Indonesia harus kenal Sistem Ekonomi/ Energi Pancasila.....atau ada sistem ada kendali,.....masalahnya adalah kemana orang orang sistem di ITB (pendidikan tinggi)?.....sekarang pilihannya hanya dua: local control atau singapore control. Kalau tidak dipilih akibatnya chaos.
Salam. http://icaexpo.coop --- On Sun, 5/16/10, Basuki Suhardiman <[email protected]> wrote: From: Basuki Suhardiman <[email protected]> Subject: [indonesia] Re: Bls: Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB To: [email protected] Date: Sunday, May 16, 2010, 4:12 AM karena sistem nya Komunis mas , semua milik negara , tidak ada milik individu, semua kantong produksi dimiliki oleh Negara ... (tidak terkecuali) Bedanya dengan Indonesia , "hajat hidup yang menguasai rakyat banyak dikuasai oleh negara" "tanah dan air dikuasai negara " " Presiden orang Asli Indonesia" itu yang terkandung di UUD 45 , tapi kita sendiri gak pernah menengok prinsip itu.. BUMN ? lebih dari 90 % merugikan negara atau membenai keuangan negara , apakah itu persoalan management ? I don't think so ... On Sun, 16 May 2010, Aristo Y. Suratman wrote: > Saya rasa BUMN tak perlu merugi, lihat saja china, hampir semua pabriknya > BUMN (yang non investment dari luar). Bahkan BUMN merupakan sumber kehidupan > dari banyak orang di China, walaupun gajinya kecil. Dari pabrik panci sampai > padrik drilling rig, punya pemerintah. > ----- Original Message ----- > From: goenarso goenoprawiro > To: [email protected] > Sent: Sunday, May 16, 2010 11:39 AM > Subject: [indonesia] Bls: Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - >Sharing Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB > > > Pak Basuki, > > Saya masih punya keyakinan bahwa pendekatan manajemen gaya pak Hengki akan >berakibat positif kalau diterapkan di BUMN yang lain. PT Rekind sendiri tidak >pernah menyebabkan krisis dan tidak terpengaruh krisis bahkan revenue nya >meningkat pada saat krisis. > > Goenarso > > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > Dari: Basuki Suhardiman <[email protected]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Ming, 16 Mei, 2010 08:43:51 > Judul: [indonesia] Re: Bls: Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing >Pidato saya saat pengunduran diri pada RUPSLB > > > Pak Goenarso , > > What's the kind of management you're thinking ? :-) > Kebijakan macam ini khan meniru style nya Keynes (John M Keynes) > dan terutama dilakukan pada saat krisis ekonomi , nah susah nya pola yang >diterapkan Keynes ujung nya krisis lagi - krisis lagi .. > > > coba dari ratusan BUMN , berapa yg untung dan tidak membebani keuangan >negara ? 90 % lebih membebani keuangan negara .. > > memang sih yang kaya justru pejabat-pejabat BUMN tersebut , > dan yang bakal pensiun yg poesing , hehehe ... > misal ada satu BUMN yg menjual hasilnya ke anak perusahaan BUMN tersebut >dalam bentuk Dollar , hehehe ....lha apa gunanya dia bikin anak perusahaan ? >:-) > Apakah bapak tidak mengerti praktek-praktek semacam itu ? > siapa yang di untungkan ? ya pejabatnya ? > > Macam itu BNI , kemarin bagi2 fee ke direksinya 50 Milyar lebih , hehehe >...apa BNI sdh se effisien BCA ? :D ... > belum lagi Bank Bank daerah yang memberikan fee pada pejabat ? hehehe > pantas pada rebutan jadi pejabat , enak euy ....trima fasilitas walaupun >nyekik rakyatnya ... > > apakah perilaku kita juga seperti itu ? > > > > On Sun, 16 May 2010, goenarso goenoprawiro wrote: > > > Pak Basuki, > > BUMN tidak usah dibubarkan, hanya perlu dikelola seperti PT Rekayasa >Industri saja. Sederhana khan..... > > Tidak akan ada yang setuju pembubaran BUMN. > > Goenarso > > > > > ________________________________ > Dari: Basuki Suhardiman <[email protected]> > Kepada: Indonesianext <[email protected]> > Terkirim: Sab, 15 Mei, 2010 08:13:35 > Judul: [indonesia] Re: Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya >saat pengunduran diri pada RUPSLB > > > Makanya , BUMN itu dibubarkan saja , > berikan ke swasta "asli Indonesia" dan tidak boleh ada 'capital fly out' > selama menjadi BUMN , pasti ada 'political touch' yg selalu mengikuti > makanya gak pernah effisien itu BUMN .. > > urusan nya capital fly in and out khan pengawasan BI , lha BI nya juga >memble , ngurusi satu bank kecil macam century aja gak bisa ? > gimana mau kontrol capital fly in and out ? > > > soal bahan baku , masih banyak bahan baku di Indonesia (raw material) > masalahnya BUMN-BUMN macam Krakatau steel tidak pernah explorasi dan >exploitasi , > > > Telkom berubah ? itu karena Indosat dijual ke asing dan value nya menjadi >puluhan kali lipat dibanding sejak sebelum dijual , cuma salahnya dijual nya >ke 'asing' bukan ke 'orang indonesia asli' ... > > revenue terbesar Telkom adalah dari Telkomsel , kalau Telkomsel dipisah dari >induknya (Telkom) niscaya langsung ancur :-) > coba saja analisis dari sini > http://www.telkom.co.id/hubungan-investor/laporan-laporan/laporan-keuangan/ > :-) > > > Saat ini , Telkom sdh mulai keteter sama Indosat dan anak perusahaan nya , > salah satu yg menanng tender USO adalah Lintas Artha , anak perusahaan >Indosat , bukan Telkom ,,,,why ? dan banyak pengguna jaringan baik pemerintah >maupun swasta mulai beralih ke Indosat group , Why ? ... > > > > > On Fri, 14 May 2010, [email protected] wrote: > > > Hidup Neolib:). > > > > -Irsal > > The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination. > > #Albert Einstein > > > > -----Original Message----- > > From: goenarso goenoprawiro <[email protected]> > > Date: Fri, 14 May 2010 15:44:03 > > To: bisnis mailist<[email protected]>; Venture >Capital<[email protected]>; Alumni >Teladan<[email protected]>; indonesia >entrepreneur<[email protected]>; milist >indonesia<[email protected]>; renewable >energy<[email protected]>; asosiai desain >grafis<[email protected]>; sanbima >xibmer<[email protected]>; mailist mantanIBM<[email protected]> > > Subject: [indonesia] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya >saat pengunduran diri pada RUPSLB > > > > Ibu dan Bapak, > > Sharing tulisan bagus dari mailist tetangga, > > Goenarso > > > > ----- Pesan Diteruskan ---- > Dari: Triharyo Soesilo <[email protected]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Kam, 13 Mei, 2010 22:25:03 > Judul: [itb77] Kenapa BUMN merugi & bangkrut - Sharing Pidato saya saat >pengunduran diri pada RUPSLB > > > Pada hari Rabu 12 Mei, 2010, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa > (RUPSLB) telah menyetujui pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama PT > Rekayasa Industri. Saya kebetulan diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan > dan pesan. Berikut ini saya “shareâ€� pidato saya pada acara tersebut > dengan doa mudah-mudahan ada manfaatnya bagi rekan-rekan yang ingin >membacanya. > > Ass wr wb > > Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur > Alhamdulilah kepada Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan nikmat > kesehatan olehNya untuk bisa menghadiri sebuah acara yang sangat luar biasa > ini. > > Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persetujuan > bapak-bapak pemegang saham atas pengunduran diri saya. Dalam kesempatan yang > sangat indah ini, izinkanlah saya menyampaikan “sharingâ€� saya tentang >penugasan yang telah diamanahkan oleh bapak-bapak pemegang saham > kepada saya, untuk ikut mengelola PT Rekayasa Industri selama hampir 5,5 >tahun > sebagai Dirut dan hampir 10 tahun sebagai Direksi. > > Sebut saja, ini adalah thesis saya. > > Diantara banyak BUMN yang mengalami kesulitan, kerugian dan bahkan > kebangkrutan, kita semua patut bersyukur bahwa PT Rekayasa Industri justru > dalam 5 tahun terakhir ini, bisa tumbuh pendapatannnya 6x lipat dari Rp 500 > milyard per tahun ke Rp 3 triliun per tahun, asetnya-pun bisa meningkat 2x > lipat menjadi sekitar Rp 1,7 Trilliun. Dimana pencapaian tersebut diperoleh > dengan jumlah karyawan yang justru menurun jumlahnya dari 1200 ke 1000 orang. > > Setelah saya pelajari secara seksama, ternyata ada 3 (tiga) alasan > kenapa BUMN-BUMN di Indonesia, mengalami kemunduran dan bahkan kebangkrutan. > Alhamdulilah ketiga alasan tersebut dapat diatasi secara bersama-sama dan > berkat kerja keras seluruh jajaran PT Rekayasa Industri baik Dewan >komisarisnya, > Dewan Direksinya maupun seluruh karyawan. Inilah rahasia-rahasianya dan juga > kiat-kiat kami. Mudah-mudahan dari “sharingâ€� ini bisa dipetik sari > pengalamannya oleh BUMN-BUMN ataupun perusahaan-perusahaan lainnya di >Indonesia . > > Alasan pertama banyak BUMN bangkrut adalah karena hilangnya atau habisnya >bahan baku . Contoh-contohnya > antara lain PT Asean Aceh Fertilizer, PT Iglas, PT Soda Waru, PT Kertas Kraft > Aceh, PT Sandang, PT Basuki rachmat dan sangat banyak lagi. Cukup lama saya > memikirkan tentang apa sebenarnya bahan baku PT Rekayasa Industri. Karena >mengerti tentang ketergantungan bahan baku dan juga mengupayakan > ketersediannya, merupakan kunci bagi kesuksesan sebuah perseroan. Ternyata > setelah saya renung-renungkan, bahan baku sebuah perusahaan Engineering, > Procurement, Construction (EPC) seperti PT Rekayasa Industri ini adalah >“experience listâ€� atau > pengalaman proyek sejenis. Tanpa experience > list, kita tidak mungkin bisa lulus prakualifikasi untuk ikut tender. > > Jadi salah satu rahasia kami adalah â€�Partnership > managementâ€�. Bagaimana kami bisa memperoleh partner atau mitra > paling kompetitif, yang memiliki experience > list, sehingga kami bisa ikut tender, adalah salah satu kunci dari > perusahaan ini. Kami menganggap hubungan dengan partner, adalah bagaikan > hubungan suami dan istri, saling jujur, saling terbuka, saling mengetahui >peran > masing-masing, saling mengerti kelemahan serta kekuatan masing-masing dan > tentunya dengan mengandalkan cinta kasih. Sifat-sifat setia dan loyal, tidak > mudah selingkuh dan tidak mudah berganti-ganti pasangan adalah sifat-sifat >yang > kami kembangkan dengan partner kami. > > Bapak-bapak para wakil pemegang saham, kami laporkan dengan kiat-kiat > tersebut, saat ini bila ada proyek baru di Indonesia , kami justru sulit > menolak-nolak partner yang ingin bermitra dengan kami. Karena hampir semua > perusahaan-perusahaan asing tersebut, pilihan pertamanya adalah ingin >bermitra > dengan kami. > > Alasan kedua kenapa > banyak BUMN mengalami kesulitan, merugi dan bahkan bangkrut, karena mereka > tidak bisa mengubah dirinya dari bisnis yang sebenarnya “diberi oleh > pemerintahâ€�, ke bisnis yang berdasarkan persaingan bebas. Banyak > BUMN-BUMN yang seperti ini, contohnya PT Peruri, PT Balai Pustaka, PT >Inhutani, > PT Sang Hyang seri, PT Inhutani, PT Pertani, PT Pos Indonesia, PT Koja >Bahari, PT > Dirgantara Indonesia, PT PAL dll. > > Bapak-bapak para wakil pemegang saham, rahasia kedua kenapa kami dapat > tumbuh berlipat-lipat selama beberapa tahun terakhir ini adalah dengan cara > meniru kiat PT Telkom. Kami tidak merasa malu untuk mengatakannya, karena >kami > rasa meniru dari contoh yang baik adalah wajib hukumnya. PT Telkom adalah > sebuah BUMN yang mampu mengubah dirinya, dari perusahaan yang tadinya sangat > tergantung pada bisnis telpon fixed line, kemudian bertransformasi ke bisnis > seluler. Dengan kiat-kiat “customer > centric organizationâ€� dan melalui pembentukan organisasi cluster yang >terdiri dari business management, program management, dan > technology management, PT Rekayasa Industri akhirnya bisa melepaskan > diri dari ketergantungan proyek pupuk yang notabene di masa lampau adalah > â€�pemberian oleh pemerintahâ€�. Kami berpindah ke bisnis yang lebih > berdasarkan pemenangan proyek-proyek, melalui persaingan terbuka. Kami >memasuki > dan akhirnya mendominasi bisnis panas bumi, bisnis kilang minyak, bisnis gas, > dan saat ini memulai bisnis pengolahan bahan tambang dan juga bisnis lepas >laut > (offshore). Client-client kamipun > sudah tidak hanya di Indonesia namun sudah melebar ke mancanegara, seperti >ke Brunei dan Australia . > > Alasan ketiga banyak BUMN yang merugi dan bahkan bangkrut adalah karena >mereka tidak > mengembangkan sumber daya manusianya dengan berdasarkan basis kompetensi atau > di kami, lebih dikenal dengan istilah â€�Remunerasi > berdasarkan Meritâ€� dan juga berdasarkan rekam jejak atau track recordâ€�. > > Bapak-bapak para wakil pemegang saham, banyak BUMN yang berkali-kali > mencanangkan dalam vision statementnya, ingin â€�menjadi perusahaan kelas > duniaâ€�. Namun setelah saya pelajari secara rinci, umumnya mereka banyak > yang mengalami kegagalan. Salah satu alasan kenapa mereka gagal adalah, >karena > perusahaan-perusahaan tersebut ternyata tidak bisa menaikan gaji karyawannya >ke > standard gaji kelas dunia. Tanpa peningkatan gaji karyawan ke standard >perusahaan > kelas dunia, tidak mungkin perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan kelas > dunia. Kami laporkan bahwa karyawan PT Rekayasa Industri, saat ini telah > ditingkatkan gajinya dan pendapatannya selama 5 tahun terakhir sebanyak >hampir > 3x lipat. Andaikan saja di tahun 2009 tidak terjadi krisis, mungkin gaji > karyawan kami bisa naik 4x lipat sejak tahun 2005. Saat ini kami memang baru > bisa menyaingi pendapatan karyawan perusahaan minyak asing yang berada di >Indonesia . > > Salah satu rahasia kunci kami dalam bagaimana meningkatkan gaji ini, > adalah peningkatan paket remunerasi yang dilakukan dan diupayakan > se-tepat-tepatnya. Peningkatan remunerasi ini terus > menerus kami upayakan untuk diberikan kepada mereka-mereka yang justru memang > betul-betul berprestasi. Inilah rahasianya. Untuk melakukan ini, banyak >sekali > kiat-kiat yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, > seperti menyusun penentuan tingkatan gaji berdasarkan kuantitatif bukan >kualitatif, sistem tingkatan gaji > yang berdasarkan penilaian karya maupun merit (rekam jejak), bonus sistem >yang > berdasarkan kinerja kelompok, sistem insentif milestone, sistem insentif > penghematan yang berdasarkan kinerja proyek dlsb. > > Demikianlah beberapa kiat-kiat kunci yang telah > dikembangkan dan dilakukan oleh jajaran PT Rekayasa Industri selama 5,5 tahun > terakhir. Namun diantara berbagai kiat-kiat yang telah dilakukan ini, > izinkanlah saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ada juga beberapa > upaya-upaya yang belum berhasil kami capai. Secara spesifik ada 3(tiga) hal > yang belum bisa kami lakukan selama masa bakti kami. > > Salah satunya adalah bahwa kami belum berhasil untuk > menjadikan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan publik. Saya sangat yakin > seyakin-yakinnya bahwa BUMN yang menjadi perusahaan publik akan tumbuh besar > dan berkembang. Lihatlah PT Semen Gresik, PT Telkom, PT Aneka Tambang, PT >PGN, > PT Bank Mandiri, PT BNI dan banyak lagi. Sayang sekali sewaktu kami sedang > gigih-gigihnya ingin Initial Public Offering (IPO), kondisi perekonomian >dunia tiba-tiba memburuk dengan sangat pesat, > sehingga kami kehilangan momentum. Persiapan-persiapan yang telah dilakukan >di > tahun 2008, Insya Allah sangat mudah diaktifkan kembali, bila kondisi pasar >bisnis > EPC sudah semakin membaik. > > Hal kedua yang belum bisa kami lakukan selama 5(lima) > tahun terakhir ini adalah melakukan investasi yang baik, sehingga perseroan > belum bisa memperoleh pendapatan tetap (fixed > income) yang rutin. Pengembangan investasi ini, perlu kami upayakan > mengingat bisnis EPC yang naik turun, sedangkan keperluan untuk >me-â€�retainâ€� (menjaga dan > mempetahankan) karyawan yang baik-baik sifatnya tetap pengeluaran biayanya. >Namun > kami laporkan bahwa fondasi-fondasinya sudah ada. > > Hal terakhir, yang belum bisa kami lakukan selama 5 > (lima) tahun terakhir ini dan merupakan penyakit mendasar di hampir semua >BUMN, > adalah merubah karyawan PT Rekayasa Industri menjadi â€�economic animalsâ€� >untuk perusahaan. Kami belum bisa menemukan kiat-kiat yang tepat dimana > karyawan perusahaan ini, selain menjadi umat beragama yang berbakti kepada > Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, dan juga insan masyarakat yang santun dan >berbudaya, > namun bisa berusaha sekeras-kerasnya dalam mencari keuntungan yang luar biasa > besarnya bagi perusahaan. Saya kira pertumbuhan net profit perseroan selama > tahun-tahun terakhir, yang masih kurang menggembirakan, mencerminkan hal ini. > > Demikian kesan dan pesan kami untuk hal-hal yang > mungkin perlu untuk diteruskan dan tentunya diperbaiki oleh pengelola PT > Rekayasa Industri di masa-masa mendatang. > > Sebelum saya menutup, saya ingin sedikit menyampaikan > bahwa Pemerintah telah memberikan amanah kepada saya menjadi salah satu dari >7 > (tujuh) dewan komisaris PT Pertamina (persero). Menurut bapak Menteri ESDM, > Presiden telah memilih dengan teliti dan sangat seksama, dari banyak sekali > kandidat. Pilihan 7 (tujuh) orang tersebut jatuh pada seorang mantan menteri > BUMN yang mengerti tentang korporasi dan bisnis migas, 2 (dua) orang mantan > Sekjen ESDM yang sangat mengerti tentang kebijakan Migas, 2 (dua) orang >Dirjen > aktif yang terkait ke Pertamina yaitu Dirjen Anggaran dan Dirjen ESDM, >seorang > Jendral militer dan seorang insinyur praktisi. > > Sebagai keluarga besar PT Pupuk Sriwidjaja, dan > tentunya keluarga besar BUMN, rasanya kita patut bersyukur bahwa Presiden > memilih satu-satunya praktisi sebagai dewan komisaris Pertamina, dari PT > Rekayasa Industri dan juga dari anggota keluarga besar Pupuk. Presiden tidak > memilih kandidat dari dalam Pertamina. Presiden tidak memilih dari >perusahaan swasta. Presiden-pun tidak > memilih kandidat dari perusahaan minyak asing. Ini tentunya sebuah >penghargaan > dan apresiasi Presiden, bukan kepada saya, > tetapi kepada prestasi seluruh jajaran PT Rekayasa Industri, yang selama ini > banyak sekali membangun kilang-kilang dan karya-karya bagi PT Pertamina >maupun > bagi bangsa ini. Setahu saya, inilah juga untuk pertama kalinya, seorang >wakil > dari keluarga besar Pupuk, ditugaskan menjadi komisaris di PT Pertamina. > Tentunya saya sangat yakin, Presiden mempertimbangkan dengan cermat, bahwa > penugasan ini terkait dengan upaya-upaya pengaliran gas alam milik Pertamina > kepada industri Pupuk. Harapannya, salah satu permasalahan utama bangsa ini, > yaitu pasokan pupuk, dapat terpenuhi. > > Akhir kata, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih > yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak para pemegang saham atas >bimbingannya, > pengarahannya, kerja samanya dan cinta kasihnya selama ini. Tidak lain kami > juga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang mungkin > telah kami lakukan. Kami mendoakan semoga bapak-bapak para wakil pemegang >saham > terus menerus mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amien > > Tentunya sebelum menutup kesan dan pesan ini, kami sangat > memohon kepada bapak para pemegang saham untuk memilih team management yang > rekam jejaknya sangat baik, dan juga mampu diterima oleh seluruh stakeholders > dengan baik. Saya ingin mengingatkan bahwa bisnis perusahaan ini adalah >bisnis > berlandaskan kepercayaan. > > Lebih kurangnya mohon maaf. > > Wabil taufiq wal hidayah > Wass wr wb > > >êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè· > >
