Ada videonya? Bisa minta link videonya? Kalau yg disiarkan di tvone itu kan sudah selesai acara tembak2annya, baru reporternya masuk.
2010/9/30 Bandung Winardijanto <[email protected]> > > saya malah bingung ... !!! > > Berita di bawah ... lagi sholat di tembak ... > > Berita koran ... nereka sedang shalat tapi begitu denger ada polisi mereka > malah brenti salat dan lari sembunyi .... > > Video nya juga ada ... mereka di kepung di minta keluar rumah dengan tangan > terangkat .. tapi yang ada malah tembakan dari dalam .. baru di balas dan > diserbu masuk dgn tembak tembakan > > Tanya nya juga sama : > Kalau tidak merasa bersalah .. kenapa harus lari dan mengeluarkan tembakan ya > ... ???? > Dan kalau memang tidak bersalah dan tidak berniat negatif ...... kenapa harus > menyimpan (setidak nya saling mengetahui ada nya penyimpanan) senjata .. ?? > > Rasanya hidup ini aka tenteram dan penuh kasih sayang jika bukan senjata yang > di tebar tetapi kasih sayang > > 2010/9/30 <[email protected]> >> >> Informasi dari sumber lain, mereka yg ditembaki polisi bukan dalam keadaan >> shalat, melainkan keluar dari shalat dan bermaksud melarikan diri, bahkan >> konon sempat terjadi baku tembak. >> >> Pertanyaannya, kalau memang tidak ada apa2, mengapa harus lari? >> >> Wass. DZA >> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> >> ________________________________ >> From: Harlizon MBAu <[email protected]> >> Sender: [email protected] >> Date: Thu, 30 Sep 2010 00:28:56 +0700 >> To: <[email protected]>; <[email protected]> >> ReplyTo: [email protected] >> Subject: [indonesia] Fwd: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah >> Sedang Shalat, Dua Tewas >> dari milis sebelah... >> >> ---------- Forwarded message ---------- >> From: A d a m <[email protected]> >> Date: Sep 27, 2010 8:02 PM >> Subject: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, >> Dua Tewas >> To: Ekonomi Nasional <[email protected]> >> >> >> >> Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas >> JPNN - Padang Today >> >> Ilustrasi >> >> Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 orang >> jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan, >> dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan. >> >> Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri >> kandung >> ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup Padang-Today.Com) >> Jumat >> (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan. >> >> "Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan Negara >> hukum. >> Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat >> ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. Sementara >> itu >> abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun >> abang >> saya itu tetap terus shalatnya," tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah Daarul >> Syifaa. >> >> Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar, diharapkan >> agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah >> melanggar >> dan bertindak diluar hukum. >> >> "Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers ini.Jangan >> presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD.Kami juga >> meminta >> pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan segera >> meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan," tegas >> Akhyar. >> >> Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, ustadz >> Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes Polri.Sementara >> itu >> langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah >> melamporkan >> kasus ini ke Amnesty Internasional. >> >> "Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional, >> laporan >> tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk keponakan saya >> yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai, bersama >> ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli Anak >> Indonesia," beber pria berjubah putih ini. >> >> Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz >> Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain. "Namun >> usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai, ke >> kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan tersebut.Saat >> itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa bulan >> diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya," >> terangnya. >> >> Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, pelajar >> Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi >> pamannya >> Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya >> tuanya >> tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya. >> >> "Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama >> keluarga >> lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa >> menyerahkan >> dan berdoa pada Allah SWT," beber gadis manis berkerudung hijau ini. >> Walaupun, >> ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada >> orang >> tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah. >> >> "Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat >> menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari bapak >> Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum yang >> berlaku," tegas Rabbaniyah.(rud) >> >> sumber: http://padang-today.com/index.php?today=news&id=21232 -- Ezda => S2D4 the World "A person is found under his tongue." ~ Imam Ali (a) -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
