Video lengkap penangkapan harusnya di siarkan secara umum agar tidak ada kekisruhan di antara kita utk menegakan kebenaran..... kalau ada link nya aku juga mau lihat....bisa?. salam
2010/9/30 Yadi Supriadi <[email protected]> > Man teman ysh, > Jujur saja, sebenarnya kita bingung yah dengan menyimak apa sebenarnya > yang tengah terjadi di sekeliling kita ini? > Saya coba loncat keluar untuk mendapatkan bird view, kita coba share ya.... > Lihatlah "kebiadaban" orang-orang seperti yang diberitakan dalam > thread ini (saya tidak menyebut siapa yang sebenarnya biadab) > Saksikanlah kejadian kemarin di Ampera, bila melihat korban yang tewas > mengenaskan, terbetik dalam hati betapa "biadabnya" orang-orang yang > terlibat peristiwa kemarin itu. > Terus kalau kita ikuti perilaku "saudara" kita; yang di Senayan, di > Kantor Pajak, di Mabes POLRI, di Kantor Kejaksaan (termasuk Kejagung), > di perusahaan-perusahaan, sampai di Kadin, terus............... Jujur > saja, man teman juga pasti setuju dengan pendapat saya, bahwa hal itu > pun merupakan perilaku "kebiadaban". > Hanya saja, kalau di Ampera itu melakukan "kebiadaban" secara fisik, > kalau yang lainnya melakukannya secara moral. Jadi kesimpulannya > bangsa ini sudah mengarah menjadi biadab! Cepat atau lambat, kondisi > itu akan tercapai. > Prihatin kan? Apalagi Tuhan! > Tuhan akan sangat prihatin, karena tujuan supaya orang-orang mengabdi > tidak tercapai, sesuai dengan cita-citaNya, "tidak semata-mata Aku > ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepadaKu". > Bila kondisi ini sudah terindikasi terjadi, biasanya - sunatullahnya - > Tuhan akan mengirimkan RasulNya untuk memperbaiki akhlak manusia agar > kembali kepada ajaran yang benar. Inilah yang terjadi sejak Nabi Adam > as diciptakan - fakta yang tak terbantahkan. HUKUM AL QURAN TIDAK AKAN > BERUBAH. > Salam, > > On 30/09/2010, Kuroda Takumi <[email protected]> wrote: > > Ada videonya? Bisa minta link videonya? > > Kalau yg disiarkan di tvone itu kan sudah selesai acara tembak2annya, > > baru reporternya masuk. > > > > 2010/9/30 Bandung Winardijanto <[email protected]> > >> > >> saya malah bingung ... !!! > >> > >> Berita di bawah ... lagi sholat di tembak ... > >> > >> Berita koran ... nereka sedang shalat tapi begitu denger ada polisi > mereka > >> malah brenti salat dan lari sembunyi .... > >> > >> Video nya juga ada ... mereka di kepung di minta keluar rumah dengan > >> tangan terangkat .. tapi yang ada malah tembakan dari dalam .. baru di > >> balas dan diserbu masuk dgn tembak tembakan > >> > >> Tanya nya juga sama : > >> Kalau tidak merasa bersalah .. kenapa harus lari dan mengeluarkan > tembakan > >> ya ... ???? > >> Dan kalau memang tidak bersalah dan tidak berniat negatif ...... kenapa > >> harus menyimpan (setidak nya saling mengetahui ada nya penyimpanan) > >> senjata .. ?? > >> > >> Rasanya hidup ini aka tenteram dan penuh kasih sayang jika bukan senjata > >> yang di tebar tetapi kasih sayang > >> > >> 2010/9/30 <[email protected]> > >>> > >>> Informasi dari sumber lain, mereka yg ditembaki polisi bukan dalam > >>> keadaan shalat, melainkan keluar dari shalat dan bermaksud melarikan > >>> diri, bahkan konon sempat terjadi baku tembak. > >>> > >>> Pertanyaannya, kalau memang tidak ada apa2, mengapa harus lari? > >>> > >>> Wass. DZA > >>> > >>> Powered by Telkomsel BlackBerry® > >>> > >>> ________________________________ > >>> From: Harlizon MBAu <[email protected]> > >>> Sender: [email protected] > >>> Date: Thu, 30 Sep 2010 00:28:56 +0700 > >>> To: <[email protected]>; > >>> <[email protected]> > >>> ReplyTo: [email protected] > >>> Subject: [indonesia] Fwd: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi > >>> Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas > >>> dari milis sebelah... > >>> > >>> ---------- Forwarded message ---------- > >>> From: A d a m <[email protected]> > >>> Date: Sep 27, 2010 8:02 PM > >>> Subject: [ekonomi-nasional] Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang > Shalat, > >>> Dua Tewas > >>> To: Ekonomi Nasional <[email protected]> > >>> > >>> > >>> > >>> Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas > >>> JPNN - Padang Today > >>> > >>> Ilustrasi > >>> > >>> Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 > >>> orang > >>> jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai > Asahan, > >>> dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan. > >>> > >>> Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri > >>> kandung > >>> ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup > Padang-Today.Com) > >>> Jumat > >>> (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan. > >>> > >>> "Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan > Negara > >>> hukum. > >>> Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat > akibat > >>> ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. > >>> Sementara itu > >>> abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, > namun > >>> abang > >>> saya itu tetap terus shalatnya," tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah > >>> Daarul > >>> Syifaa. > >>> > >>> Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar, > >>> diharapkan > >>> agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah > >>> melanggar > >>> dan bertindak diluar hukum. > >>> > >>> "Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers > >>> ini.Jangan > >>> presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD.Kami juga > >>> meminta > >>> pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan > segera > >>> meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan," > tegas > >>> Akhyar. > >>> > >>> Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, > >>> ustadz > >>> Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes > >>> Polri.Sementara itu > >>> langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah > >>> melamporkan > >>> kasus ini ke Amnesty Internasional. > >>> > >>> "Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional, > >>> laporan > >>> tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk > keponakan > >>> saya > >>> yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai, > >>> bersama > >>> ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli > >>> Anak > >>> Indonesia," beber pria berjubah putih ini. > >>> > >>> Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari > ustadz > >>> Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain. > >>> "Namun > >>> usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung > Balai, > >>> ke > >>> kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan > >>> tersebut.Saat > >>> itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa > >>> bulan > >>> diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya," > >>> terangnya. > >>> > >>> Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, > >>> pelajar > >>> Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi > >>> pamannya > >>> Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap > orangnya > >>> tuanya > >>> tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya. > >>> > >>> "Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama > >>> keluarga > >>> lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa > >>> menyerahkan > >>> dan berdoa pada Allah SWT," beber gadis manis berkerudung hijau ini. > >>> Walaupun, > >>> ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya > pada > >>> orang > >>> tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah. > >>> > >>> "Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat > >>> menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari > >>> bapak > >>> Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum > >>> yang > >>> berlaku," tegas Rabbaniyah.(rud) > >>> > >>> sumber: http://padang-today.com/index.php?today=news&id=21232 > > > > -- > > Ezda > > => S2D4 the World > > > > "A person is found under his tongue." ~ Imam Ali (a) > > > > -- > > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > > akhirat. > > > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > > > > > -- > YADI supriadi wendy > Mobile: +62 899 711 8089 > Email: [email protected] > .:sent with love:. > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt > -- Best Regard Husni Muhamad Shebubakar Directional Drilling & GeoSteering Consultant Hp : +62811883696 Hp : +966557216982 Ph : +62218483546 Jakarta
