>From: david goldsworthy <[EMAIL PROTECTED]>
>Apa hanya orang Asia yg kena publikasi pelanggaran HAM?- lihat saja
>pada Bosnia, Serbia, dan bukan hanya kaum non-muslim yg dibela, orang
>Albania juga Muslim, tapi dibela sama UN.
Anda betul juga, bukan hanya Asia yang kena,
tetapi juga orang Amborogin, orang Indian yang tidak pernah terselesaikan
HAMnya, kasihan ya mereka, terima kasih anda telah mengingatkan.
>Apakah anda ada buktinya atau cuma perasaan yg dipengaruhi
>bias/nasionalisme?
lho anda apa tidak baca koran, lihat TV,
1. ada oknum Oz yang di deportasi
2. UNAMET memaksa orang memilih pro kemerdekaan
3. UNAMET berat sebelah
4. Hanya wartawan asing yang boleh meliput di sekitar TPS, wartawan
Indonesia diusir untuk menjauh,
5. UNAMET lebih menutup diri, lihat tuh proses penghitungan suara di hotel
Borobudur, Jakarta
gimana sih anda itu oom,
rasanya kita berseberangan, karena anda sudah berhati pro kemerdekaan,
jadi hati anda juga tertutup untuk kejelakan UNAMET dan pro kemerdekaan
>Ya benarrrr. Perhatikanlah, ABRI!!!! Perhatikanlah, Fretelin,
>perhatikanlah, Bill Clinton!!!! etc. etc. etc...
anda betul lagi, perhatikan Aborigin, juga
eehhh yang ini belum pernah selesai padahal sudah 200 tahun lebih.
>mereka yg sudah lama di-intimidasi sama 'pro-integrationists' tapi
>masih berani berdatangan berpuluh-puluh ribu ke tempat2 polling untuk
>memilih kemerdekaan atau integrasi.
weleh, yang memulai mengusir orang timtim itu siapa, fretilin duluan oom,
anda kayaknya nggak baca sejarah deh.
yang nggak mau datang ke musyawarah 1975 itu siapa, fretilin oom!, karena
tahu pasti akan kalah di Balibo, maka lebih baik tidak usah datang daripada
kalah, terus karena ada hubungan luar negeri yang lewat gereja, nah ...
mendunia.
>Timtim bukan anak nakal yg ingin lepas dari keluarga. Timtim adalah
>anak yatim yg dipaksa diangkat sama yg kurang sanggup mengasuh.
anda betul lagi, dia anak yatim bukan karena sang ayahnya meninggal
tapi dia yatim karena ayahnya Portugal minggat tidak bertanggung jawab,
begitu ada tetangga yang care nolong malah di fitnah.
Nah sayang ayah yang kulit putih itu punya kawan banyak yang kulit putih,
>No one denies that banyak orang non-timtim telah gugur di tanah TimTim
>(Ramos Horta sendiri mengakui hal itu), kok Indonesia harus tetap deny
>bahwa sudah beratus ribu orang timtim yg telah gugur juga. Apa nggak
>malu?
karena kelakuan fretilin yang tidak mau bermusyawarah di awal nya,
dan mengusir orang-orang yang tidak setuju dengan fretilin, jadi perang
saudara, terus fretilin sadar black recordnya makan berganti baju dengan
CNRT,
jadi anda betul lagi oom, mengingatkan saya lebih ingat masa lalu.
>Belanda tidak pernah diundang mendirikan Neederlands Oost
>Indische.
Adduhhh anda pinter dan betul lagi, Belanda memang tidak diundang, tapi dia
memang tamu yang tidak diundang, dan menjajah, merampas segalanya. saat itu
Indonesia bukan anak yatim lho, bukan bekas jajahan lho lain dengan timtim
lho oom
>Apa Indonesia pernah di undang masuk ke tanah TimTim? Kalau
>ada yg bisa menjawab 'Ya pernah' dengan bukti, ya sudah, saya menyerah.
Baca lagi perjanjian Balibo, baca sejarah Fretilin yang pertama kali
menyatakan tidak setuju, tidak mau bermusyawarah, tapi dia punya senjata
warisan sang ayah yang pilih kasih dan lebih sayang ke anak emasnya
fretilin.
jadi oom DavidG, silahkan baca lagi sejarah.
wes-e-wes
ssssstokyo
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com