Man teman ysh,
Jujur saja, sebenarnya kita bingung yah dengan menyimak apa sebenarnya
yang tengah terjadi di sekeliling kita ini?
Saya coba loncat keluar untuk mendapatkan bird view, kita coba share ya....
Lihatlah "kebiadaban" orang-orang seperti yang diberitakan dalam
thread ini (saya tidak menyebut siapa yang sebenarnya biadab)
Saksikanlah kejadian kemarin di Ampera, bila melihat korban yang tewas
mengenaskan, terbetik dalam hati betapa "biadabnya" orang-orang yang
terlibat peristiwa kemarin itu.
Terus kalau kita ikuti perilaku "saudara" kita; yang di Senayan, di
Kantor Pajak, di Mabes POLRI, di Kantor Kejaksaan (termasuk Kejagung),
di perusahaan-perusahaan, sampai di Kadin, terus............... Jujur
saja, man teman juga pasti setuju dengan pendapat saya, bahwa hal itu
pun merupakan perilaku "kebiadaban".
Hanya saja, kalau di Ampera itu melakukan "kebiadaban" secara fisik,
kalau yang lainnya melakukannya secara moral. Jadi kesimpulannya
bangsa ini sudah mengarah menjadi biadab! Cepat atau lambat, kondisi
itu akan tercapai.
Prihatin kan? Apalagi Tuhan!
Tuhan akan sangat prihatin, karena tujuan supaya orang-orang mengabdi
tidak tercapai, sesuai dengan cita-citaNya, "tidak semata-mata Aku
ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepadaKu".
Bila kondisi ini sudah terindikasi terjadi, biasanya - sunatullahnya -
Tuhan akan mengirimkan RasulNya untuk memperbaiki akhlak manusia agar
kembali kepada ajaran yang benar. Inilah yang terjadi sejak Nabi Adam
as diciptakan - fakta yang tak terbantahkan. HUKUM AL QURAN TIDAK AKAN
BERUBAH.
Salam,

On 30/09/2010, Kuroda Takumi <[email protected]> wrote:
> Ada videonya? Bisa minta link videonya?
> Kalau yg disiarkan di tvone itu kan sudah selesai acara tembak2annya,
> baru reporternya masuk.
>
> 2010/9/30 Bandung Winardijanto <[email protected]>
>>
>> saya malah bingung ... !!!
>>
>> Berita di bawah ... lagi sholat di tembak ...
>>
>> Berita koran ... nereka sedang shalat tapi begitu denger ada polisi mereka
>> malah brenti salat dan lari sembunyi ....
>>
>> Video nya juga ada ... mereka di kepung di minta keluar rumah dengan
>> tangan terangkat .. tapi yang ada malah tembakan dari dalam .. baru di
>> balas dan diserbu masuk dgn tembak tembakan
>>
>> Tanya nya juga sama :
>> Kalau tidak merasa bersalah .. kenapa harus lari dan mengeluarkan tembakan
>> ya ... ????
>> Dan kalau memang tidak bersalah dan tidak berniat negatif ...... kenapa
>> harus menyimpan (setidak nya saling mengetahui ada nya penyimpanan)
>> senjata .. ??
>>
>> Rasanya hidup ini aka tenteram dan penuh kasih sayang jika bukan senjata
>> yang di tebar tetapi kasih sayang
>>
>> 2010/9/30 <[email protected]>
>>>
>>> Informasi dari sumber lain, mereka yg ditembaki polisi bukan dalam
>>> keadaan shalat, melainkan keluar dari shalat dan bermaksud melarikan
>>> diri, bahkan konon sempat terjadi baku tembak.
>>>
>>> Pertanyaannya, kalau memang tidak ada apa2, mengapa harus lari?
>>>
>>> Wass. DZA
>>>
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>
>>> ________________________________
>>> From: Harlizon MBAu <[email protected]>
>>> Sender: [email protected]
>>> Date: Thu, 30 Sep 2010 00:28:56 +0700
>>> To: <[email protected]>;
>>> <[email protected]>
>>> ReplyTo: [email protected]
>>> Subject: [indonesia] Fwd: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi
>>> Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas
>>> dari milis sebelah...
>>>
>>> ---------- Forwarded message ----------
>>> From: A d a m <[email protected]>
>>> Date: Sep 27, 2010 8:02 PM
>>> Subject: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat,
>>> Dua Tewas
>>> To: Ekonomi Nasional <[email protected]>
>>>
>>>
>>>
>>> Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas
>>> JPNN - Padang Today
>>>
>>> Ilustrasi
>>>
>>> Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4
>>> orang
>>> jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan,
>>> dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan.
>>>
>>> Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri
>>> kandung
>>> ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup Padang-Today.Com)
>>> Jumat
>>> (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan.
>>>
>>> "Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan Negara
>>> hukum.
>>> Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat
>>> ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri.
>>> Sementara itu
>>> abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun
>>> abang
>>> saya itu tetap terus shalatnya," tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah
>>> Daarul
>>> Syifaa.
>>>
>>> Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar,
>>> diharapkan
>>> agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah
>>> melanggar
>>> dan bertindak diluar hukum.
>>>
>>> "Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers
>>> ini.Jangan
>>> presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD.Kami juga
>>> meminta
>>> pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan segera
>>> meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan," tegas
>>> Akhyar.
>>>
>>> Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut,
>>> ustadz
>>> Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes
>>> Polri.Sementara itu
>>> langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah
>>> melamporkan
>>> kasus ini ke Amnesty Internasional.
>>>
>>> "Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional,
>>> laporan
>>> tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk keponakan
>>> saya
>>> yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai,
>>> bersama
>>> ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli
>>> Anak
>>> Indonesia," beber pria berjubah putih ini.
>>>
>>> Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz
>>> Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain.
>>> "Namun
>>> usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai,
>>> ke
>>> kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan
>>> tersebut.Saat
>>> itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa
>>> bulan
>>> diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya,"
>>> terangnya.
>>>
>>> Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah,
>>> pelajar
>>> Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi
>>> pamannya
>>> Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya
>>> tuanya
>>> tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya.
>>>
>>> "Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama
>>> keluarga
>>> lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa
>>> menyerahkan
>>> dan berdoa pada Allah SWT," beber gadis manis berkerudung hijau ini.
>>> Walaupun,
>>> ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada
>>> orang
>>> tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah.
>>>
>>> "Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat
>>> menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari
>>> bapak
>>> Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum
>>> yang
>>> berlaku," tegas Rabbaniyah.(rud)
>>>
>>> sumber: http://padang-today.com/index.php?today=news&id=21232
>
> --
> Ezda
> => S2D4 the World
>
> "A person is found under his tongue." ~ Imam Ali (a)
>
> --
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan
> akhirat.
>
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
>


-- 
     YADI supriadi wendy
 Mobile: +62 899 711 8089
 Email: [email protected]
.:sent with love:.

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke