--- Siswanto Siswo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apa pendapat anda tentang UNAMET ?
> saya mangkel, sebel
>
> kalau orang Asia melanggar HAM, orang kulit putih
> melakukan publikasi
> pelanggaran HAM, seolah-olah mereka itu suci
Apa hanya orang Asia yg kena publikasi pelanggaran HAM?- lihat saja
pada Bosnia, Serbia, dan bukan hanya kaum non-muslim yg dibela, orang
Albania juga Muslim, tapi dibela sama UN.
>
> kalau TNI melanggar HAM, hujatannya sampai kutub
> selatan
Sama dgn Serbian Military Forces, hujatannya juga sampai kutub selatan.
>
> tetapi kalau UNAMET bergaya kaya 'gali', ikut
> menekan, tidak seimbang,
Apakah anda ada buktinya atau cuma perasaan yg dipengaruhi
bias/nasionalisme?
> memihak, siapa yang bisa protes, DUNIA DIAM,
>
> dihapus
> Manusia-manusia macam inipun tidak suka kedamaian,
> justru kalau ada
> kedamaian tidak ada lagi perdagangan nyawa manusia.
> Jahat.
Ya benarrrr. Perhatikanlah, ABRI!!!! Perhatikanlah, Fretelin,
perhatikanlah, Bill Clinton!!!! etc. etc. etc...
>
> Mudah2an hasil nya TimTim tetap di pangkuan tanah
> air Indonesia!!!
Weleh...inggih ndoro tuan!!!! The opressed become the opressors.
Remember that!!! Mari kita menantikan keputusan rakyat TimTim sendiri -
mereka yg sudah lama di-intimidasi sama 'pro-integrationists' tapi
masih berani berdatangan berpuluh-puluh ribu ke tempat2 polling untuk
memilih kemerdekaan atau integrasi. Kalau masyarakat Timtim memilih
kemerdekaan, berarti mereka sudah cukup sebel sama kelakuan
ABRI/Indonesia di TimTim. Ya mungkin lebih bagus kalau TimTim tetap di
pangkuan tanah air Indonesia (buat ekonominya TimTim. Indonesia dapat
apa dari TimTim buat ekonominya? Or is it just a status thing?) tapi
ya, kalau masyrakat timtim sudah nggak mau, ya salahnya Indonesia
sendiri yg kurang sanggup meyakinkan bahwa Integrasi adalah jalan yg
paling baik. Kalau masyarakt TimTim harus di-intimidasi terus supaya
tidak memilih Kemerdekaan, ya berarti yg pro-integrationist kurang
percaya diri. Kalau Aceh juga minta kemerdekaan, ya karena sudah sebel
sama ABRI yg telah membunuh puluhan ribu orang warga Aceh. Kalau orang
aborijin minta 'Land Rights', ya sebab mereka juga cukup sebel sama
kelakuan pemerintah Australia.
Timtim bukan anak nakal yg ingin lepas dari keluarga. Timtim adalah
anak yatim yg dipaksa diangkat sama yg kurang sanggup mengasuh.
> Kalau pro kemerdekaan menang, Habibie ditembak saja,
> memutuskan opsi tanpa
> melalui sidang MPR, enak saja, tidak menghargai
> ribuan nyawa pahlawan non
> TimTim yang telah gugur di tanah TimTim, dengan
> enaknya melepas TimTim tanpa
> sidang MPR.
No one denies that banyak orang non-timtim telah gugur di tanah TimTim
(Ramos Horta sendiri mengakui hal itu), kok Indonesia harus tetap deny
bahwa sudah beratus ribu orang timtim yg telah gugur juga. Apa nggak
malu?
Tidak ada yg membantah kalau dikatakan hampir semua negara Barat/Eropa
telah menjadi penjajah. Ada yg sudah tidak, ada yg bisa dikatakan 'ya,
masih'. Belanda tidak pernah diundang mendirikan Neederlands Oost
Indische. Apa Indonesia pernah di undang masuk ke tanah TimTim? Kalau
ada yg bisa menjawab 'Ya pernah' dengan bukti, ya sudah, saya menyerah.
Inilah pendapat saya, yang anda minta.
DavidG
>
> wes-e-wes
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at
> http://www.hotmail.com
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com