Revisi kontrak tsb sebenarnya yang meminta kan justru operator
sebagai pihak yang memenangkan lelang. Mereka harus membayar
alokasi frekuensi atas undangan pemerintah. Nyatanya barang yang ditawarkan
tsb. tidak visible untuk diimplementaskan (dari kacamata bisnis).
Sehingga operator tidak bisa mengembalikan dana investasinya.
Kalau keduabelah pihak setuju merevisi, bukankah OK ?


Adi Indrayanto wrote:
Yg lebih kecil sebenarnya LTE malah ... ;-)

Kenapa BRTI dan Kominfo tidak segera merevisi? Karena ada masalah legal ... kontrak yg sudah terjadi untuk alokasi frekuensi yg sudah dilelang. Memangnya mudah merubah kontrak?

Siapa yg mau kena KPK atau BPK?

salam,

-ai-


2010/10/25 Achmad Chamdani Eka P. <[email protected] <mailto:[email protected]>>

    Saya tidak tahu apakah ada masalah politis dibalik ini sehingga
    BRTI dan kominfo tidak segera
    merevisi lisensi 16d --> 16e. Mungkin ada perusahaan (kalau nggak
    salah 2, tetapi yang "katanya"
    sudah mass pro 1), yang sudah invest untuk 16d. Bisa dicek sendiri
    operator enggan untuk
    deploy 16d, karena disamping faktor teknologi yang sudah
    ketinggalan, juga perakat yang lebih
    besar dan mahal (tidak sellable). 16e, investasi lebih murah,
    karena mobile lebih menarik. Dan
    perusahaan seperti Xirka sudah mendapat TKDN, dan siap mensupport
    perakatnya.

    Uji teknis 16e yang dilakukan mereka cukup memuaskan operator.
    Tinggal bagaimana pemerintah
    segera merevisi lisensi ini, atau aplikasi Wimax di Indonesia akan
    tertunda seperti sekarang ini.



    Salam.


    Bambang Winarto wrote:
    Yth Pak Soemitro,
    Saya jadi merasa bodoh sekalk, baru tahu kalau ternyata Wimax 16d
    itu tidak bisa dilanjutkan dg modifikasi tertentu (upgrade atau
    enhancement) ke 16e. Betul begini yang bapak maksud dgn tidak
    backward compatible? Bahkan di sisi masyarakat pengguna juga
    CPEnya 16d tidak bisa dipakai untuk 16e?
    Sementara kita tahu bahwa Berca dan Lippo, at least mereka ini
    yang saya ketahui , sudah melakukan deployment Wimax di wilayah
    yang lisensinya dimiliki oleh mereka. Kalau katakan kita abaikan
    dulu unsur kepentingan investor, yang katakanlah kita boleh
    anggap selalu memiliki cara2 berhitung untuk menyelamatkan
    investasinya, tetapi bagaimana dengan kepentingan masyarakat
    pengguna? Kalau teknologi 16d secara teknis tidak bisa memberikan
    layanan yang baik, maka apakah menurut Bapak user dirugikan? Saya
    rasa kalau toh dirugikan sifatnya tidak langsung, mereka akan
    selalu memiliki opsi untuk membeli layanan tsb atau tidak. Saya
    dengar layanan Wimax di Sumatera misalnya diarahkan untuk
    mengambil pangsa pasar broadband dari tangan penguasaan Telkom.
    Mungkin saja secara bisnis dalam waktu 2 atau 3 tahun max
    investasi mereka sudah kembali modal? Jika demikian saya bisa
    mengerti mengapa mereka berani deploy system ini dan kenyataannya
    mereka sungguh cepat memproses deployement tsb.
    Jika tiba saatnya untuk deploy teknologi 16e, gimana dampaknya?
    Mau tidak mau Berca dan Lippo akan tetap sebagai operator di
    wilayah tsb....? Artinya mau tidak mau user/ masyarakat tetap
    harus menunggu sampai para investor yang biasanya "baik" hatinya
    itu untuk melakukan deployement system 16e.

    Sampai disini saya jadi bingung soalnya sudah keburu menghadapi
    keadaan yang sudah setengah salah tetapi sudah tidak bisa dirubah
    lagi. Betul kan Pak Mitro, keadaan ini, bahwa lisensi sudah
    diberikan kepada investor yang sudah menduduki operating
    frequency di masing2 wilayah kerja mereka sudah membuat
    pemerintah terikat tidak bisa memindahkan lisensi ke badan lain?
    Menarik ya kalau ditilik dari logika bisnis. Karena sudah rahasia
    umum kalau teknologi 16d adalah teknologi yang sudah ketinggalan,
    mestinya sudah tidak ada lagi yang akan membeli......eh tahu2
    pemerintah Indonesia mengadakan lelang frekuensi untuk Wimax
    ,khususnya yang 16d.....kalau saya pabrikan ya kesempatan untuk
    masih bisa dapat revenue maka saya akan banting harga. Iinvestor
    pasti bisa membeli peralatan dengan harga yang sangat murah,
    tetapi bisa saja saya pasang harga dalam perhitungan business
    plan perusahaan dengan harga standard........silahkan dilanjutkan.

Salam,Bambang
    Sent from my amazing iPad

    On 24 Okt 2010, at 20:26, "Sumitro Roestam"
    <[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:

    Pak Adi dan Kawan2 yth,

    1. Setahu saya keputusan standar 16d indonesia dibuat thn 2008,
    padahal thn 2005 WiMAX Forum sudah menyatakan menghentikan
    pengembangannya dan mengganti dgn 16e yg TIDAK BACKWARD
    COMPATIBLE dgn 16d.

    2. Kalau sikon berubah, mengapa kita tidak boleh mengubah
    peraturan itu, karena ada resiko finansial yg besar (gagal), dan
    tidak ada Roadmap Teknologi dan Layanan (pelanggan/masyarakat
    dirugikan, sudah bayar mahal, produk dan layanannya inferior,
    dan tidak ada jaminan penggunaannya, sebab kalau operator pilih
    teknologi yg lebih maju, maka CPE-nya harus ganti baru)

    3. Memilih 16e jauh lebih baik dari pada 16d, sebab produk lebih
    banyak fitur2nya, harga lebih murah karena didukung ecosystem
    industri, serta punya Roadmap Teknologi dan Layanan menuju ke
    16m dan LTE Advanced.

    4. Kalau mau pilih 16m langsung atau LTE, maka harus tunggu
    beberapa tahun lagi, sebab belum ada yg siap komersiil made in
    Indonesia. Untuk LTE maka kita harus bayar lisensi atau patent,
    sebab itu produk proprietary. Sedangkan sekarang sudah siap
    7-vendor lokal yg siap supply 16e.

    Kenapa tidak segera memutuskan mengadopsi standar 16e, because
    window of opportunity WiMAX is closing fast....

    Wassalam,
    S Roes tam

    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
    Nyambung Teruuusss...!

    ------------------------------------------------------------------------
    *From: * Adi Indrayanto <[email protected]
    <mailto:[email protected]>>
    *Sender: * [email protected]
    <mailto:[email protected]>
    *Date: *Sun, 24 Oct 2010 19:57:29 +0700
    *To: *<[email protected] <mailto:[email protected]>>
    *ReplyTo: * [email protected]
    <mailto:[email protected]>
    *Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX 16e
    dan LTE adalahTeknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.


    Pak Roestam ... akan tidak bijaksana kalau menilai suatu
    keputusan yg dibuat sebelumnya dgn standar hari ini.

    Saat kebijakan pengembangan 16d diterapkan pemerintah, saat itu
    16e belum selesai ... bahkan mungkin semua juga sedang berlomba
    membuat 16d.  Indonesia memang agak terlambat memulai
    pengembangan teknologi ini, tapi jauh lebih baik dari sebelumnya
    ... saat teknologi GSM dikembangkan dan masuk Indonesia, benar2
    kita ini hanya sebagai "tukang instal".  Tidak ada satupun
    terbentuk ekosistem GSM ... kecuali perangkat pendukung seperti
    antenna, tower, dan PSU.

    Knowing this condition, pemerintah mencoba merubah strategi dgn
    "memproteksi" industri telekomunikasi yg sedang terpuruk
    semenjak paska orde baru.  Saat itu ... yg terlihat peluangnya
    adalah 16d ... . Kemudian industri diberi kesempatan utk
    mengembangkannya.

    Kondisi Indonesia memang "parah" kalau bicara ekosistem
    industri.  Jadi prosesnya pun tidak mudah ... . Jadi memang ada
    keterlambatan industri kita untuk masuk ke pengembangan
    teknologi ini.

    Ternyata ... dunia tidak juga mengadopsi 16d ... dan mulai
    mengembangkan 16e.  Ini pun ... saat ini masih belum banyak juga
    yg gelar 16e bukan? Entah apakah 5 tahun lagi akan ada lagi
    standar lain yg akan mementahkan 16e ini. Nanti anda akan tulis
    lagi ... 16e obsolete mari ke LTE atau yg lain ;-)

    Awalnya pemerintah melakukan strategi dgn melakukan proteksi via
    "spesifikasi khusus", karena proteksi tax barrier sudah tidak
    dapat diterapkan di era Free Trade.  Bahkan sebenarnya, kosnep
    TKDN pun tidak akan bisa dipertahankan terlalu lama ...

    Terlepas dari standar 16d,16d, 16m, LTE yg bisa berubah setiap
    masa .. dan dgn kondisi Indonesia seperti ini ... seandainya ada
    keinginan untuk menumbuhkan industri perangkat telekomunikasi di
    Indonesia ... menurut anda ... apa strategi yg harus ditempuh?

    Menyalahkan kebijakan masa lalu ... paling mudah ... apalagi dgn
    standar hari ini.  Tapi ... adakah kita punya alternatif ...
    seandainya ... anda yg di posisi pemerintah ... untuk
    menumbuhkan industri perangkat telekomunikasi ?

    Apa kiat anda pak ....


    salam,

    -ai-


    2010/10/24 Sumitro Roestam <[email protected]
    <mailto:[email protected]>>

        Pak Adi Indrayanto DKK yth,

        Saya paling setuju dgn paragraf terakhir posting anda: yg
        akhirnya menentukan laku tidaknya sebuah produk di pasar
        adalah soal harga dan fitur2nya yg lebih unggul.

        Harga bisa lebih murah kalau didukung oleh ecosystem
        industri DN dan LN.

        WiMAX 16d sudah dihentikan pengembangannya di LN, sehingga
        ecosystem komponen2 pendukungnya ex LN menjadi mahal,
        sedangkan ecosystem industri DN nya masih belum terbentuk,
        sehingga harga equipment dan CPE nya mahal, tidak komptitif
        thdp produk sejenis dan substitusi.

        Selain itu, 16d punya fitur2 yg inferior, tidak akan kompetitif.

        WiMAX 16e punya Roadmap menuju ke 16m dan LTE Advanced yg
        backward compatibel.

        16e punya banyak fitur2 unggul, ada ecosystem yg mendukung,
        sehingga harganya akan murah dan kompetitif.

        Backward compatibility menjadi sebuah keharusan untuk
        Standards Internasional yg harus dijamin oleh para
        vendors/manufacturers. Ini yg penting, soal pelaksanaannya
        silahkan dibaca di dokumen standards masing2.

        WiMAX 16e memang kelompok standar baru yg dijamin forwad
        compatibility nya ke 16m dan LTE Advanced. 16e sudah
        dinyatakan tidak backward compatible dgn 16d, karena pakai
        teknologi yg lebih maju, ada subcarrier, roaming, hand-over,
        antena MIMO yg tidak ada di 16d. Oleh karena itu memilih 16d
        sebagai standar nasional Indonesia adalah sebuah kesalahan.
        Sudah minim fitur, inferior produk, harga CPE akan mahal,
        tidak punya Roadmap teknologi dan layanan ke depan, kok
        malah dipilih.

        Para advocators 16d berfikir bahwa kalau Indonesia pilih
        standar yg beda dari lainnya, maka vendor luar tidak bisa
        masuk. Tetapi sayangnya yg dipilih adalah produk yg
        inferior, sehingga tidak akan mampu bersaing dgn produk2
        existing di Indonesia yg sejenis atau produk substitusinya.
        Apalagi harganya lebih mahal. Advocators ini juga kurang
        memperhatikan aspek2 persaingan bisnis, hanya mengandalkan
        dukungan regulasi yg mendistorsi free competition.

        Padahal free competition dan free market sudah berjalan lama
        di Indonesia, yg telah membuat tarif produk jasa telematika
        menjadi murah dan terjangkau masyarakat.

        Semoga bermanfaat.
        Wassalam,
        S Roestam

        Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
        Nyambung Teruuusss...!

        ------------------------------------------------------------------------
        *From: * Adi Indrayanto <[email protected]
        <mailto:[email protected]>>
        *Sender: * [email protected]
        <mailto:[email protected]>
        *Date: *Sun, 24 Oct 2010 18:47:35 +0700
        *To: *<[email protected]
        <mailto:[email protected]>>
        *ReplyTo: * [email protected]
        <mailto:[email protected]>
        *Cc: *<[email protected]
        <mailto:[email protected]>>;
        <[email protected]
        <mailto:[email protected]>>;
        <[email protected]
        <mailto:[email protected]>>;
        <[email protected] <mailto:[email protected]>>
        *Subject: *[indonesia] Re: Apakah 1G, 2G, 3G dan 4G? WiMAX
        16e dan LTE adalah Teknologi 4G. Pentingnya sebuah Roadmap.


        Pak Roestam ... sebenarnya pada dasarnya teknologi baru kita
        sering menjadi "disruptive technology" bagi yg sebelumnya.
        Dan ini tidak terkait dgn backward compatibility. Jarang
        sekali teknologi baru yg backward compatibility dari sisi
        teknologinya. Itu adalah "strategi" perusahaan yg akan
        mengadaposi teknologi baru agar bisa digunakan oleh pengguna
        yg sudah terlanjut menggunakan teknologi sebelumnya.

        Contoh. Apakah ada teknologi dalam 2G, 3G yg compatible dgn
        sebelumnya? Tidak ada yg kompatible, baik GSM, GPRS, EDGE,
HSPA, apalagi LTE yg menggunakan teknologi OFDMA. Teknologi2 terkini pasti disruptive dgn yg sebelumnya.
        Windows Vista disruptive terhadap Windows 95 misalnya. Tapi
        ... kebijakan vendor itu lah untuk tetap membuat teknologi
        yg berbeda ... bisa berjalan parallel.

        Backward compatible yg dimaksudkan sebenarnya adalah, 2
        teknologi yg berbeda ... berada dalam kotak yg sama dgn
        interface yg sama. Tapi dalamnya teknologi yg digunakan berbeda.

        Jadi ... saat vendor akan memperkenalkan teknologi yg
        "katanya" backward compatible, sebenarnya dia menaruh 2
        teknologi yg berbeda dalam kotak yg sama ;-) Bukan kah ini
        yg dilakukan oleh vendors dalam kelompok 3GPP terhadap 2G,
        3G, dan nanti 4G. Isi LTE jauh lebih dekat dgn WiMAX
        daripada HSPA atau GPRS ;-)

        Bedanya dgn WiMAX apa? Karena WiMAX adalah "pemain" baru ...
        yg tumbuh bukan dari kelompok Telco ... tapi dari kelompok
        IT. WiMAX lebih cocok dikatakan sebagai evolusinya WiFi ...
        dan punya akar sejarah yg berbeda.

        Karena WiMAX pemain baru, jadi belum punya "preseden",
        sehingga apa yg mau di backward compatibilitikan ... wong
        belum pernah ada operator WiMAX sebelumnya ;-) Kecuali, kita
        mau lihat operator WiFi sebagai industri pra WiMAX.

        Kalau mau backward compatible antara 16d dan 16e, ya
        dimasukkan saja 2 teknologi itu ke dalam satu kotak ... sama
        dgn yg lain di group 3GPP ... .  Masalahnya ... karena toh
        perangkat 16d belum sempat tergelar cukup banyak ...
        sehingga masalah compatibility tidak menjadi isu kalau mau
        implementasi 16e.  Tapi ... urusan akan berbeda ... kalau
        16d sempat populer ... dan 16e perlu masuk sebagai teknologi
        baru ... maka perlu konsep "backward compatibility".

        Pandangan lain ... bisa jadi 16d memiliki target dan sejarah
        yg berbeda dgn 16e.  Mungkin 16d akan lebih cocok kalau
        dikaitkan dgn sejarah perkembangan WiFi .. (802.11) ...
        walaupun 802.11 masih terus berevolusi di jalurnya sendiri
        juga.  Mirip dgn 2G GMS yg sampai hari ini masih berevolusi
        ... walaupun sudah ada 3G. Tapi 3G belum bisa menggantikan
2G utk voice bukan? Apakah 4G LTE nanti akan menggeser 2G? Sy menduga tidak juga ... . Yg terjadi adalah ... 4G akan
        masuk ke penggunaan yg berbeda dgn 2G. Kecuali ... nanti
        saat VOIP bisa sama sekali menggeser voice.

        Yg menarik dicermati adalah ... nasib ADSL. Kira-kira
        teknologi apa yg akan menggantikan posisinya? Apakah FO? Di
        Indonesia sepertinya gelar media fisik masih lebih costly
        dibandingkan yg wireless ...

        Bisa jadi ... kandidat kuat berikutnya .. kalau bukan tetap
        WiFi yg jangkauannya terbatas dan frekuensinya yg bebas ...
        ya WiMAX 16d ... seandainya 16e akan lebih ke arah mobility ...

        At the end of the day ... yg menentukan sebuah teknologi
        "menang" di pasar adalah masalah ... price. Berapa harga yg
        harus ditanggung pengguna untuk sebuah teknologi ..... .
        Teknologi mana dgn features yg "cukup" dan harga yg "layak"
        (baca: murah) ... yg masuk duluan ke pasar ... itu yg akan
        menjadi trend.

        Terkait dgn penguasaan teknologi, LTE pun bisa saja
        dikuasai. Masalah patent? Ya beli saja ... kalau
        hitung2annya jelas kan tidak masalah. Memangnya yg tanpa
        patent dijamin lebih murah? Tidak juga ;-)


        salam,

        -ai-



        2010/10/24 S Roestam <[email protected]
        <mailto:[email protected]>>

            Kawan2 Milis Yth,

            Kesimpulan dari ratusan diskusi di ABI Research, sebuah
            perusahaan Market Research Intelligence​ di AS akhirnya
            menyimpulkan bahwa *WiMAX 16e dan LTE merupakah
            Teknologi 4G, dan ITU sudah menetapkan 4G itu sebagai
            Standar untuk International Mobile Telecommunications
            2000 Advanced (IMT-2000 Advanced).* Sedangkan 3G
            termasuk IMT-2000. Penyebutan 1G, 2G, 3G dan 4G
            sebenarnya adalah istilah yang dipakai dalam kerangka
            pemasaran kelompok produk-produk teknologi untuk layanan
            jasa Mobile Wireless, namun istilah-istilah itu juga
            didasarkan atas jenis-jenis Antarmuka Udara (Air
            Interface) untuk menghubungkan HP dengan pemancar BTS
            sebagai berikut:

            * 1G - memakai interface Analog, Frequency Division
            * 2G - memakai interface Digital, Frequency Division dan
            Time Division (TDMA)
            * 3G - memakai interface Frequency Division dan Code
            Division (CDMA)
            * 4G - memakai interface Orthogonal Frequency Division
            (OFDM/OFDMA)

            AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi
            mobile telephon generasi pertama (1G) yang masih
            menggunakan system analog FDMA (Freqwency Division
            Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800
            MHz, 821 – 849 MHz untuk base station receiving dan 869
            – 894 MHZ untuk base station transmitting. Karena
            memakai interface analog, maka kapasitasnya sangat
            terbatas. Sistem ini mulai beroperasi pada tahun 1981.

            Generasi 1G lainnya adalah The Nordic Mobile Telephone
            (NMT) system dikembangkan oleh the telecommunications
            administrations of Sweden, Norwegia , Finlandia, dan
            Denmark untuk menciptakan compatible mobile telephone
            system di negara Nordic. Yang pertama adalah NMT 450
            cellular system tersedia di tahun 1981.

            Kedua sistem 1G tersebut diatas dipakai di Indonesia
            sejak akhir tahun 1980-an.

            Untuk sistem 2G, GSM muncul pada pertengahan 1991 dan
            akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk
            seluruh Eropa oleh ETSI (European Telecomunication
            Standard Institute). Pengoperasian GSM secara komersil
            baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992
            karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh
            pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan standar.

            GSM beroperasi pada pita frekwensi 1800 MHZ. Pemakaian
            GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk
            Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan sistem telepon
            selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone
            System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan
            hadir dan dijadikannnya standar sistem komunikasi
            selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak
            hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun
            semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005,
            pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun
            pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai
            sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak
            digunakan di seluruh dunia.

            Untuk generasi 2G ini juga dikembangkan sistem seluler
            CDMA dengan spesifikasi Interim Standard-95 (IS-95),
            dimana produknya yang terkenal di AS bernama cdmaONE.

            Standar 2G CDMA tersebut diatas kemudian berkembang ke
            3G yang di Indonesia dikenal dikenal dengan nama CDMA
            2000 1X (1-carrier). Roadmap produk CDMA ini di 3G
            adalah CDMA 2000 1X EVDO Release 0 dan Rev A. Kemudian
            standar ini berkembang ke Generasi 4G, yaitu CDMA 2000
            1X EVDO Rev B dan EVDO Multicarrier, dan akhirnya ke DO
            Advanced atau 1X Advanced, yang kompatibel dengan LTE
            Advanced, dimana kecepatan transmisinya makin tinggi,
            sedangkan latency-nya (delay-time) makin mengecil untuk
            menghasilkan kapasitas jumlah pelanggan yang makin besar.

            Roadmap untuk generasi 2G GSM adalah GPRS (2.5G), EDGE
            (3G), HSDPA (3.5G), HSPA+ (3.9G) dan akhirnya ke LTE (4G).

            *Untuk kelompok produk WiMAX 16e yang sudah termasuk
            kedalam Generasi 4G, Roadmapnya adalah WiMAX 16m (=WiMAX
            2) dan kemudian ke LTE Advanced.*

            *Untuk produk WiMAX 16d yang awalnya dikembangkan oleh
            WiMAX Forum, telah diputuskan bahwa produk ini
            dihentikan pengembangannya sampai disini saja pada tahun
            2005, dan digantikan oleh WiMAX 16e yang tidak backward
            compatible dengan WiMAX 16d. Ini artinya WiMAX 16d sudah
            tidak punya Roadmap masa depan.*

            *Roadmap Teknologi dan Layanan sebuah produk adalah
            sangat penting dalam bisnis telekomunikasi seluler masa
            kini, sebab dengan adanya Roadmap ini para pelangan
            djiamin oleh Operator/Vendor bahwa HP atau produk yang
            telah dibeli masih akan dapat dipakai untuk jangka
            panjang, walaupun Operator berpindah ke Generasi
            berikutnya. Contoh nyata adalah produk2 Generasi 2G
            tersebut diatas masih tetap dapat dioperasikan, walapun
            Operator sudah meningkatkan teknologinya ke 3G dan
            nantinya ke 4G (LTE).*


            *Adalah sebuah keanehan bilamana suatu negara menetapkan
            pengembangan sebuah Industri jangka panjang, tanpa
            menetapkan Roadmap Teknologi dan Layannya, dan tanpa ada
            Business Plan yang Comprehensive yang menjabarkan
            analisis pilihan teknologi, finansial dan bisnis masa
            depannya.*

            *Kita perlu belajar dari pengalaman negara maju Korea
            yang mengembangkan industri WiMAX WiBro DN-nya, yang
            awalnya berbeda dengan standar internasional, namun
            akhirnya terpaksa menyesuaikannya dengan standar
            Internasional WiMAX Forum WiMAX 16e, agar memiliki
            Roadmap yang sudah baku untuk dapat menjual produknya di
            pasar LN.*

            *Jadi kalau Indonesia mau mengembangkan Industri DN
            WiMAX, maka yang paling tepat adalah memulainya dengan
            produk WiMAX 16e, bukan 16d.*

            *Ada yang mengatakan bahwa kita kembangkan LTE saja. Ini
            langkah keliru, karena LTE itu adalah produk
            Proprietary, sudah di-paten-kan, jadi harus beli
            lisensinya. Sedangkan WiMAX bukan produk proprietary,
            jadi lebih fisibel untuk industri DN, karena tidak harus
            bayar lisensi dan royalty.*

            Lagipula sudah ada manufaktur Chipset WiMAX 16e yang
            di-disain vendor nasional, yaitu XIRCA di Bandung, dan
            yang telah meng-export produk itu ke mancanegara.

            Semoga informasi ini menjadi masukan buat para Pengambil
            Kebijakan Industri DN Indonesia, dan bermanfaat bagi
            kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai.

            Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
            Wassalam,
            S Roestam
            http://wirelesstekno.blogspot.com
            http://mastel.wordpress.com






Kirim email ke