Kawan2 Milis Yth,
Kesimpulan dari ratusan diskusi di ABI Research, sebuah perusahaan Market
Research Intelligence di AS akhirnya menyimpulkan bahwa WiMAX 16e dan LTE
merupakah Teknologi 4G, dan ITU sudah menetapkan 4G itu sebagai Standar untuk
International Mobile Telecommunications 2000 Advanced (IMT-2000 Advanced).
Sedangkan 3G termasuk IMT-2000. Penyebutan 1G, 2G, 3G dan 4G sebenarnya adalah
istilah yang dipakai dalam kerangka pemasaran kelompok produk-produk teknologi
untuk layanan jasa Mobile Wireless, namun istilah-istilah itu juga didasarkan
atas jenis-jenis Antarmuka Udara (Air Interface) untuk menghubungkan HP dengan
pemancar BTS sebagai berikut:
* 1G - memakai interface Analog, Frequency Division
* 2G - memakai interface Digital, Frequency Division dan Time Division
(TDMA)
* 3G - memakai interface Frequency Division dan Code Division (CDMA)
* 4G - memakai interface Orthogonal Frequency Division (OFDM/OFDMA)
AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi mobile telephon generasi
pertama (1G) yang masih menggunakan system analog FDMA (Freqwency Division
Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800 MHz, 821 – 849 MHz untuk
base station receiving dan 869 – 894 MHZ untuk base station transmitting.
Karena memakai interface analog, maka kapasitasnya sangat terbatas. Sistem ini
mulai beroperasi pada tahun 1981.
Generasi 1G lainnya adalah The Nordic Mobile Telephone (NMT) system
dikembangkan oleh the telecommunications administrations of Sweden, Norwegia ,
Finlandia, dan Denmark untuk menciptakan compatible mobile telephone system di
negara Nordic. Yang pertama adalah NMT 450 cellular system tersedia di tahun
1981.
Kedua sistem 1G tersebut diatas dipakai di Indonesia sejak akhir tahun 1980-an.
Untuk sistem 2G, GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan
standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European
Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara komersil baru
dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi
yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan standar.
GSM beroperasi pada pita frekwensi 1800 MHZ. Pemakaian GSM kemudian meluas ke
Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan sistem
telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT
(Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannnya standar sistem
komunikasi selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak hanya di
Indonesia, tapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah.
Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun
pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai sistem telekomunikasi
seluler yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Untuk generasi 2G ini juga dikembangkan sistem seluler CDMA dengan spesifikasi
Interim Standard-95 (IS-95), dimana produknya yang terkenal di AS bernama
cdmaONE.
Standar 2G CDMA tersebut diatas kemudian berkembang ke 3G yang di Indonesia
dikenal dikenal dengan nama CDMA 2000 1X (1-carrier). Roadmap produk CDMA ini
di 3G adalah CDMA 2000 1X EVDO Release 0 dan Rev A. Kemudian standar ini
berkembang ke Generasi 4G, yaitu CDMA 2000 1X EVDO Rev B dan EVDO Multicarrier,
dan akhirnya ke DO Advanced atau 1X Advanced, yang kompatibel dengan LTE
Advanced, dimana kecepatan transmisinya makin tinggi, sedangkan latency-nya
(delay-time) makin mengecil untuk menghasilkan kapasitas jumlah pelanggan yang
makin besar.
Roadmap untuk generasi 2G GSM adalah GPRS (2.5G), EDGE (3G), HSDPA (3.5G),
HSPA+ (3.9G) dan akhirnya ke LTE (4G).
Untuk kelompok produk WiMAX 16e yang sudah termasuk kedalam Generasi 4G,
Roadmapnya adalah WiMAX 16m (=WiMAX 2) dan kemudian ke LTE Advanced.
Untuk produk WiMAX 16d yang awalnya dikembangkan oleh WiMAX Forum, telah
diputuskan bahwa produk ini dihentikan pengembangannya sampai disini saja pada
tahun 2005, dan digantikan oleh WiMAX 16e yang tidak backward compatible dengan
WiMAX 16d. Ini artinya WiMAX 16d sudah tidak punya Roadmap masa depan.
Roadmap Teknologi dan Layanan sebuah produk adalah sangat penting dalam bisnis
telekomunikasi seluler masa kini, sebab dengan adanya Roadmap ini para pelangan
djiamin oleh Operator/Vendor bahwa HP atau produk yang telah dibeli masih akan
dapat dipakai untuk jangka panjang, walaupun Operator berpindah ke Generasi
berikutnya. Contoh nyata adalah produk2 Generasi 2G tersebut diatas masih tetap
dapat dioperasikan, walapun Operator sudah meningkatkan teknologinya ke 3G dan
nantinya ke 4G (LTE).
Adalah sebuah keanehan bilamana suatu negara menetapkan pengembangan sebuah
Industri jangka panjang, tanpa menetapkan Roadmap Teknologi dan Layannya, dan
tanpa ada Business Plan yang Comprehensive yang menjabarkan analisis pilihan
teknologi, finansial dan bisnis masa depannya.
Kita perlu belajar dari pengalaman negara maju Korea yang mengembangkan
industri WiMAX WiBro DN-nya, yang awalnya berbeda dengan standar internasional,
namun akhirnya terpaksa menyesuaikannya dengan standar Internasional WiMAX
Forum WiMAX 16e, agar memiliki Roadmap yang sudah baku untuk dapat menjual
produknya di pasar LN.
Jadi kalau Indonesia mau mengembangkan Industri DN WiMAX, maka yang paling
tepat adalah memulainya dengan produk WiMAX 16e, bukan 16d.
Ada yang mengatakan bahwa kita kembangkan LTE saja. Ini langkah keliru, karena
LTE itu adalah produk Proprietary, sudah di-paten-kan, jadi harus beli
lisensinya. Sedangkan WiMAX bukan produk proprietary, jadi lebih fisibel untuk
industri DN, karena tidak harus bayar lisensi dan royalty.
Lagipula sudah ada manufaktur Chipset WiMAX 16e yang di-disain vendor nasional,
yaitu XIRCA di Bandung, dan yang telah meng-export produk itu ke mancanegara.
Semoga informasi ini menjadi masukan buat para Pengambil Kebijakan Industri DN
Indonesia, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai.
Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
Wassalam,
S Roestam
http://wirelesstekno.blogspot.com
http://mastel.wordpress.com