Pak Roestam ... sebenarnya pada dasarnya teknologi baru kita sering menjadi
"disruptive technology" bagi yg sebelumnya. Dan ini tidak terkait dgn
backward compatibility. Jarang sekali teknologi baru yg backward
compatibility dari sisi teknologinya. Itu adalah "strategi" perusahaan yg
akan mengadaposi teknologi baru agar bisa digunakan oleh pengguna yg sudah
terlanjut menggunakan teknologi sebelumnya.

Contoh. Apakah ada teknologi dalam 2G, 3G yg compatible dgn sebelumnya?
Tidak ada yg kompatible, baik GSM, GPRS, EDGE, HSPA, apalagi LTE yg
menggunakan teknologi OFDMA.  Teknologi2 terkini pasti disruptive dgn yg
sebelumnya. Windows Vista disruptive terhadap Windows 95 misalnya. Tapi ...
kebijakan vendor itu lah untuk tetap membuat teknologi yg berbeda ... bisa
berjalan parallel.

Backward compatible yg dimaksudkan sebenarnya adalah, 2 teknologi yg berbeda
... berada dalam kotak yg sama dgn interface yg sama. Tapi dalamnya
teknologi yg digunakan berbeda.

Jadi ... saat vendor akan memperkenalkan teknologi yg "katanya" backward
compatible, sebenarnya dia menaruh 2 teknologi yg berbeda dalam kotak yg
sama ;-) Bukan kah ini yg dilakukan oleh vendors dalam kelompok 3GPP
terhadap 2G, 3G, dan nanti 4G. Isi LTE jauh lebih dekat dgn WiMAX daripada
HSPA atau GPRS ;-)

Bedanya dgn WiMAX apa? Karena WiMAX adalah "pemain" baru ... yg tumbuh bukan
dari kelompok Telco ... tapi dari kelompok IT. WiMAX lebih cocok dikatakan
sebagai evolusinya WiFi ... dan punya akar sejarah yg berbeda.

Karena WiMAX pemain baru, jadi belum punya "preseden", sehingga apa yg mau
di backward compatibilitikan ... wong belum pernah ada operator WiMAX
sebelumnya ;-) Kecuali, kita mau lihat operator WiFi sebagai industri pra
WiMAX.

Kalau mau backward compatible antara 16d dan 16e, ya dimasukkan saja 2
teknologi itu ke dalam satu kotak ... sama dgn yg lain di group 3GPP ... .
Masalahnya ... karena toh perangkat 16d belum sempat tergelar cukup banyak
... sehingga masalah compatibility tidak menjadi isu kalau mau implementasi
16e.  Tapi ... urusan akan berbeda ... kalau 16d sempat populer ... dan 16e
perlu masuk sebagai teknologi baru ... maka perlu konsep "backward
compatibility".

Pandangan lain ... bisa jadi 16d memiliki target dan sejarah yg berbeda dgn
16e.  Mungkin 16d akan lebih cocok kalau dikaitkan dgn sejarah perkembangan
WiFi .. (802.11) ... walaupun 802.11 masih terus berevolusi di jalurnya
sendiri juga.  Mirip dgn 2G GMS yg sampai hari ini masih berevolusi ...
walaupun sudah ada 3G. Tapi 3G belum bisa menggantikan 2G utk voice bukan?
Apakah 4G LTE nanti akan menggeser 2G?  Sy menduga tidak juga ... . Yg
terjadi adalah ... 4G akan masuk ke penggunaan yg berbeda dgn 2G. Kecuali
... nanti saat VOIP bisa sama sekali menggeser voice.

Yg menarik dicermati adalah ... nasib ADSL. Kira-kira teknologi apa yg akan
menggantikan posisinya? Apakah FO? Di Indonesia sepertinya gelar media fisik
masih lebih costly dibandingkan yg wireless ...

Bisa jadi ... kandidat kuat berikutnya .. kalau bukan tetap WiFi yg
jangkauannya terbatas dan frekuensinya yg bebas ... ya WiMAX 16d ...
seandainya 16e akan lebih ke arah mobility ...

At the end of the day ... yg menentukan sebuah teknologi "menang" di pasar
adalah masalah ... price. Berapa harga yg harus ditanggung pengguna untuk
sebuah teknologi ..... . Teknologi mana dgn features yg "cukup" dan harga yg
"layak" (baca: murah) ... yg masuk duluan ke pasar ... itu yg akan menjadi
trend.

Terkait dgn penguasaan teknologi, LTE pun bisa saja dikuasai. Masalah
patent? Ya beli saja ... kalau hitung2annya jelas kan tidak masalah.
Memangnya yg tanpa patent dijamin lebih murah? Tidak juga ;-)


salam,

-ai-



2010/10/24 S Roestam <[email protected]>

> Kawan2 Milis Yth,
>
> Kesimpulan dari ratusan diskusi di ABI Research, sebuah perusahaan Market
> Research Intelligence​ di AS akhirnya menyimpulkan bahwa *WiMAX 16e dan
> LTE merupakah Teknologi 4G, dan ITU sudah menetapkan 4G itu sebagai Standar
> untuk International Mobile Telecommunications 2000 Advanced (IMT-2000
> Advanced).* Sedangkan 3G termasuk IMT-2000. Penyebutan 1G, 2G, 3G dan 4G
> sebenarnya adalah istilah yang dipakai dalam kerangka pemasaran kelompok
> produk-produk teknologi untuk layanan jasa Mobile Wireless, namun
> istilah-istilah itu juga didasarkan atas jenis-jenis Antarmuka Udara (Air
> Interface) untuk menghubungkan HP dengan pemancar BTS sebagai berikut:
>
> * 1G - memakai interface Analog, Frequency Division
> * 2G - memakai interface Digital, Frequency Division dan Time Division
> (TDMA)
> * 3G - memakai interface Frequency Division dan Code Division (CDMA)
> * 4G - memakai interface Orthogonal Frequency Division (OFDM/OFDMA)
>
> AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi mobile telephon
> generasi pertama (1G) yang masih menggunakan system analog FDMA (Freqwency
> Division Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800 MHz, 821 – 849
> MHz untuk base station receiving dan 869 – 894 MHZ untuk base station
> transmitting. Karena memakai interface analog, maka kapasitasnya sangat
> terbatas. Sistem ini mulai beroperasi pada tahun 1981.
>
> Generasi 1G lainnya adalah The Nordic Mobile Telephone (NMT) system
> dikembangkan oleh the telecommunications administrations of Sweden, Norwegia
> , Finlandia, dan Denmark untuk menciptakan compatible mobile telephone
> system di negara Nordic. Yang pertama adalah NMT 450 cellular system
> tersedia di tahun 1981.
>
> Kedua sistem 1G tersebut diatas dipakai di Indonesia sejak akhir tahun
> 1980-an.
>
> Untuk sistem 2G, GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan
> standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European
> Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara komersil baru
> dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi
> yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan
> standar.
>
> GSM beroperasi pada pita frekwensi 1800 MHZ. Pemakaian GSM kemudian meluas
> ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan
> sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone
> System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan
> dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat sistem analog
> perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa. Pengguna
> GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM
> di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan
> berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak
> digunakan di seluruh dunia.
>
> Untuk generasi 2G ini juga dikembangkan sistem seluler CDMA dengan
> spesifikasi Interim Standard-95 (IS-95), dimana produknya yang terkenal di
> AS bernama cdmaONE.
>
> Standar 2G CDMA tersebut diatas kemudian berkembang ke 3G yang di Indonesia
> dikenal dikenal dengan nama CDMA 2000 1X (1-carrier). Roadmap produk CDMA
> ini di 3G adalah CDMA 2000 1X EVDO Release 0 dan Rev A. Kemudian standar ini
> berkembang ke Generasi 4G, yaitu CDMA 2000 1X EVDO Rev B dan EVDO
> Multicarrier, dan akhirnya ke DO Advanced atau 1X Advanced, yang kompatibel
> dengan LTE Advanced, dimana kecepatan transmisinya makin tinggi, sedangkan
> latency-nya (delay-time) makin mengecil untuk menghasilkan kapasitas jumlah
> pelanggan yang makin besar.
>
> Roadmap untuk generasi 2G GSM adalah GPRS (2.5G), EDGE (3G), HSDPA (3.5G),
> HSPA+ (3.9G) dan akhirnya ke LTE (4G).
>
> *Untuk kelompok produk WiMAX 16e yang sudah termasuk kedalam Generasi 4G,
> Roadmapnya adalah WiMAX 16m (=WiMAX 2) dan kemudian ke LTE Advanced.*
>
> *Untuk produk WiMAX 16d yang awalnya dikembangkan oleh WiMAX Forum, telah
> diputuskan bahwa produk ini dihentikan pengembangannya sampai disini saja
> pada tahun 2005, dan digantikan oleh WiMAX 16e yang tidak backward
> compatible dengan WiMAX 16d. Ini artinya WiMAX 16d sudah tidak punya Roadmap
> masa depan.*
>
> *Roadmap Teknologi dan Layanan sebuah produk adalah sangat penting dalam
> bisnis telekomunikasi seluler masa kini, sebab dengan adanya Roadmap ini
> para pelangan djiamin oleh Operator/Vendor bahwa HP atau produk yang telah
> dibeli masih akan dapat dipakai untuk jangka panjang, walaupun Operator
> berpindah ke Generasi berikutnya. Contoh nyata adalah produk2 Generasi 2G
> tersebut diatas masih tetap dapat dioperasikan, walapun Operator sudah
> meningkatkan teknologinya ke 3G dan nantinya ke 4G (LTE).*
>
>
> *Adalah sebuah keanehan bilamana suatu negara menetapkan pengembangan
> sebuah Industri jangka panjang, tanpa menetapkan Roadmap Teknologi dan
> Layannya, dan tanpa ada Business Plan yang Comprehensive yang menjabarkan
> analisis pilihan teknologi, finansial dan bisnis masa depannya.*
>
> *Kita perlu belajar dari pengalaman negara maju Korea yang mengembangkan
> industri WiMAX WiBro DN-nya, yang awalnya berbeda dengan standar
> internasional, namun akhirnya terpaksa menyesuaikannya dengan standar
> Internasional WiMAX Forum WiMAX 16e, agar memiliki Roadmap yang sudah baku
> untuk dapat menjual produknya di pasar LN.*
>
> *Jadi kalau Indonesia mau mengembangkan Industri DN WiMAX, maka yang
> paling tepat adalah memulainya dengan produk WiMAX 16e, bukan 16d.*
>
> *Ada yang mengatakan bahwa kita kembangkan LTE saja. Ini langkah keliru,
> karena LTE itu adalah produk Proprietary, sudah di-paten-kan, jadi harus
> beli lisensinya. Sedangkan WiMAX bukan produk proprietary, jadi lebih
> fisibel untuk industri DN, karena tidak harus bayar lisensi dan royalty.*
>
> Lagipula sudah ada manufaktur Chipset WiMAX 16e yang di-disain vendor
> nasional, yaitu XIRCA di Bandung, dan yang telah meng-export produk itu ke
> mancanegara.
>
> Semoga informasi ini menjadi masukan buat para Pengambil Kebijakan Industri
> DN Indonesia, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara yang kita
> cintai.
>
> Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif.
> Wassalam,
> S Roestam
> http://wirelesstekno.blogspot.com
> http://mastel.wordpress.com

Kirim email ke