Gua kurang ngerti Bas. AMP itu sepemahaman gua ngasih bantuan untuk tindakan 
P3K kalau-kalau terjadi sesuatu. Mungkin mereka kurang kompeten, dibandingkan 
dokter. Tapi dari pada panitia, ya lebih bagusan.

Masalahnya untuk test kesehatan, sebetulnya standarnya apa. Kalau terus 
dibilang, test kesehatan nggak bisa menjamin, ya repot juga ya. Kita jangan 
kuliah kalau gitu, siapa yang menjamin melihat rumus-rumus sebanyak itu 
mahasiswa nggak serangan jantung?

Justru ini sudah 20 tahun, masa ITB tidak bisa membantu mahasiswanya merumuskan 
gimana standar kesehatan itu.

Yang mau jadi menteri siapa?

.Dhita Yudhistira.

--- On Sat, 2/14/09, Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]> wrote:
From: Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Tentang Ospek: Kita butuh Fakta, bukan tuduhan
To: [email protected]
Date: Saturday, February 14, 2009, 12:00 PM

Dhita...

Faktanya 
pada korban ada mulut berbusa, dan ada tndakan resustasi jantung.
dialin sisi, ada yang ngotot jadi mentri...
dilain pihak, ada yang bermaksud memanfaatkan untuk kepentingan politik..

pada kronologis AMP, juga jelas terlihat ketidak Kompetensian Mereka (bila ini 
benar, apakah ini berarti semua Dokter Umum lulusan UNPAD adalah dokter yang 
in-kompeten?)

gitu ajah kok repot.


On Fri, Feb 13, 2009 at 7:17 PM, Dhita Yudhistira <[email protected]> 
wrote:







      




      

Kirim email ke