Dalam kasus sejenis ini yg senang adalah mereka pendukung zionis yahudi. Pemerintah seharusnya memberi tempat kepada saudara saudara kita yg mendukung bangsa palestina yg berjuang me ngusir penjajah israel. Pejuang kita dahulu disebut ekstrimis oleh penjajah belanda. Kita ketahui den sus 88 dibiayai oleh amerika dan sekutunya,
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected]: Thu, 30 Sep 2010 02:25:33 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [indonesia] Re: Fwd: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat,Dua Tewas Informasi dari sumber lain, mereka yg ditembaki polisi bukan dalam keadaan shalat, melainkan keluar dari shalat dan bermaksud melarikan diri, bahkan konon sempat terjadi baku tembak. Pertanyaannya, kalau memang tidak ada apa2, mengapa harus lari? Wass. DZA Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Harlizon MBAu <[email protected]> Sender: [email protected]: Thu, 30 Sep 2010 00:28:56 To: <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [indonesia] Fwd: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas dari milis sebelah... ---------- Forwarded message ---------- From: A d a m <[email protected]> Date: Sep 27, 2010 8:02 PM Subject: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas To: Ekonomi Nasional <[email protected]> Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas JPNN - Padang Today Ilustrasi Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 orang jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan, dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan. Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri kandung ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup Padang-Today.Com) Jumat (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan. "Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan Negara hukum. Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. Sementara itu abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun abang saya itu tetap terus shalatnya," tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah Daarul Syifaa. Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar, diharapkan agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah melanggar dan bertindak diluar hukum. "Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers ini.Jangan presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD.Kami juga meminta pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan segera meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan," tegas Akhyar. Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, ustadz Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes Polri.Sementara itu langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah melamporkan kasus ini ke Amnesty Internasional. "Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional, laporan tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk keponakan saya yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai, bersama ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli Anak Indonesia," beber pria berjubah putih ini. Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain. "Namun usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai, ke kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan tersebut.Saat itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa bulan diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya," terangnya. Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, pelajar Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi pamannya Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya tuanya tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya. "Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama keluarga lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa menyerahkan dan berdoa pada Allah SWT," beber gadis manis berkerudung hijau ini. Walaupun, ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada orang tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah. "Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari bapak Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas Rabbaniyah.(rud) sumber: http://padang-today.com/index.php?today=news&id=21232 [Non-text portions of this message have been removed] __._,_.___ Reply to sender<[email protected]?subject=gawat!+densus+88+habisi+jamaah+sedang+shalat,+Dua+Tewas>| Reply to group<[email protected]?subject=gawat!+densus+88+habisi+jamaah+sedang+shalat,+Dua+Tewas>| Reply via web post<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJyNzNsajRqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNTM4OARzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEyODU1OTI1NDE-?act=reply&messageNum=15388>| Start a New Topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJmcm42ajhnBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyODU1OTI1NDE-> Messages in this topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/15388;_ylc=X3oDMTM3YXY1bm80BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNTM4OARzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEyODU1OTI1NDEEdHBjSWQDMTUzODg->( 1) Recent Activity: - New Members<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/members;_ylc=X3oDMTJnOXBhZXJoBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMjg1NTkyNTQw?o=6> 10 Visit Your Group<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional;_ylc=X3oDMTJmNzRtbmRsBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEyODU1OTI1NDA-> Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? Kirim email ke [email protected] http://capresindonesia.wordpress.com http://infoindonesia.wordpress.com [image: Yahoo! Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlMGE1Z2pwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTI4NTU5MjU0MQ--> Switch to: Text-Only<[email protected]?subject=change+delivery+format:+Traditional>, Daily Digest<[email protected]?subject=email+delivery:+Digest>• Unsubscribe<[email protected]?subject=unsubscribe>• Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . __,_._,___
