At 18:25 31/08/99 +1000, you wrote:
>Karena kita sebagai pihak peminjam .......... jangan banyak protes!!!! dong.
|;-) Dengerin tuh...makanya eling, euy!


Saya kira, suka atau tidak suka, Timtim sekarang ini adalah hasil dari
tidak tuntasnya pemerintah kita dalam 'mengadopsi anak yatim' tetangga kita
ini. Bayangkan saja, 23 tahun masa nggak selesai juga. Padahal sudah cukup
'dimanja', sampai orang Aceh saja cemburu.
Memang pembangunan secara fisik sudah dilakukan dengan anggaran yang sangat
besar untuk propinsi seukuran Timtim (maklum anak bungsu..) Tapi toh
nyatanya orang Timtim belum seluruhnya merasa satu keluarga dengan keluarga
besar Indonesia. Mungkin memang benar itu ada hubungannya dengan
kasak-kusuknya Ramos Horta cs. yang tidak mau Timtim bergabung dengan kita
di pentas dunia internasional, atau mungkin juga ini hasil konspirasi
internasional atau entah 1001 kemungkinan penyebab lainnya. 
Tapi sekarang kita harus fair, we had our chances. Toh masih begini juga.
Sekarang biarkan saja orang Timtim menentukan sendiri keinginan mereka,
masih mau ikut kita atau tidak. Kenapa kita harus ngotot antara integrasi
dengan merdeka, hanya buang waktu dan pikiran. Kalau ternyata otonomi
artinya kita dapat kesempatan rujuk lagi yang mudah-mudahan lebih baik
daripada 23 tahun kemarin. Kalau merdeka kita berpisah baik-baik, toh masih
tetangga nantinya.
Soal korban (dan pengorbanan) dari pihak Indonesia yang sudah jatuh dalam
perjalanan sejarah Timtim, that's the price we paid untuk mempertahankan
cara kita dalam menangani 'adik' kita ini. Sama dengan keadaan kita yang
terjepit pinjaman luar negeri. Kita harus tahu diri dong.
Kalau memang ada di antara pihak UNAMET yang terbukti melakukan
kecurangan/pelanggaran, saya setuju perlunya kita ungkapkan demi
terjaminnya hasil referendum yang betul-betul sesuai dengan keinginan orang
Timtim supaya jangan sampai 23 tahun dari sekarang kejadian seperti ini
terulang lagi. Jangan pada ribut sampai merembet kemana-mana begitu, jadi
mirip debat kusir. Tapi buat saya, lumayan juga menyimaknya. Seru!

Kirim email ke