Pak Adi dan Kawan2 yth,
1. Setahu saya keputusan standar 16d indonesia dibuat thn 2008,
padahal thn 2005 WiMAX Forum sudah menyatakan menghentikan
pengembangannya dan mengganti dgn 16e yg TIDAK BACKWARD COMPATIBLE
dgn 16d.
2. Kalau sikon berubah, mengapa kita tidak boleh mengubah peraturan
itu, karena ada resiko finansial yg besar (gagal), dan tidak ada
Roadmap Teknologi dan Layanan (pelanggan/masyarakat dirugikan, sudah
bayar mahal, produk dan layanannya inferior, dan tidak ada jaminan
penggunaannya, sebab kalau operator pilih teknologi yg lebih maju,
maka CPE-nya harus ganti baru)
3. Memilih 16e jauh lebih baik dari pada 16d, sebab produk lebih
banyak fitur2nya, harga lebih murah karena didukung ecosystem
industri, serta punya Roadmap Teknologi dan Layanan menuju ke 16m dan
LTE Advanced.
4. Kalau mau pilih 16m langsung atau LTE, maka harus tunggu beberapa
tahun lagi, sebab belum ada yg siap komersiil made in Indonesia.
Untuk LTE maka kita harus bayar lisensi atau patent, sebab itu produk
proprietary. Sedangkan sekarang sudah siap 7-vendor lokal yg siap
supply 16e.
Kenapa tidak segera memutuskan mengadopsi standar 16e, because window
of opportunity WiMAX is closing fast....
Wassalam,
S Roes tam
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!
------------------------------------------------------------------------
*From: * Adi Indrayanto <[email protected] <mailto:[email protected]>>
*Sender: * [email protected]
<mailto:[email protected]>
*Date: *Sun, 24 Oct 2010 19:57:29 +0700
*To: *<[email protected] <mailto:[email protected]>>
*ReplyTo: * [email protected] <mailto:[email protected]>
*Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e dan
LTE adalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
Pak Roestam ... akan tidak bijaksana kalau menilai suatu keputusan yg
dibuat sebelumnya dgn standar hari ini.
Saat kebijakan pengembangan 16d diterapkan pemerintah, saat itu 16e
belum selesai ... bahkan mungkin semua juga sedang berlomba membuat
16d. Indonesia memang agak terlambat memulai pengembangan teknologi
ini, tapi jauh lebih baik dari sebelumnya ... saat teknologi GSM
dikembangkan dan masuk Indonesia, benar2 kita ini hanya sebagai
"tukang instal". Tidak ada satupun terbentuk ekosistem GSM ...
kecuali perangkat pendukung seperti antenna, tower, dan PSU.
Knowing this condition, pemerintah mencoba merubah strategi dgn
"memproteksi" industri telekomunikasi yg sedang terpuruk semenjak
paska orde baru. Saat itu ... yg terlihat peluangnya adalah 16d ...
. Kemudian industri diberi kesempatan utk mengembangkannya.
Kondisi Indonesia memang "parah" kalau bicara ekosistem industri.
Jadi prosesnya pun tidak mudah ... . Jadi memang ada keterlambatan
industri kita untuk masuk ke pengembangan teknologi ini.
Ternyata ... dunia tidak juga mengadopsi 16d ... dan mulai
mengembangkan 16e. Ini pun ... saat ini masih belum banyak juga yg
gelar 16e bukan? Entah apakah 5 tahun lagi akan ada lagi standar lain
yg akan mementahkan 16e ini. Nanti anda akan tulis lagi ... 16e
obsolete mari ke LTE atau yg lain ;-)
Awalnya pemerintah melakukan strategi dgn melakukan proteksi via
"spesifikasi khusus", karena proteksi tax barrier sudah tidak dapat
diterapkan di era Free Trade. Bahkan sebenarnya, kosnep TKDN pun
tidak akan bisa dipertahankan terlalu lama ...
Terlepas dari standar 16d,16d, 16m, LTE yg bisa berubah setiap masa
.. dan dgn kondisi Indonesia seperti ini ... seandainya ada keinginan
untuk menumbuhkan industri perangkat telekomunikasi di Indonesia ...
menurut anda ... apa strategi yg harus ditempuh?
Menyalahkan kebijakan masa lalu ... paling mudah ... apalagi dgn
standar hari ini. Tapi ... adakah kita punya alternatif ...
seandainya ... anda yg di posisi pemerintah ... untuk menumbuhkan
industri perangkat telekomunikasi ?
Apa kiat anda pak ....
salam,
-ai-
2010/10/24 Sumitro Roestam <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Pak Adi Indrayanto DKK yth,
Saya paling setuju dgn paragraf terakhir posting anda: yg
akhirnya menentukan laku tidaknya sebuah produk di pasar adalah
soal harga dan fitur2nya yg lebih unggul.
Harga bisa lebih murah kalau didukung oleh ecosystem industri DN
dan LN.
WiMAX 16d sudah dihentikan pengembangannya di LN, sehingga
ecosystem komponen2 pendukungnya ex LN menjadi mahal, sedangkan
ecosystem industri DN nya masih belum terbentuk, sehingga harga
equipment dan CPE nya mahal, tidak komptitif thdp produk sejenis
dan substitusi.
Selain itu, 16d punya fitur2 yg inferior, tidak akan kompetitif.
WiMAX 16e punya Roadmap menuju ke 16m dan LTE Advanced yg
backward compatibel.
16e punya banyak fitur2 unggul, ada ecosystem yg mendukung,
sehingga harganya akan murah dan kompetitif.
Backward compatibility menjadi sebuah keharusan untuk Standards
Internasional yg harus dijamin oleh para vendors/manufacturers.
Ini yg penting, soal pelaksanaannya silahkan dibaca di dokumen
standards masing2.
WiMAX 16e memang kelompok standar baru yg dijamin forwad
compatibility nya ke 16m dan LTE Advanced. 16e sudah dinyatakan
tidak backward compatible dgn 16d, karena pakai teknologi yg
lebih maju, ada subcarrier, roaming, hand-over, antena MIMO yg
tidak ada di 16d. Oleh karena itu memilih 16d sebagai standar
nasional Indonesia adalah sebuah kesalahan. Sudah minim fitur,
inferior produk, harga CPE akan mahal, tidak punya Roadmap
teknologi dan layanan ke depan, kok malah dipilih.
Para advocators 16d berfikir bahwa kalau Indonesia pilih standar
yg beda dari lainnya, maka vendor luar tidak bisa masuk. Tetapi
sayangnya yg dipilih adalah produk yg inferior, sehingga tidak
akan mampu bersaing dgn produk2 existing di Indonesia yg sejenis
atau produk substitusinya. Apalagi harganya lebih mahal.
Advocators ini juga kurang memperhatikan aspek2 persaingan
bisnis, hanya mengandalkan dukungan regulasi yg mendistorsi free
competition.
Padahal free competition dan free market sudah berjalan lama di
Indonesia, yg telah membuat tarif produk jasa telematika menjadi
murah dan terjangkau masyarakat.
Semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
Nyambung Teruuusss...!
------------------------------------------------------------------------
*From: * Adi Indrayanto <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Sender: * [email protected]
<mailto:[email protected]>
*Date: *Sun, 24 Oct 2010 18:47:35 +0700
*To: *<[email protected] <mailto:[email protected]>>
*ReplyTo: * [email protected]
<mailto:[email protected]>
*Cc: *<[email protected]
<mailto:[email protected]>>; <[email protected]
<mailto:[email protected]>>;
<[email protected]
<mailto:[email protected]>>;
<[email protected] <mailto:[email protected]>>
*Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e
dan LTE adalah Teknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.
Pak Roestam ... sebenarnya pada dasarnya teknologi baru kita
sering menjadi "disruptive technology" bagi yg sebelumnya. Dan
ini tidak terkait dgn backward compatibility. Jarang sekali
teknologi baru yg backward compatibility dari sisi teknologinya.
Itu adalah "strategi" perusahaan yg akan mengadaposi teknologi
baru agar bisa digunakan oleh pengguna yg sudah terlanjut
menggunakan teknologi sebelumnya.
Contoh. Apakah ada teknologi dalam 2G, 3G yg compatible dgn
sebelumnya? Tidak ada yg kompatible, baik GSM, GPRS, EDGE, HSPA,
apalagi LTE yg menggunakan teknologi OFDMA. Teknologi2 terkini
pasti disruptive dgn yg sebelumnya. Windows Vista disruptive
terhadap Windows 95 misalnya. Tapi ... kebijakan vendor itu lah
untuk tetap membuat teknologi yg berbeda ... bisa berjalan parallel.
Backward compatible yg dimaksudkan sebenarnya adalah, 2 teknologi
yg berbeda ... berada dalam kotak yg sama dgn interface yg sama.
Tapi dalamnya teknologi yg digunakan berbeda.
Jadi ... saat vendor akan memperkenalkan teknologi yg "katanya"
backward compatible, sebenarnya dia menaruh 2 teknologi yg
berbeda dalam kotak yg sama ;-) Bukan kah ini yg dilakukan oleh
vendors dalam kelompok 3GPP terhadap 2G, 3G, dan nanti 4G. Isi
LTE jauh lebih dekat dgn WiMAX daripada HSPA atau GPRS ;-)
Bedanya dgn WiMAX apa? Karena WiMAX adalah "pemain" baru ... yg
tumbuh bukan dari kelompok Telco ... tapi dari kelompok IT. WiMAX
lebih cocok dikatakan sebagai evolusinya WiFi ... dan punya akar
sejarah yg berbeda.
Karena WiMAX pemain baru, jadi belum punya "preseden", sehingga
apa yg mau di backward compatibilitikan ... wong belum pernah ada
operator WiMAX sebelumnya ;-) Kecuali, kita mau lihat operator
WiFi sebagai industri pra WiMAX.
Kalau mau backward compatible antara 16d dan 16e, ya dimasukkan
saja 2 teknologi itu ke dalam satu kotak ... sama dgn yg lain di
group 3GPP ... . Masalahnya ... karena toh perangkat 16d belum
sempat tergelar cukup banyak ... sehingga masalah compatibility
tidak menjadi isu kalau mau implementasi 16e. Tapi ... urusan
akan berbeda ... kalau 16d sempat populer ... dan 16e perlu masuk
sebagai teknologi baru ... maka perlu konsep "backward
compatibility".
Pandangan lain ... bisa jadi 16d memiliki target dan sejarah yg
berbeda dgn 16e. Mungkin 16d akan lebih cocok kalau dikaitkan
dgn sejarah perkembangan WiFi .. (802.11) ... walaupun 802.11
masih terus berevolusi di jalurnya sendiri juga. Mirip dgn 2G
GMS yg sampai hari ini masih berevolusi ... walaupun sudah ada
3G. Tapi 3G belum bisa menggantikan 2G utk voice bukan? Apakah 4G
LTE nanti akan menggeser 2G? Sy menduga tidak juga ... . Yg
terjadi adalah ... 4G akan masuk ke penggunaan yg berbeda dgn 2G.
Kecuali ... nanti saat VOIP bisa sama sekali menggeser voice.
Yg menarik dicermati adalah ... nasib ADSL. Kira-kira teknologi
apa yg akan menggantikan posisinya? Apakah FO? Di Indonesia
sepertinya gelar media fisik masih lebih costly dibandingkan yg
wireless ...
Bisa jadi ... kandidat kuat berikutnya .. kalau bukan tetap WiFi
yg jangkauannya terbatas dan frekuensinya yg bebas ... ya WiMAX
16d ... seandainya 16e akan lebih ke arah mobility ...
At the end of the day ... yg menentukan sebuah teknologi "menang"
di pasar adalah masalah ... price. Berapa harga yg harus
ditanggung pengguna untuk sebuah teknologi ..... . Teknologi mana
dgn features yg "cukup" dan harga yg "layak" (baca: murah) ... yg
masuk duluan ke pasar ... itu yg akan menjadi trend.
Terkait dgn penguasaan teknologi, LTE pun bisa saja dikuasai.
Masalah patent? Ya beli saja ... kalau hitung2annya jelas kan
tidak masalah. Memangnya yg tanpa patent dijamin lebih murah?
Tidak juga ;-)
salam,
-ai-
2010/10/24 S Roestam <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Kawan2 Milis Yth,
Kesimpulan dari ratusan diskusi di ABI Research, sebuah
perusahaan Market Research Intelligence di AS akhirnya
menyimpulkan bahwa *WiMAX 16e dan LTE merupakah Teknologi 4G,
dan ITU sudah menetapkan 4G itu sebagai Standar untuk
International Mobile Telecommunications 2000 Advanced
(IMT-2000 Advanced).* Sedangkan 3G termasuk IMT-2000.
Penyebutan 1G, 2G, 3G dan 4G sebenarnya adalah istilah yang
dipakai dalam kerangka pemasaran kelompok produk-produk
teknologi untuk layanan jasa Mobile Wireless, namun
istilah-istilah itu juga didasarkan atas jenis-jenis
Antarmuka Udara (Air Interface) untuk menghubungkan HP dengan
pemancar BTS sebagai berikut:
* 1G - memakai interface Analog, Frequency Division
* 2G - memakai interface Digital, Frequency Division dan Time
Division (TDMA)
* 3G - memakai interface Frequency Division dan Code Division
(CDMA)
* 4G - memakai interface Orthogonal Frequency Division
(OFDM/OFDMA)
AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi mobile
telephon generasi pertama (1G) yang masih menggunakan system
analog FDMA (Freqwency Division Multiple Access). AMPS
beroperasi pada frekwensi 800 MHz, 821 – 849 MHz untuk base
station receiving dan 869 – 894 MHZ untuk base station
transmitting. Karena memakai interface analog, maka
kapasitasnya sangat terbatas. Sistem ini mulai beroperasi
pada tahun 1981.
Generasi 1G lainnya adalah The Nordic Mobile Telephone (NMT)
system dikembangkan oleh the telecommunications
administrations of Sweden, Norwegia , Finlandia, dan Denmark
untuk menciptakan compatible mobile telephone system di
negara Nordic. Yang pertama adalah NMT 450 cellular system
tersedia di tahun 1981.
Kedua sistem 1G tersebut diatas dipakai di Indonesia sejak
akhir tahun 1980-an.
Untuk sistem 2G, GSM muncul pada pertengahan 1991 dan
akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk
seluruh Eropa oleh ETSI (European Telecomunication Standard
Institute). Pengoperasian GSM secara komersil baru dapat
dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan
teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam
untuk bisa dijadikan standar.
GSM beroperasi pada pita frekwensi 1800 MHZ. Pemakaian GSM
kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia.
Indonesia awalnya menggunakan sistem telepon selular analog
yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT
(Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan
dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat
sistem analog perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia,
tapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin
bertambah. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia
telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan
berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling
banyak digunakan di seluruh dunia.
Untuk generasi 2G ini juga dikembangkan sistem seluler CDMA
dengan spesifikasi Interim Standard-95 (IS-95), dimana
produknya yang terkenal di AS bernama cdmaONE.
Standar 2G CDMA tersebut diatas kemudian berkembang ke 3G
yang di Indonesia dikenal dikenal dengan nama CDMA 2000 1X
(1-carrier). Roadmap produk CDMA ini di 3G adalah CDMA 2000
1X EVDO Release 0 dan Rev A. Kemudian standar ini berkembang
ke Generasi 4G, yaitu CDMA 2000 1X EVDO Rev B dan EVDO
Multicarrier, dan akhirnya ke DO Advanced atau 1X Advanced,
yang kompatibel dengan LTE Advanced, dimana kecepatan
transmisinya makin tinggi, sedangkan latency-nya (delay-time)
makin mengecil untuk menghasilkan kapasitas jumlah pelanggan
yang makin besar.
Roadmap untuk generasi 2G GSM adalah GPRS (2.5G), EDGE (3G),
HSDPA (3.5G), HSPA+ (3.9G) dan akhirnya ke LTE (4G).
*Untuk kelompok produk WiMAX 16e yang sudah termasuk kedalam
Generasi 4G, Roadmapnya adalah WiMAX 16m (=WiMAX 2) dan
kemudian ke LTE Advanced.*
*Untuk produk WiMAX 16d yang awalnya dikembangkan oleh WiMAX
Forum, telah diputuskan bahwa produk ini dihentikan
pengembangannya sampai disini saja pada tahun 2005, dan
digantikan oleh WiMAX 16e yang tidak backward compatible
dengan WiMAX 16d. Ini artinya WiMAX 16d sudah tidak punya
Roadmap masa depan.*
*Roadmap Teknologi dan Layanan sebuah produk adalah sangat
penting dalam bisnis telekomunikasi seluler masa kini, sebab
dengan adanya Roadmap ini para pelangan djiamin oleh
Operator/Vendor bahwa HP atau produk yang telah dibeli masih
akan dapat dipakai untuk jangka panjang, walaupun Operator
berpindah ke Generasi berikutnya. Contoh nyata adalah produk2
Generasi 2G tersebut diatas masih tetap dapat dioperasikan,
walapun Operator sudah meningkatkan teknologinya ke 3G dan
nantinya ke 4G (LTE).*
*Adalah sebuah keanehan bilamana suatu negara menetapkan
pengembangan sebuah Industri jangka panjang, tanpa menetapkan
Roadmap Teknologi dan Layannya, dan tanpa ada Business Plan
yang Comprehensive yang menjabarkan analisis pilihan
teknologi, finansial dan bisnis masa depannya.*
*Kita perlu belajar dari pengalaman negara maju Korea yang
mengembangkan industri WiMAX WiBro DN-nya, yang awalnya
berbeda dengan standar internasional, namun akhirnya terpaksa
menyesuaikannya dengan standar Internasional WiMAX Forum
WiMAX 16e, agar memiliki Roadmap yang sudah baku untuk dapat
menjual produknya di pasar LN.*
*Jadi kalau Indonesia mau mengembangkan Industri DN WiMAX,
maka yang paling tepat adalah memulainya dengan produk WiMAX
16e, bukan 16d.*
*Ada yang mengatakan bahwa kita kembangkan LTE saja. Ini
langkah keliru, karena LTE itu adalah produk Proprietary,
sudah di-paten-kan, jadi harus beli lisensinya. Sedangkan
WiMAX bukan produk proprietary, jadi lebih fisibel untuk
industri DN, karena tidak harus bayar lisensi dan royalty.*
Lagipula sudah ada manufaktur Chipset WiMAX 16e yang
di-disain vendor nasional, yaitu XIRCA di Bandung, dan yang
telah meng-export produk itu ke mancanegara.
Semoga informasi ini menjadi masukan buat para Pengambil
Kebijakan Industri DN Indonesia, dan bermanfaat bagi kemajuan
bangsa dan negara yang kita cintai.
Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
Wassalam,
S Roestam
http://wirelesstekno.blogspot.com
http://mastel.wordpress.com