Kawan-kawan,
 
Saya agak bingung membaca paragraoh terakhir yang menyatakan bahwa pihak 
Fakultas memberikan izin os akan tetapi pihak rektorat menyayangkannya.
 
Sepertinyan ada masalah organisasi disini dan ketidak singkronan pendapat 
didalam organisasi ITB itu sendiri.
 
Ada apakah ini?
 
Wassallam,
 
 
Joefrizal
SI-83

--- On Fri, 2/13/09, Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]> wrote:

From: Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Panitia Ospek ITB Mengaku Takut kepada Senior
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Friday, February 13, 2009, 11:22 PM


Mas Andri...

takut bukan berarti melakukan. Takut bukan berarti trus almarhum memang di 
"bantai".

yang mas lakukan, tampaknya pola2 permainan kata2..

mungkin baiknya mas ke kampus lagi.

lihat, ada yg sibuk2 memenangkan pemilu KM ITB karena membawa amanat partai, 
sedangkan rivalnya saat ini sibuk membantu teman2nya di IMG.

ini sudah Kronis
ini bukan cuma ttg IMG,
ini bukan cuma ttg Alumni IMG,
ini masalah ITB
dan ITB itu adalah mahasiswa saat ini dan semua alumninya.

Posisi pak widyo bukan berarti mewakili ITB secara keseluruhan.
Coba tanya apa sibuknya Pak Jok San? masalah DHC khan udah kelar..
Pahami juga gimana posisi pak Widyo.

Gua yakin... terlepas dari kepengecutan mengakui kesalahan cara penanganan yang 
ada, Rektorat adalah manusia biasa yg masih punya Nurani... coba diajak bicara 
baik2, di ruang interogasi PolWilTabes..



On Fri, Feb 13, 2009 at 3:14 PM, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> 
wrote:

Para swasta brutal ini kan sebenarnya hanya (terlihat) berani dengan
orang yang bisa ditakut-takutinya.. para mahasiswa baru yang masih ABG
-- yang menyitir Britney Spears "not a boy, not yet a man".

Tunggu sajalah habis lulus, giliran swasta itu mungkin yang mati ketakutan.
Kriminalitas ini, tahun berapapun mereka melakukannya di ITB, harus
mereka pertanggungjawabkan secara hukum.

Dan lebih baik menyerahkan diri sajalah dan minta maaf secara terbuka
(tidak perlu jalur hukum dan lainnya), daripada masih ada di antara
eks-juniornya yang hendak menyelesaikan ini dengan caranya
sendiri-sendiri.

Salam,
Andri
HMS93
UKSU93


Source: 
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/13/11375183/Panitia.Ospek.ITB.Mengaku.Takut.Kepada.Senior

---begins---

Panitia Ospek ITB Mengaku Takut kepada Senior

JUMAT, 13 FEBRUARI 2009 | 11:37 WIB
JAKARTA, JUMAT — Pihak panitia penyelenggara ospek Institut Teknologi
Bandung (ITB) jurusan Geodesi mengakui bahwa mereka berlaku keras
kepada junior karena takut kepada alumni senior. Mereka takut dianggap
tidak melanggengkan tradisi jika berlaku lembek kepada para junior.

Hal tersebut dikatakan oleh Dr Ir Widyo Nugroho, Wakil Rektor ITB
bidang Kemahasiswaan dan Alumni, pada talk show "Ospek Maut Terulang
Lagi" di Jakarta, Jumat (13/2).

"Setelah kejadian itu, saya memanggil panitia dan mereka mengatakan,
'kami takut, Pak kepada senior-senior alumni," kata Widyo.

Talk show itu menyusul kematian Dwiyanto Wisnu Nugroho saat menjalani
OS Ikatan Mahasiswa Geodesi ITB di Desa Pager Wangi, Lembang, Bandung.
Diketahui, tanggal 8 Februari, Dwiyanto diberitakan sakit saat
mengikuti opspek dan panitia terlambat membawanya ke rumah sakit.

Widyo menyayangkan bahwa pihak fakultas memberikan izin pada kegiatan
tersebut. "Setelah ITB menjadi BHMN, kegiatan OS sebenarnya sudah
dilarang meskipun itu sudah ada sejak dulu," katanya.


---ends---

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt




      

Kirim email ke