Ternyata Mas Basuki Neolib juga yah..ha..ha...ha..
China secara berangsur angsur sudah banyak menswastakan BUMNnya, meski sekarang 
ekonomi masih 50 persen dikuasai oleh BUMN, terutama bisnis yg besar.  Akan 
tetapi mrk juga perlahan-lahan merampingkan BUMN yg masih ada dan berusaha 
tidak ikut campur operasinal perusahaan agar mampu bersaing dg perusahaan2 
lain(sosial market).

Salam,

-Irsal
The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
#Albert Einstein

-----Original Message-----
From: Basuki Suhardiman <[email protected]>
Date: Sun, 16 May 2010 15:12:32 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut
 - Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB


karena sistem nya Komunis mas ,
semua milik negara , tidak ada milik individu,
semua kantong produksi dimiliki oleh Negara ...
(tidak terkecuali)

Bedanya dengan Indonesia ,
"hajat hidup yang menguasai rakyat banyak dikuasai oleh negara"
"tanah dan air dikuasai negara "
" Presiden orang Asli Indonesia"
itu yang terkandung di UUD 45 , tapi kita sendiri gak pernah menengok 
prinsip itu..

BUMN ? lebih dari 90 % merugikan negara atau membenai keuangan negara ,
apakah itu persoalan management ? I don't think so ...


On Sun, 16 May 2010, Aristo Y. Suratman wrote:

> Saya rasa BUMN tak perlu merugi, lihat saja china, hampir semua pabriknya 
> BUMN (yang non investment dari luar). Bahkan BUMN merupakan sumber kehidupan 
> dari banyak orang di China, walaupun gajinya kecil. Dari pabrik panci sampai 
> padrik drilling rig, punya pemerintah.
>  ----- Original Message -----
>  From: goenarso goenoprawiro
>  To: [email protected]
>  Sent: Sunday, May 16, 2010 11:39 AM
>  Subject: [indonesia] Bls: Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - 
> Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
>
>
>  Pak Basuki,
>
>  Saya masih punya keyakinan bahwa pendekatan manajemen gaya pak Hengki akan 
> berakibat positif kalau diterapkan di BUMN yang lain. PT Rekind sendiri tidak 
> pernah menyebabkan krisis dan tidak terpengaruh krisis bahkan revenue nya 
> meningkat pada saat krisis.
>
>  Goenarso
>
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------------
>  Dari: Basuki Suhardiman <[email protected]>
>  Kepada: [email protected]
>  Terkirim: Ming, 16 Mei, 2010 08:43:51
>  Judul: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing 
> Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB
>
>
>  Pak Goenarso ,
>
>  What's the kind of management you're thinking  ? :-)
>  Kebijakan macam ini khan meniru style nya Keynes (John M  Keynes)
>  dan terutama dilakukan pada saat krisis ekonomi , nah susah nya pola yang 
> diterapkan Keynes ujung nya krisis lagi - krisis lagi ..
>
>
>  coba dari ratusan BUMN , berapa yg untung dan tidak membebani keuangan 
> negara ? 90 % lebih membebani keuangan negara ..
>
>  memang sih yang kaya justru pejabat-pejabat BUMN tersebut ,
>  dan yang bakal pensiun yg poesing , hehehe ...
>  misal ada satu BUMN yg menjual hasilnya ke anak perusahaan BUMN tersebut 
> dalam bentuk Dollar , hehehe ....lha apa gunanya dia bikin anak perusahaan ? 
> :-)
>  Apakah bapak tidak mengerti praktek-praktek semacam itu ?
>  siapa yang di untungkan ? ya pejabatnya ?
>
>  Macam itu BNI , kemarin bagi2 fee ke direksinya 50 Milyar lebih , hehehe 
> ...apa BNI sdh se effisien BCA ? :D ...
>  belum lagi Bank Bank daerah yang memberikan fee pada pejabat ? hehehe
>  pantas pada rebutan jadi pejabat , enak euy ....trima fasilitas walaupun 
> nyekik rakyatnya ...
>
>  apakah perilaku kita juga seperti itu ?
>
>
>
>  On Sun, 16 May 2010, goenarso goenoprawiro wrote:
>
>  > Pak Basuki,
>
>  BUMN tidak usah dibubarkan, hanya perlu dikelola seperti PT Rekayasa 
> Industri saja. Sederhana khan.....
>
>  Tidak akan ada yang setuju pembubaran BUMN.
>
>  Goenarso
>
>
>
>
>________________________________
>  Dari: Basuki Suhardiman <[email protected]>
>  Kepada: Indonesianext <[email protected]>
>  Terkirim: Sab, 15 Mei, 2010 08:13:35
>  Judul: [indonesia] Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya 
> saat pengunduran diri pada RUPSLB
>
>
>  Makanya , BUMN itu dibubarkan saja ,
>  berikan ke swasta "asli Indonesia" dan tidak boleh ada 'capital fly out'
>  selama menjadi BUMN , pasti ada 'political touch' yg selalu mengikuti
>  makanya gak pernah effisien itu BUMN ..
>
>  urusan nya capital fly in and out khan pengawasan BI , lha BI nya juga 
> memble , ngurusi satu bank kecil macam century aja gak bisa ?
>  gimana mau kontrol capital fly in and out ?
>
>
>  soal bahan baku , masih banyak bahan baku di Indonesia (raw material)
>  masalahnya BUMN-BUMN macam Krakatau steel tidak pernah explorasi dan 
> exploitasi ,
>
>
>  Telkom berubah ? itu karena Indosat dijual ke asing dan value nya menjadi 
> puluhan kali lipat dibanding sejak sebelum dijual , cuma salahnya dijual nya 
> ke 'asing' bukan ke 'orang indonesia asli' ...
>
>  revenue terbesar Telkom adalah dari Telkomsel , kalau Telkomsel dipisah dari 
> induknya (Telkom) niscaya langsung ancur :-)
>  coba saja analisis dari sini
>  http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/
>  :-)
>
>
>  Saat ini , Telkom sdh mulai keteter sama Indosat dan anak perusahaan nya ,
>  salah satu yg menanng tender USO adalah Lintas Artha , anak perusahaan 
> Indosat , bukan Telkom ,,,,why ? dan banyak pengguna jaringan baik pemerintah 
> maupun swasta mulai beralih ke Indosat group , Why ? ...
>
>
>
>
>  On Fri, 14 May 2010, [email protected] wrote:
>
>  > Hidup Neolib:).
>  >
>  > -Irsal
>  > The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
>  > #Albert Einstein
>  >
>  > -----Original Message-----
>  > From: goenarso goenoprawiro <[email protected]>
>  > Date: Fri, 14 May 2010 15:44:03
>  > To: bisnis mailist<[email protected]>; Venture 
> Capital<[email protected]>; Alumni 
> Teladan<[email protected]>; indonesia 
> entrepreneur<[email protected]>; milist 
> indonesia<[email protected]>; renewable 
> energy<[email protected]>; asosiai desain 
> grafis<[email protected]>; sanbima 
> xibmer<[email protected]>; mailist 
> mantanIBM<[email protected]>
>  > Subject: [indonesia] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya 
> saat pengunduran diri pada RUPSLB
>  >
>  > Ibu dan Bapak,
>
>  Sharing tulisan bagus dari mailist tetangga,
>
>  Goenarso
>
>
>
>  ----- Pesan Diteruskan ----
>  Dari: Triharyo Soesilo <[email protected]>
>  Kepada: [email protected]
>  Terkirim: Kam, 13 Mei, 2010 22:25:03
>  Judul: [itb77] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat 
> pengunduran diri pada RUPSLB
>
>
>  Pada hari Rabu 12 Mei, 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
>  (RUPSLB) telah menyetujui pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama PT
>  Rekayasa Industri. Saya kebetulan diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan
>  dan pesan. Berikut ini saya “share� pidato saya pada acara 
> tersebut
>  dengan doa mudah-mudahan ada manfaatnya bagi rekan-rekan yang ingin 
> membacanya.
>
>  Ass wr wb
>
>  Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur
>  Alhamdulilah kepada Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan nikmat
>  kesehatan olehNya untuk bisa menghadiri sebuah acara yang sangat luar biasa
>  ini.
>
>  Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persetujuan
>  bapak-bapak pemegang saham atas pengunduran diri saya. Dalam kesempatan yang
>  sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan “sharing� saya 
> tentang penugasan yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak pemegang saham
>  kepada saya, untuk ikut mengelola PT Rekayasa Industri selama hampir 5,5 
> tahun
>  sebagai Dirut dan hampir 10 tahun sebagai Direksi.
>
>  Sebut saja, ini adalah thesis saya.
>
>  Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kerugian dan bahkan
>  kebangkrutan, kita semua patut bersyukur bahwa PT Rekayasa Industri justru
>  dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat dari Rp 500
>  milyard per tahun ke Rp 3 triliun per tahun, asetnya-pun bisa meningkat 2x
>  lipat menjadi sekitar Rp 1,7 Trilliun. Dimana pencapaian tersebut diperoleh
>  dengan jumlah karyawan yang justru menurun jumlahnya dari 1200 ke 1000 orang.
>
>  Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan
>  kenapa BUMN-BUMN di Indonesia, mengalami kemunduran dan bahkan kebangkrutan.
>  Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama dan
>  berkat kerja keras seluruh jajaran PT Rekayasa Industri baik Dewan 
> komisarisnya,
>  Dewan Direksinya maupun seluruh karyawan. Inilah rahasia-rahasianya dan juga
>  kiat-kiat kami. Mudah-mudahan dari “sharing� ini bisa dipetik 
> sari
>  pengalamannya oleh BUMN-BUMN ataupun perusahaan-perusahaan lainnya di 
> Indonesia .
>
>  Alasan pertama banyak BUMN bangkrut adalah karena hilangnya atau habisnya 
> bahan baku . Contoh-contohnya
>  antara lain PT Asean Aceh Fertilizer, PT Iglas, PT Soda Waru, PT Kertas Kraft
>  Aceh, PT Sandang, PT Basuki rachmat dan sangat banyak lagi. Cukup lama saya
>  memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku PT Rekayasa Industri. Karena 
> mengerti tentang ketergantungan bahan baku dan juga mengupayakan
>  ketersediannya, merupakan kunci bagi kesuksesan sebuah perseroan. Ternyata
>  setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan Engineering,
>  Procurement, Construction (EPC) seperti PT Rekayasa Industri ini adalah 
> “experience list�  atau
>  pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience
>  list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk ikut tender.
>
>  Jadi salah satu rahasia kami adalah �Partnership
>  management�. Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra
>  paling kompetitif, yang memiliki experience
>  list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari
>  perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner, adalah bagaikan
>  hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling mengetahui 
> peran
>  masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing dan
>  tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat-sifat setia dan loyal, tidak
>  mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah sifat-sifat 
> yang
>  kami kembangkan dengan partner kami.
>
>  Bapak-bapak para wakil pemegang saham, kami laporkan dengan kiat-kiat
>  tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia , kami justru sulit
>  menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir semua
>  perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin 
> bermitra
>  dengan kami.
>
>  Alasan kedua kenapa
>  banyak BUMN mengalami kesulitan, merugi dan bahkan bangkrut, karena mereka
>  tidak bisa mengubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya “diberi oleh
>  pemerintah�, ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Banyak
>  BUMN-BUMN yang seperti ini, contohnya PT Peruri, PT Balai Pustaka, PT 
> Inhutani,
>  PT Sang Hyang seri, PT Inhutani, PT Pertani, PT Pos Indonesia, PT Koja 
> Bahari, PT
>  Dirgantara Indonesia, PT PAL dll.
>
>  Bapak-bapak para wakil pemegang saham, rahasia kedua kenapa kami dapat
>  tumbuh berlipat-lipat selama beberapa tahun terakhir ini adalah dengan cara
>  meniru kiat PT Telkom. Kami tidak merasa malu untuk mengatakannya, karena 
> kami
>  rasa meniru dari contoh yang baik adalah wajib hukumnya. PT Telkom adalah
>  sebuah BUMN yang mampu mengubah dirinya, dari perusahaan yang tadinya sangat
>  tergantung pada bisnis telpon fixed line, kemudian bertransformasi ke bisnis
>  seluler. Dengan kiat-kiat “customer
>  centric organization� dan melalui pembentukan organisasi cluster yang 
> terdiri dari business management, program management,  dan
>  technology management, PT Rekayasa Industri akhirnya bisa melepaskan
>  diri dari ketergantungan proyek pupuk yang notabene di masa lampau adalah
>  �pemberian oleh pemerintah�. Kami berpindah ke bisnis yang 
> lebih
>  berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami 
> memasuki
>  dan akhirnya mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak, bisnis gas,
>  dan saat ini memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis lepas 
> laut
>  (offshore). Client-client kamipun
>  sudah tidak hanya di Indonesia namun sudah melebar ke mancanegara, seperti 
> ke Brunei dan Australia .
>
>  Alasan ketiga banyak BUMN yang merugi dan bahkan bangkrut adalah karena 
> mereka tidak
>  mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis kompetensi atau
>  di kami, lebih dikenal dengan istilah �Remunerasi
>  berdasarkan Merit� dan juga berdasarkan rekam jejak atau track 
> record�.
>
>  Bapak-bapak para wakil pemegang saham, banyak BUMN yang berkali-kali
>  mencanangkan dalam vision statementnya, ingin �menjadi perusahaan 
> kelas
>  dunia�. Namun setelah saya pelajari secara rinci, umumnya mereka 
> banyak
>  yang mengalami kegagalan. Salah satu alasan kenapa mereka gagal adalah, 
> karena
>  perusahaan-perusahaan tersebut ternyata tidak bisa menaikan gaji karyawannya 
> ke
>  standard gaji kelas dunia. Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standard 
> perusahaan
>  kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan kelas
>  dunia. Kami laporkan bahwa karyawan PT Rekayasa Industri, saat ini telah
>  ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir sebanyak 
> hampir
>  3x lipat. Andaikan saja  di tahun 2009 tidak terjadi krisis, mungkin gaji
>  karyawan kami bisa naik 4x lipat sejak tahun 2005. Saat ini kami memang baru
>  bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada di 
> Indonesia .
>
>  Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini,
>  adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan
>  se-tepat-tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus
>  menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru memang
>  betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini, banyak 
> sekali
>  kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Rekayasa Industri,
>  seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif bukan 
> kualitatif, sistem tingkatan gaji
>  yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus sistem 
> yang
>  berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif milestone, sistem insentif
>  penghematan yang berdasarkan kinerja proyek dlsb.
>
>  Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah
>  dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran PT Rekayasa Industri selama 5,5 tahun
>  terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini,
>  izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ada juga beberapa
>  upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada 3(tiga) hal
>  yang belum bisa kami lakukan selama masa bakti kami.
>
>  Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk
>  menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya sangat yakin
>  seyakin-yakinnya bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh besar
>  dan berkembang. Lihatlah PT Semen Gresik, PT Telkom, PT Aneka Tambang, PT 
> PGN,
>  PT Bank Mandiri, PT BNI dan banyak lagi. Sayang sekali sewaktu kami sedang
>  gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi perekonomian 
> dunia tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat,
>  sehingga kami kehilangan momentum. Persiapan-persiapan yang telah dilakukan 
> di
>  tahun 2008, Insya Allah sangat mudah diaktifkan kembali, bila kondisi pasar 
> bisnis
>  EPC sudah semakin membaik.
>
>  Hal kedua yang belum bisa kami lakukan selama 5(lima)
>  tahun terakhir ini adalah melakukan investasi yang baik, sehingga perseroan
>  belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed
>  income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan
>  mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk 
> me-�retain� (menjaga dan
>  mempetahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran biayanya. 
> Namun
>  kami laporkan bahwa fondasi-fondasinya sudah ada.
>
>  Hal terakhir, yang belum bisa kami lakukan selama 5
>  (lima) tahun terakhir ini dan merupakan penyakit mendasar di hampir semua 
> BUMN,
>  adalah merubah karyawan PT Rekayasa Industri menjadi �economic 
> animals� untuk perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat yang 
> tepat dimana
>  karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti kepada
>  Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun dan 
> berbudaya,
>  namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang luar biasa
>  besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan selama
>  tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan hal ini.
>
>  Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang
>  mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola PT
>  Rekayasa Industri di masa-masa mendatang.
>
>  Sebelum saya menutup, saya ingin sedikit menyampaikan
>  bahwa Pemerintah telah memberikan amanah kepada saya menjadi salah satu dari 
> 7
>  (tujuh) dewan komisaris PT Pertamina (persero). Menurut bapak Menteri ESDM,
>  Presiden telah memilih dengan teliti dan sangat seksama, dari banyak sekali
>  kandidat. Pilihan 7 (tujuh) orang tersebut jatuh pada seorang mantan menteri
>  BUMN yang mengerti tentang korporasi dan bisnis migas, 2 (dua) orang mantan
>  Sekjen ESDM yang sangat mengerti tentang kebijakan Migas, 2 (dua) orang 
> Dirjen
>  aktif yang terkait ke Pertamina yaitu Dirjen Anggaran dan Dirjen ESDM, 
> seorang
>  Jendral militer dan seorang insinyur praktisi.
>
>  Sebagai keluarga besar PT Pupuk Sriwidjaja, dan
>  tentunya keluarga besar BUMN, rasanya kita patut bersyukur bahwa Presiden
>  memilih satu-satunya praktisi sebagai dewan komisaris Pertamina, dari PT
>  Rekayasa Industri dan juga dari anggota keluarga besar Pupuk. Presiden tidak
>  memilih kandidat dari dalam Pertamina. Presiden tidak memilih dari 
> perusahaan swasta. Presiden-pun tidak
>  memilih kandidat dari perusahaan minyak asing. Ini tentunya sebuah 
> penghargaan
>  dan apresiasi Presiden, bukan kepada saya,
>  tetapi kepada prestasi seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, yang selama ini
>  banyak sekali membangun kilang-kilang dan karya-karya  bagi PT Pertamina 
> maupun
>  bagi bangsa ini. Setahu saya, inilah juga untuk pertama kalinya, seorang 
> wakil
>  dari keluarga besar Pupuk, ditugaskan menjadi komisaris di PT Pertamina.
>  Tentunya saya sangat yakin, Presiden mempertimbangkan dengan cermat, bahwa
>  penugasan ini terkait dengan upaya-upaya pengaliran gas alam milik Pertamina
>  kepada industri Pupuk. Harapannya, salah satu permasalahan utama bangsa ini,
>  yaitu pasokan pupuk, dapat terpenuhi.
>
>  Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih
>  yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak para pemegang saham atas 
> bimbingannya,
>  pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain kami
>  juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang mungkin
>  telah kami lakukan. Kami mendoakan semoga bapak-bapak para wakil pemegang 
> saham
>  terus menerus mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amien
>
>  Tentunya sebelum menutup kesan dan pesan ini, kami sangat
>  memohon kepada bapak para pemegang saham untuk memilih team management yang
>  rekam jejaknya sangat baik, dan juga mampu diterima oleh seluruh stakeholders
>  dengan baik. Saya ingin mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini adalah 
> bisnis
>  berlandaskan kepercayaan.
>
>  Lebih kurangnya mohon maaf.
>
>  Wabil taufiq wal hidayah
>  Wass wr wb
>  > 
> êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰�¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·
>
>
êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·

Kirim email ke