ya , apalagi itu dilakukan malam hari
saya ingat jum'at malam dan sabtu malam waktu tgl 5/6 feb 2009 itu
udara di daerah dago atas < 13 derajat celcius (kebetulan tiap hari pulang jam 21 an , dan naik motor)
dengan hujan rintik2 , pendek kata sangat-sangat dingin menusuk kulit ..

Kalau melihat detail kejadian yang disampaikan , saya menduga nugroho ini
mungkin kelelahan , kedinginan dan ditambah oksigen yg kurang dengan jalan menanjak dan mungkin oksigen yg ke otak sangat tipis tapi terforsir tenaga nya dan mungkin ada gejala gejala awal medis yang tidak diketahui panitia ..

Semoga ini menjadi pelajaran agar kita tidak mudah ignorance ..


"free to speak my mind anywhere "

On Fri, 13 Feb 2009, Eflin M Sinambela wrote:

Mas Yorga.. mohon klarifikasinya atas statement ini

*"kawan sekosan sy hari ini kebetulan anak GD, Dia menceritakan bhwa
kegiatan OS tahun ini sudah dikonsep sedemikian sehingga tidak ada sama
sekali gamparan atau kekerasan fisik lainnya. Yang dilakukan hanyalah long
march dari kampus hingga ke Gunung Batu, Lembang."*

Long March itu dilakukan dilakukan seperti apa?Tolong diperjelas biar tidak
keliru..
Apakah jalan kaki, naik angkot sampai titik tertentu, atau kombinasi.

Saya pernah naik di beberapa gunung di pulau Jawa ini, sangat diperlukan
latihan phisik yang standar. Minimal latihan naik gunung gede bolak balik,
dan latihan jalan dari Maribaya ke Cikole.

Saya bisa melihat spt apa kondisi alam jalur menuju Lembang. Ini semata-mata
kondis phisik seseorang dalam bertahan di alam bebas.

Terlepas saling silang apa yang terjadi, saya melihat ada yang tidak jujur
soal apakah korban memang masih layak ikut atau tidak.  Dan setelah
kejadian, maka terjadilah silang pendapat.  Dalam teori survival alam bebas,
ketahanan seseorang itu paling 3x24 jam dengan tidak ada kejadian yang luar
biasa.  Tapi apa yang terjadi pada alm Wisnu kurang dari 1x24 sudah roboh.
Artinya dari awal pun menurut saya, alm Wisnu tidak layak ikut.
Disinilah perlu kejujuran itu.  Jalanan di Lembang itu masih banyak jalan
keras campur batu kecil2, dengan kemiringan 5-10 derajat. Kita juga belum
mendengar info, apakah para peserta berjalan dengan membawa beban di pundak.

Ini sekedar analisa saya, tanpa menyudutkan pihak tertentu, demi
terungkapnya fakta di lapangan, yang pada akhirnya kejadian ini akan yang
terakhir kalinya.

salam
eflinms



--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke