawa-Bali

                  Kamis, 11 Agustus 2005 | 18:12 WIB 


                  TEMPO Interaktif, Jakarta : PLN akan kembali melakukan 
pemadaman bergilir di sejumlah wilayah akibat kebocoran boiler di unit VII 
Suralaya. Untuk memperbaikinya, membutuhkan waktu minimal lima hari. 


                  "Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ini perbaikan sudah 
selesai dan tidak perlu lagi ada pemadaman giliran di wilayah Jawa dan Bali," 
kata General Manager Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban PT PLN wilayah Jawa 
Bali, Muljo Adji, Kamis (11/8) di Yogyakarta.


                  Akibat kebocoran tersebut, PLN Suralaya mengalami defisit 
daya sekitar 300 MW. Pada Rabu malam, kata Muljo, PLN mengurangi pasokan dalam 
jumlah berbeda-beda di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, 
dan Bali.


                  Pemadaman bergilir tidak perlu dilakukan jika jaringan 
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV yang sedang dibangun PLN 
sudah terwujud. Dengan SUTET 500 kV tersebut, kata dia, penyediaan tenaga 
listrik se-Jawa dan Bali lebih terjamin. Syaiful Amin 


                  
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/08/11/brk,20050811-65187,id.html 




      Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 




    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG. 
    Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.6/1540 - Release Date: 7/8/2008 
6:33 AM


------------------------------------------------------------------------------




  No virus found in this outgoing message.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.6/1540 - Release Date: 7/8/2008 6:33 
AM

Kirim email ke